Skip to main content

Aisyah bukan cerminan saya atau Daddynya, DIA adalah DIA !

Tanggal 20 Mei kemarin, Aisyah ikut Pentas Seni akhir tahun ajaran yang diadakan oleh sekolahnya di Novotel. Tidak terasa sudah 1 tahun lebih berlalu sejak Aisyah masuk sekolah dan ikut Pentas Seni tahun lalu (di Novotel juga). Dari yang masih mengalami sindrom berpisah dengan ortu, sampai yang sudah cuek masuk kelas sendiri dan ikut bergembira ria bersama teman-temannya. Perkembangannya pesat sekali.



Aisyah mengalami sindrom takut berpisah dari ortu sekitar 2-3 minggu sekolah, alhamdulillah 2 bulan sejak awal masuk sekolah Aisyah sudah berani tampil di panggung dengan percaya diri, padahal saya pikir bahwa dia tidak menangis saja saat tampil sudah syukur, ternyata dia bisa mengikuti Fashion Show dan Dance dengan sangat baik.





Pada Pentas Seni yang baru-baru saja dilaksanakan, Aisyah memang sudah mulai malu-malu untuk Fashion Show sendirian di depan orang, tetapi ketika menari, dia sangat terlihat bersemangat, duhh terharu banget. Yah mungkin dia lebih berbakat jadi penari daripada jadi model catwalk, wkwkwkk.





 

                               

Mimpi saya sejak SMP ingin punya anak dan merancang masa depan mereka. Kenapa saya bilang mereka? Karena dari dulu saya ingin memiliki 4 orang anak, yakni 2 lelaki dan 2 perempuan. Hihihiii, ternyata untuk memiliki anak seorang saja susah, tergantung kepercayaan yang di atas, belum lagi ujian yang harus saya lewati sebelum dia lahir ke dunia. Alhamdulillah saya diberi kepercayaan seorang anak perempuan cerdas ini, semoga saya bisa membesarkannya dengan baik, sebaik-baiknya. Keberuntungan terbesar saya adalah memilikinya, karena saya dari dulu selalu merasa menjadi orang yang merasa kurang beruntung dan tidak bahagia, dengan kepercayaan diri yang sangat rendah di masa remaja saya.

Berbeda dengan Daddynya, ... kami berdua sebenarnya setipe dengan ketidak-percayaan diri, tapi dengan jalan yang berbeda. Daddynya minder berada di lingkungan orang-orang dewasa, dan tidak pandai bergaul dengan sesama Bapak-bapak, dia selalu merasa seperti 'anak-anak' yang bergaul dengan anak-anak juga. Maklum, karena dia berada di komunitas game. Kami berdua punya usaha warnet dan game centre. Sementara saya, justru saya tidak Percaya Diri di masa remaja saya, masa kesendirian saya, sekarang saya jauh lebih Percaya Diri menjadi seorang Ibu, bergaul dengan para Mami Keceh.

Aisyah tentu punya sisi tidak percaya diri juga, ada kalanya ia merasa malu, merasa minder, dan tentu menjadi PR berat bagi saya untuk menyingkirkan rasa mindernya. Sejauh ini yang saya perhatikan, ia justru merasa minder kalau saya memperhatikan dengan cermat ketika ia sedang menari, sedang tampil di kelas atau di panggung, sehingga ketika ia tampil, saya masih suka menghindar. Saya tidak tau apakah cara saya sudah tepat atau tidak, yang jelas saya akan selalu mencari referensi bagaimana agar ia bisa PD di depan saya dan di depan Daddynya.

Ahh, tidak terasa sejak kita sama-sama bertaruh nyawa sekitar 3 tahun yang lalu, Aisyah bisa tumbuh dengan baik, doa Mami selalu menyertai Aisyah.

Sejauh ini Aisyah selalu membuat saya bangga, bahkan hal yang sederhana yang dia lakukan untuk saya membuat saya merasa lengkap dan berarti. Karena kehadirannya saja sudah membuat diri dan hidup saya lebih berharga.


Dia bukan saya atau Daddynya, dia punya karakter sendiri yang jauh lebih kuat daripada kedua orang tuanya.



Comments

Popular posts from this blog

OTW Food Street Balikpapan, Tempat Nongkrong Tergres!

Sudah menjadi rahasia umum di kota minyak ini bahwa resto atau kafe yang baru buka selalu ramai pengunjung. Sebagian besar warga  berbondong-bondong datang, sekedar penasaran dengan 'rasa' yang disajikan baik berkaitan dengan makanan maupun suasana di tempat tersebut, atau sekedar 'ngehits' jepret sekali untuk keperluan sosmed, khususnya instagram, kemudian tidak menjadikannya kunjungan yang 'berulang'.
Baru-baru ini dibuka kafe baru di seberang taman Wiluyo Puspoyudho bernama OTW Food Street. Ramai pemberitaan di media Facebook membuat netizen yang berada di kota balikpapan beramai-ramai untuk datang.
OTW Food Street adalah sebuah kafe yang mengusung tema food court, mengetahui menu yang akan dipesan terlebih dahulu kemudian menuju counter pemesanan langsung untuk sekaligus melakukan pembayaran, kemudian makanan akan diantar oleh pelayan yang ditunjuk. Counter makanan, minuman, dan martabak pun terpisah. Martabak sengaja diberi counter tepat di luar samping par…

Pertama kali ke dokter gigi anak (di Balikpapan)

Ide pergi ke dokter gigi anak tercetus ketika ponakkan saya mengalami sakit gigi yang sangat parah. Tetapi malang sekali karena dia merasakannya seminggu menjelang hari raya Idul Fitri, dimana para dokter mengambil cuti guna menyambut hari raya.

Sebelumnya kami sudah melakukan pencarian nama-nama dan tempat praktek dokter gigi anak di Kota Balikpapan, kemudian menemukan nama drg Evi yang beralamatkan di Wika. Namun ketika mami saya berkunjung ke sana membawa Sachio, ponakkan saya tersebut, rumahnya kosong, sehingga mencoba mencari alternatif lainnya.

Kami menemukan nama drg Helsa yang mana spesialis gigi anak recommended juga di Kota Balikpapan, dan alhamdulillah praktek di klinik dekat rumah saya. Saya memutuskan untuk ikut memeriksakan gigi Aisyah sekalian.

Homeschooling memetakan potensi anak

Halo,

Ketemu lagi dengan Mami Keceh ... jangan bosan-bosan yaa ... ^_*

Aisyah sudah liburan menjelang hari raya nih Moms, sekaligus memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi bermain di Paud. Awalnya merasa sayang banget karena Aisyah banyak sekali perkembangannya di Paud tersebut, disamping itu guru-gurunya baik-baik banget lagi. Orang tua murid pun asyik-asyik semua, teman-teman Aisyah juga ngga ada yang kasar-kasar baik dari segi bahasa maupun sikap. Lingkungannya kompeten untuk anak-anak usia dini yang mudah meniru. Bukan hanya Aisyah yang betah, tapi Maminya pun betah karena bagi ibu-ibu yang belum sepenuhnya tega meninggalkan buah hatinya, ada ruang tunggu khusus Moms yang dilengkapi wifi dan CCTV keadaan anak-anak di kelas. Satu kelas hanya berisi 10 murid. Ini recommended school dari saya (bagi para orang tua yang masih belum ada gambaran mengenai Homeschooling danbelum siapkan kurikulum yang tepat untuk buah hati). Langsung melakukan observation saja Moms diSBC Learning Center (…