Skip to main content

First Annual Balikpapan Fashion Book (Komunitas Penulis Balikpapan)


Menjadi salah satu bagian dari 53 orang penulis yang diundang pada First Annual Fashion Book di Plaza Balikpapan kemarin merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya. Dapat berkenalan dengan penulis-penulis keceh lainnya di Balikpapan. Konon kabarnya, 53 orang itu hanya sebagian kecil saja, jumlah penulis di Balikpapan ada ratusan loh. Wow, keren kan. Acara tahunan yang pertama ini pun diadakan sekaligus launching 4 buah buku karya penulis-penulis di Balikpapan.

Sumber Foto: Koleksi Pribadi.


Meskipun ada hal yang sedikit tidak enak ketika saya datang. Mungkin memang kurang koordinasi oleh panitia agar kalau datang hadir mengatakan kepada security bahwa para penulis yang hadir merupakan bagian dari panitia acara, tapi security yang terlalu kaku membuat saya agak kesal. Kami, para penulis dimintai untuk datang lebih awal yaitu pada pukul 09:00 WITA, biasalah saya, kalau datang lumayan tepat waktu, mana bawa anak dan lagi hamil lagi. Saya datang pagi jam 9 dan bilang jujur bahwa saya adalah peserta, bukan panitia. Memang bukan kan, karena saya hanya penulis yang datang untuk hadir. Mungkin juga dia pikir kalau saya datang dengan anak untuk ikutkan anak lomba (peserta lomba) atau karena saya terlalu keren, wkwkkkk. Tapi saya sudah menyampaikan ke security yang kebetulan jaga di depan loh, kalau saya harus datang untuk setor buku agar dapat dipajang pada saat acara, tapi saya dibiarkan berdiri lama di depan dengan anak yang sudah mulai gelisah dan pantat yang sudah pegal karena tidak bisa terlalu berdiri lama karena sedang hamil.

Saran buat security Plaza Balikpapan, agar bisa lebih flexible, karena yang lain dapat masuk saja, sementara saya, ibu hamil dengan membawa anak balita, dibiarkan berdiri lama tanpa kejelasan. Kecuali yang lain diperlakukan sama juga dengan saya, dicegat dan ditanya banyak hal terlebih dahulu, lah ini ngga loh. Panitia masuk untuk lewat untuk membawa property pun ngga ada dimintai alias ditanyai mengenai kehadiran saya oleh si security, padahal doi bilang harus menunggu panitia jemput dulu. Duh ditraining dulu deh security yang jaga jam 9 pagi pada tanggal 21 Januari 2018. Padahal akhirnya saya dapat masuk juga tanpa alasan yang sama ngga jelasnya, tentu tanpa permintaan maaf karena doi ngga merasa salah (tapi sebenarnya minta maaf sih ngga hanya saat merasa bersalah ya kalau terhadap customer, heheee, saya pernah duduk di kantor depan perusahaan pelayanan public juga soalnya), malah dipesan sama dia "Tapi di atrium saja Bu, jangan naik ke atas." ... Ya karena kadung kesal, saya pun berkata "Ya memang di atrium saja!" (Dalam hati, boro-boro mau jalan-jalan, bosan sudah saya masukin seluruh tokonya di sana, mall belakang saja sudah saya masukin semua, apalagi mall lawas yang di depan, bahkan rutin dulu setiap bulan datang ke sana bareng papa saya buat bayar Borneo Bay Apartment, eh ngga lagi dink, kan udah lunas, pokoknya yang saya butuhkan saat ini hanya duduk, wkwkwkk). Fiuh akhirnya duduk juga. Maklum, bumil dan emak-emak memang emosian, kasian sama anak juga soalnya.

Sumber: Koleksi Pribadi.


Penulis mah memang gitu, ketidak-puasannya dilampiaskan dalam blog. Ngga sah kayaknya kalau ngga ada curhatnya meskipun sedikit. Heheheee, lanjut deh ke acara ya? Saya senang buat hadir ke acara yang diadakan untuk mengumpulkan para penulis, terutama di Kota Balikpapan tercinta ini, karena kita jadi saling mengenal satu sama lain teman seprofesi dan dapat memotivasi diri sendiri agar bisa lebih berkarya lagi. Ternyata penulis di Balikpapan ini sudah pada banjir loh karyanya, luar biasa. Langsung panas nih punggung, pakai koyok soalnya, wkwkwkk, eh tapi serius, langsung terpacu lagi semangat saya, buktinya saya langsung membuka blog dan mulai mengetik, padahal saya sudah merencanakan untuk menulis blog sejak seminggu yang lalu.

Ada yang lucu pada nama saya yang tercantum di banner para penulis, sedikit mengikuti nama pada instagram saya yaitu @mamikeceh ... pada banner tertulis 'Mamih Kece', hihihiii, tapi saya dimana-mana memang juga suka dipanggil 'Mami Keceh' karena instagram saya. Cuman karena khawatir itu dianggap sebagai nama pena saya, akhirnya instagram saya menggunakan 'Annisa Tang' kembali, wkwkwkkk. Tapi Annisa Tang kapanpun tetap Mami Keceh kok.

Sumber Foto: Koleksi Pribadi.

Acara dibuka oleh Pak General Manager (GM) Plaza Balikpapan Aris Ardiyanto, kebetulan salah satu buku yang launching pada hari itu berjudul 'In Plaza' yang mengambil setting di Plaza Balikpapan. Setelah sebelumnya diperkenalkan Era Pratiwi (Tiwi Van Gobel) dari Forum Lingkar Pena (FLP).

Sumber Foto: Koleksi Pribadi. Tiwi Van Gobel.

Sumber Foto: Koleksi Pribadi. Aris Ardiyanto.

Kemudian dilanjutkan oleh Pak Heri Kisnoto selaku Kepala Perpustakaan Kota Balikpapan mewakili Bapak Walikota Rizal Effendi yang sedang berhalangan untuk hadir. Serta diperkenalkan pula Pak Muhaimin dari Dinas Pendidikan Kota Balikpapan yang juga hadir pada acara tersebut dan Pak Zulhamdani selaku seniman atau penulis senior Kota Balikpapan.

Sumber: Koleksi Pribadi. Heri Kisnoto.

Sumber: Koleksi Pribadi. Ki-Ka: Muhaimin, Zulhamdani, Heri Kisnoto, Aris Ardiyanto.

Selain itu, ternyata di Balikpapan sudah ada Publishing sendiri loh untuk menerbitkan novel secara indie. Namanya adalah Heart and Soul, dan ternyata alamatnya tidak jauh-jauh dari tempat saya lahir dan dibesarkan di daerah Gunung Sari Ilir, sama-sama di Jl Mekarsari tapi beda 9 RT, heheheee. Lokasi Heart and Soul tidak jauh dari Toko Utama, hanya masuk beberapa meter, tepatnya di rumah kos, posisinya di kiri jalan kalau dari jalan besar A Yani. Nah, siapa tahu ada yang mau nerbitkan novelnya, langsung cuzzz ke sana saja ya? Heart and Soul sendiri didirikan oleh para penulis Balikpapan dengan inisial LIFE (Luluk Lee, Indah Putri Kaeran, Fitri Gita Cinta, Esra Mansoer).

Sumber: Koleksi Pribadi. Indah Putri Kaeran, perwakilan Heart and Soul Publishing.

Sumber: Koleksi Pribadi. Layar yang kalah oleh silau mentari siang itu.


Rangkaian pada hari itu salah satunya adalah Fashion Show para model membawa buku-buku karya penulis di Balikpapan, kemudian ada parade para penulis juga, jadi masing-masing penulis diperkenalkan di atas panggung. Karya saya termasuk di dalamnya yaitu Novel 'Melupakan 98' dan Antologi 'Salome dan Orang-orang Balikpapan'.


Sumber: Koleksi Pribadi. Para model.

Sumber: Koleksi Pribadi. Sebagian kecil banget dari para penulis keceh di Balikpapan yang jumlahnya ratusan.

Di samping itu, karya-karya para penulis keceh di Balikpapan juga dipamerkan pada stan-stan loh.


Sumber: Koleksi Pribadi.

Sumber: Koleksi Pribadi.Salome dan Orang-orang Balikpapan.

Sumber: Koleksi Pribadi. Melupakan 98.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Saya tidak mengikuti rangkaian acara karena datang bersama Aisyah, trus sudah dijemput oleh Papa-Mami serta anak-anak. Hanya sempat ikut sampai parade penulis saja setelah lomba menulis anak-anak. Bahkan pada saat acara, Aisyah sempat ketiduran loh, soalnya memang jam tidurnya dia, hihiii, jam 12.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Setelah datang para sepupu, langsung segar bugar lagi dianya. Sekitar jam setengah 3 baru mulai kembali acaranya. Saya hanya sampai jam 4 atau setengah 5 gitu kalau ngga salah. Lanjut ke Living Mall karena sebelum pulang anak-anak minta main dulu, duhh pegel juga bodi, tapi ya demi kesenangan mereka lah. Lagipula Aisyah nemanin saya dari pagi, gantian saya yang nemanin dia, heheheee.

Seru deh acara kemarin, jadi pengen langsung menulis lagi. Mendadak di otak penuh karya, heheheee.

Bismillah, semoga bisa menjadi lebih baik lagi, aamiin yaa Rabb.

Target, tembus mayor! Yeyyy!










Comments

  1. Kalau boleh tahu, nama/kontak komunitasnya apa, ya? Dan apakah sering mengadakan kopdar yang membahas soal kepenulisan?

    Aku penulis juga. Dari Penajam. Pingin gabung juga bersama rekan seperjuangan. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

OTW Food Street Balikpapan, Tempat Nongkrong Tergres!

Sudah menjadi rahasia umum di kota minyak ini bahwa resto atau kafe yang baru buka selalu ramai pengunjung. Sebagian besar warga  berbondong-bondong datang, sekedar penasaran dengan 'rasa' yang disajikan baik berkaitan dengan makanan maupun suasana di tempat tersebut, atau sekedar 'ngehits' jepret sekali untuk keperluan sosmed, khususnya instagram, kemudian tidak menjadikannya kunjungan yang 'berulang'.
Baru-baru ini dibuka kafe baru di seberang taman Wiluyo Puspoyudho bernama OTW Food Street. Ramai pemberitaan di media Facebook membuat netizen yang berada di kota balikpapan beramai-ramai untuk datang.
OTW Food Street adalah sebuah kafe yang mengusung tema food court, mengetahui menu yang akan dipesan terlebih dahulu kemudian menuju counter pemesanan langsung untuk sekaligus melakukan pembayaran, kemudian makanan akan diantar oleh pelayan yang ditunjuk. Counter makanan, minuman, dan martabak pun terpisah. Martabak sengaja diberi counter tepat di luar samping par…

Artis cilik Balikpapan 90-an yang sukses di Jakarta (Merpati Putih Balikpapan)

Balikpapan, salah satu sudut Benua Etam, terkenal dengan gadis-gadisnya yang rupawan, penuh prestasi pula. Dari model catwalk, photo model, sampai penyanyi ada di Kota ini. Terutama bagi generasi 90-an, banyak artis perempuan Balikpapan pada masa itu yang kini telah hijrah dan sukses di Ibu Kota. Siapa saja sih? Yuk kita simak, sekalian mengenang masa mereka ngetop di kota tercinta kita ini.
1. Jenifer Arnelita

Awalnya Jennifer Arnelita terkenal sebagai artis penyanyi cilik dan model remaja di Kota Balikpapan, hingga akhirnya ia terpilih menjadi bintang iklan salah satu produk perawatan tubuh remaja dan mengharuskannya hijrah ke Jakarta. Saat itu, ia masih duduk di kelas 2 SMP Negeri 1 Balikpapan. Di Ibu Kota, nama Jennifer semakin terkenal, beberapa FTV dan sinetron pun ia bintangi bersama artis-artis kawakan Indonesia, seperti Meriam Belina. Artis kelahiran Balikpapan 17 Desember 1984 ini telah menikah sejak pertengahan tahun 2015 dan kini disibukan dengan kegiatannya merawat buah …

Pertama kali ke dokter gigi anak (di Balikpapan)

Ide pergi ke dokter gigi anak tercetus ketika ponakkan saya mengalami sakit gigi yang sangat parah. Tetapi malang sekali karena dia merasakannya seminggu menjelang hari raya Idul Fitri, dimana para dokter mengambil cuti guna menyambut hari raya.

Sebelumnya kami sudah melakukan pencarian nama-nama dan tempat praktek dokter gigi anak di Kota Balikpapan, kemudian menemukan nama drg Evi yang beralamatkan di Wika. Namun ketika mami saya berkunjung ke sana membawa Sachio, ponakkan saya tersebut, rumahnya kosong, sehingga mencoba mencari alternatif lainnya.

Kami menemukan nama drg Helsa yang mana spesialis gigi anak recommended juga di Kota Balikpapan, dan alhamdulillah praktek di klinik dekat rumah saya. Saya memutuskan untuk ikut memeriksakan gigi Aisyah sekalian.