Yakin memilih Poligami untuk menuju surga?

Sumber: http://www.sehatmagz.com/berita-kesehatan/poligami-meningkatkan-risiko-sakit-jantung-hingga-empat-kali-lipat/

Membicarakan Poligami tidak pernah ada habisnya, penuh dengan pro dan kontra, kebanyakan lelaki pro sedangkan perempuan kontra.

Sebagai seorang wanita, saya termasuk yang tidak menerima untuk dipoligami oleh suami saya, mungkin seperti kata orang bahwa saya bukan ahli surga. Bagi saya, jalan menuju surga tidak hanya satu. Meskipun tidak menolak poligami dalam Islam, bahkan menganggap wanita yang bersedia untuk dipoligami oleh suaminya adalah wanita yang paling hebat dan tegar, namun itu bukan saya.

Quote dari Asma Nadia yang menyatakan bahwa Poligami adalah surga yang tidak dirindukan sangat mengena di hati saya. Wanita manapun tidak akan rindu dimadu oleh suaminya, tapi ada sebagian wanita yang pasrah menerima, dengan tingkat ketahanan yang berbeda-beda, ada yang menyerah di tengah jalan, juga ada yang ikhlas menjalani sampai akhir hayatnya.

Hampir semua wanita mengalami kesulitan untuk rela menerima kehadiran wanita lain di dalam rumah tangganya, lalu membagi kasih sayang suami dengan wanita lain. Membayangkan suami tidur satu ranjang dengan wanita lain saja tidak sanggup apalagi jika benar-benar melihat suami masuk ke dalam kamar dengan menggandeng wanita lain.


Poligami bukan hanya menghambat jalan wanita menuju surga tetapi juga bisa menjauhkan lelaki dari surga. Kebanyakan lelaki terbuai oleh nafsu sesaat untuk menambah istri dengan dalih Sunnah Rosul tanpa memikirkan kondisi lahir-bathinnya sendiri, siap atau tidak berlaku adil bagi kedua istri, ketiga, atau bahkan keempat.

Memang tidak harus kaya harta dulu untuk memilih jalur poligami, tetapi apakah hatimu cukup kaya untuk kau bagi-bagi? Kalau untuk seorang saja hatimu masih miskin kasih sayang dan perhatian, jangan kau tarik wanita lain ke dalam 'miskin' itu bersamamu.

Masih banyak hal yang dapat kau lakukan untuk mendekatkan dirimu dengan surga, Sunnah Rosul yang utama adalah sikap rosul kepada istrinya. Bagi lelaki yang merasa sudah cukup harta untuk melakukan poligami, apakah pernah menawarkan diri untuk melakukan pekerjaan rumah tangga ketika melihat istri sedang lelah? Lalu melihat ke dalam lemari pakaian untuk memastikan apakah pakaian dalam istrimu masih layak pakai atau tidak? Atau sekedar memijat pundak istri ketika ia merasa pegal? Sudahkah mencium kening istri sebelum berangkat kerja? Dan tak pernah menolak memberikan nafkah bathin sesuai kebutuhan istri ketika (kamu) sedang tidak sakit? Sudahkah meringankan beban pikiran istri ketika ia sedang mengandung anak kalian selama 9 bulan? Yang paling sederhana lagi, keikhlasanmu berhenti merokok demi kesehatan diri sendiri dan keluarga pun dapat membawamu selangkah lebih maju untuk menemukan surga.

Ada tahap kehidupan pada setiap orang, mulai dari ia baru dilahirkan, kemudian bayi yang hanya bisa terbaring di tempat tidur, lalu menjadi balita yang mulai aktif berlari dan melompat ke sana kemari, menjadi remaja yang mengalami masa puber, dewasa, menikah, punya anak, punya cucu, punya cicit, lalu tua dan mati.

Dalam dunia kerja ada yang dinamakan jenjang karir, dari karyawan biasa, jadi manajer operasional, lalu manajer umum, pimpinan cabang, kemudian regional, dan seterusnya.

Poligami adalah Sunnah Rosul yang paling tinggi ilmunya, putuskan dengan keyakinan penuh setelah kamu merasa telah menjalankan semua kewajibanmu terhadap istri, ada nafkah lahir bathin, jasmani rohani, juga fisik mental telah terpenuhi.

Lalu tanya pada dirimu ... Apakah hatimu benar sudah ikhlas jika ibu atau saudara perempuanmu juga dipoligami?

Setelah memutuskan menjalani poligami, jangan mencaci istri yang memintamu membebaskan dirinya, karena itu haknya untuk tidak menjadi bagian dari kehidupan poligamimu.

Jadi ...

Wahai para pria di belahan bumi manapun ...

Yakin memilih poligami sebagai jalan menuju surga? Sementara masih banyak jalan untuk ke sana yang tentunya lebih mudah kau lewati.

Ibarat mau masuk perguruan tinggi, jangan salah memilih jurusan, karena untuk lolos kamu harus memilih jurusan yang memberikan tes sesuai bidang ilmu yang kau kuasai.

-marga Tang-


Comments