Skip to main content

Pencegahan Stunting Melalui Hal-hal Sederhana

Sumber Foto: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180407/1825480/cegah-stunting-dengan-perbaikan-pola-makan-pola-asuh-dan-sanitasi-2/

Ketika kamu sedang mengandung
Asupan nutrisi yang baik sangatlah penting

Bila kamu ibu menyusui
Perhatikan apa yang kamu konsumsi

Barang siapa dianugerahi predikat ibu
Cegahlah stunting pada anakmu

(Gurindam by Annisa Tang)

Dalam berbagai forum mengenai pertumbuhan anak-anak di Media Sosial, seringkali terdapat selentingan beberapa ibu yang memiliki anak usia balita, "Gemuk itu tandanya anak sehat." 

Sebagian ibu lagi menulis, "Tidak masalah pendek, yang penting sehat."

Padahal, tingkat kesehatan anak sesungguhnya diukur melalui Berat Badan dan Tinggi Badan yang proporsional.

Berikut tabel Berat Badan dan Tinggi Badan anak lelaki maupun perempuan berdasarkan WHO (World Health Organization).

Sumber Foto: Koleksi Pribadi

Orang dengan berat badan berlebihan disebut Obesitas, penyebabnya pun beragam. Selain karena sering mengkonsumsi gula dan makanan berkalori tinggi, obesitas bisa terjadi karena faktor keturunan, efek samping obat-obatan, serta komplikasi penyakit. Kegemukan tanda tidak sehat, bahkan bisa menyebabkan kehilangan nyawa jika tidak segera diatasi dengan menurunkan berat badan melalui pola hidup sehat. Obesitas biasa diikuti dengan penyakit jantung koroner, diabetes, bahkan kanker. Obesitas pada anak-anak pun tidak boleh diremehkan, karena gemuk bukan pertanda sehat, melainkan menimbun penyakit.

Jika kegemukan disebut dengan obesitas dan berat badan rendah pertanda sebagai gizi buruk, maka bagaimana dengan tinggi badan? Beberapa ibu yakin bahwa pertumbuhan tinggi anak ketika masih usia di bawah 3 tahun tidaklah penting, yang paling utama adalah tubuh anak terlihat berisi bahkan gemuk. Padahal, seorang anak harus dipantau panjang atau tinggi badannya semenjak baru dilahirkan.

Salah satu iklan susu anak di televisi bahkan menggunakan kalimat seperti ini sebagai slogannya: "Tumbuh kok ke samping? Tumbuh itu ke atas."

Seorang anak dengan tinggi badan di bawah rata-rata harus mendapatkan perhatian khusus karena bisa jadi anak tersebut mengalami masalah dengan pertumbuhannya atau suatu kondisi terhambatnya pertumbuhan yang dikenal dalam dunia kesehatan sebagai stunting.

Stunting adalah suatu kondisi dimana seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek dibandingkan anak-anak seusianya.

Kemkes.go.id merilis pada tanggal 24 Mei 2018 bahwa Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi Balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6% di atas batasan yang ditetapkan WHO (20%), penelitian Ricardo dalam Bhutta tahun 2013 menyebutkan balita stunting berkontribusi 1,5 juta (15%) kematian anak Balita di dunia dan menyebabkan 55 juta anak kehilangan masa hidup sehat setiap tahun.

Bisa dikatakan bahwa Indonesia mengalami kondisi darurat stunting, dimana sebagian anak-anaknya mengalami gagal tumbuh dan keterlambatan dalam berpikir. Penyebab utama dari stunting itu sendiri adalah kekurangan gizi dalam waktu lama yang terjadi sejak janin masih di dalam kandungan sampai awal kehidupan anak yaitu 1000 hari pertama sejak kelahiran.

Pola hidup sehat seorang calon ibu sangatlah dibutuhkan dalam kegiatan mencegah terjadinya stunting pada anak, karena selain kekurangan gizi dalam waktu yang panjang menjadi penyebabnya, stunting juga dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri pada calon ibu akibat  kurang sadarnya masyarakat akan kebersihan lingkungan tempat ia tinggal dan kebersihan dirinya sendiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Disamping itu, gangguan mental pada ibu dan kehamilan dini (kehamilan pada usia remaja), serta jarak kehamilan yang pendek dan hipertensi juga merupakan faktor-faktor terjadinya stunting pada anak.

Waspadalah terhadap Stunting ketika bayi lahir dengan berat badan rendah!

Sumber Foto: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/video/20180723/5626885/wapres-jusuf-kalla-bicara-pencegahan-stunting-bicarakan-masa-depan-bangsa-2/#prettyPhoto

Pencegahan Stunting harus segera dilakukan untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas, dalam kondisi apapun, mengingat saat ini sedang terjadi musibah gempa di Lombok yang menyebabkan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa harus tinggal beramai-ramai di pengungsian dengan segala keterbatasan fasilitas, seperti kesulitan air bersih dan Mandi Cuci Kakus (MCK) layaknya yang disampaikan di laman liputan6.com pada tanggal 17 Agustus 2018.

Stunting dapat dicegah dengan cara:

Menghindari Terjadinya Pernikahan Dini

Dalam hal ini, peran seluruh lapisan masyarakat sangatlah diperlukan, dimana sebagai orang tua mampu merangkul anak-anaknya dengan penuh kasih sayang, membimbing mereka untuk menggapai cita-citanya, memberi bekal agama sesuai kepercayaan masing-masing, menciptakan sebuah keluarga harmonis sehingga membuat anak-anak merasa nyaman berada di tengah keluarga dan tidak berpaling ke arah pergaulan salah yang dapat menyebabkan hancurnya masa depan mereka, yaitu kehamilan di usia dini yang kita ketahui juga dapat menjadi salah satu faktor terjadinya stunting pada anaknya kelak.

Ciptakan Lingkungan Yang Bersih

Lingkungan yang tidak bersih dapat menjadi sumber penyakit bagi setiap orang. Hendaknya sebagai masyarakat dapat lebih memperhatikan kebersihan lingkungannya, misalnya dengan cara yang sangat sederhana, yaitu tidak membuang sampah pada tempat yang tak semestinya.

Buanglah sampah pada tempatnya! Hampir di setiap sudut kota tertulis seruan tersebut, namun masih terlihatnya tumpukan sampah yang memenuhi selokan (bahkan menjadi penyebab utama terjadinya banjir), menjadi tanda bahwa sebagian masyarakat masih tak mengindahkannya.

Seperti yang sempat dibahas pada tulisan di atas bahwa infeksi pada calon ibu dapat menjadi penyebab stunting pada anak, oleh karenanya kebersihan lingkungan harus sangat diperhatikan agar tidak menyebarkan virus penyakit dalam masyarakat.

Pola Hidup Sehat

Pentingnya menerapkan pola hidup sehat mulai dari makanan yang bergizi, olah raga yang cukup, tidur yang berkualitas, dan selalu menjaga kebersihan diri, terutama bagi calon ibu (perempuan sejak masih belia sampai ia sudah menikah dan hamil).

Bahkan sejak usia taman kanak-kanak sudah sering diperdengarkan lagu 4 Sehat 5 Sempurna, dimana kalimat tersebut adalah seruan untuk nutrisi apa saja yang dibutuhkan bagi tubuh masing-masing individu setiap harinya. Karbohidrat, Protein, Sayur-mayur, Buah-buahan, adalah yang termasuk di dalam 4 Sehat, sementara jika ditambah Susu, meskipun tidak wajib namun dapat menyempurnakan asupan nutrisi sehari-hari tersebut.

Disamping itu, seruan untuk mencuci tangan sebelum makan pun selalu diperdengarkan, begitupun dengan olah raga setiap pagi.

Jangan sampai karena lalai menjalankan pola hidup sehat, malah melahirkan generasi stunting kelak.

Perhatikan Gizi Anak

Bayi sejak baru dilahirkan sudah memiliki hak untuk mendapatkan nutrisi yang terbaik, bukan melalui susu formula melainkan melalui Air Susu Ibu (ASI), seminimal-minimalnya adalah 6 bulan pertama ia dilahirkan, hingga sang anak berusia 2 tahun masih tetap diberikan bersamaan makanan pendamping ASI.

Seorang ibu menyusui diwajibkan memperhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya. Jangan fokus pada apa yang tidak boleh dikonsumsi melainkan fokus pada apa yang boleh dikonsumsi, seperti takaran karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur-sayuran dan buah-buahan hendaknya seimbang.

Setelah 6 bulan, seorang bayi sudah harus mendapatkan secara langsung makanan sebagai pendamping aktivitasnya menyusu, mulai dari yang sangat lunak hingga yang teksturnya agak padat, dengan lebih memperhatikan kandungan nutrisi di dalam makanan yang ia peroleh.

Keluarga Berencana

Hindari jarak kehamilan pendek dengan menjalankan program pemerintah 'Keluarga Berencana' (KB).

Seperti yang diketahui juga bahwa kehamilan yang jaraknya terlalu dekat dapat menjadi salah satu penyebab gagalnya pertumbuhan seorang anak.

Sumber Foto: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20180703/5126363/jangan-bangga-jadi-bangsa-kerdil/

Mari bersama-sama kita cegah stunting pada anak dan mewaspadai stunting sejak dini, seperti pesan Bapak Presiden Jokowi yang dikutip dalam laman Kemkes.go.id pada tanggal 08 April 2018, "Sebulan sekali anak-anak kita dibawa ke Posyandu untuk ditimbang dan diukur tinggi badannya, dicatat secara rutin. Ini penting sekali bagi ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita, agar kita bisa tahu anak kita stunting atau tidak. Jangan sampai anak-anak kita kecil (tinggi badannya), kerdil."

Budayakan Indonesia Sehat dalam setiap generasi melalui Pencegahan Stunting dan Perlindungan Imunisasi!

Sumber Referensi:
1.https://www.liputan6.com/regional/read/3620585/pengungsi-gempa-lombok-kesulitan-air-bersih
2.http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180524/4125980/penyebab-stunting-anak/
3.http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180408/3625487/presiden-jokowi-jangan-sampai-anak-indonesia-stunting/

Sumber Video: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/video/20180723/5626885/wapres-jusuf-kalla-bicara-pencegahan-stunting-bicarakan-masa-depan-bangsa-2/#prettyPhoto

Sumber Video: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/video/20180705/3026401/blusukan-presiden-ri-bersama-presiden-bank-dunia-dan-menteri-kesehatan-penurunan-stunting/



Comments

  1. Penting banget ternyata ya menjaga asupan anak. Ini jadi momok juga sih karena sekarang kan banyak banget makanan yang bisa menjadi musuh bagi pertumbuhan sehat anak.

    Nice share mom, mengingatkan lagi ibu yang sering lalai ini. ^^

    Main2 ke blog ku yuk mom

    ReplyDelete
  2. Salam kenal mb..
    Memang benar ya mb...sebagai orang tua harus selalu pantau asupan yang masuk ke tubuh anak kita khususnya para ibu.
    Bermanfaat nih mb..makasih info pencegahannya.

    ReplyDelete
  3. wah artikel nya bermanfaat sekali, terimakasih

    ReplyDelete
  4. Bermanfaat sekali artikelnya mbak...memang kita harus pantau terus terutama asupan makanan, jangan sampai salah pilih makanan yang justru merusak kesehatan.

    ReplyDelete
  5. Bener ini makanan bergizi wajib ya untuk kita konsumsi terutama anak2. Bagus banget mba penjelasannya. Makasih sharingnya.

    ReplyDelete
  6. Jadi tambah pengetahuan nih makasih sharinngnya tentang stunting

    Mak belalang

    ReplyDelete
  7. Very informative, Mom. Makasih sharingnya ^^

    ReplyDelete
  8. Informasinya pas banget buat anak-anakku yang masih dalam masa pertumbuhan.... tak amalkan nanti di rumah...

    ReplyDelete
  9. Very nice information. Saya keep nich... Thanks sharingnya

    ReplyDelete
  10. isi piringku ini pengganti istilah 4 sehat 5 sempurna, tapi banyak orang belum tau ya mb, saya pun baru tau beberapa bulan terakhir ini

    ReplyDelete
  11. Lengkap dan informatif banget mbak, makasih ya infonya.

    ReplyDelete
  12. bener banget musti d jaga ketika masa kehamilan, karna di masa itu asupan gizi harus 2 kali lipat terpenuhi, karna berbagi dgn si kecil, nice..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

OTW Food Street Balikpapan, Tempat Nongkrong Tergres!

Sudah menjadi rahasia umum di kota minyak ini bahwa resto atau kafe yang baru buka selalu ramai pengunjung. Sebagian besar warga  berbondong-bondong datang, sekedar penasaran dengan 'rasa' yang disajikan baik berkaitan dengan makanan maupun suasana di tempat tersebut, atau sekedar 'ngehits' jepret sekali untuk keperluan sosmed, khususnya instagram, kemudian tidak menjadikannya kunjungan yang 'berulang'.
Baru-baru ini dibuka kafe baru di seberang taman Wiluyo Puspoyudho bernama OTW Food Street. Ramai pemberitaan di media Facebook membuat netizen yang berada di kota balikpapan beramai-ramai untuk datang.
OTW Food Street adalah sebuah kafe yang mengusung tema food court, mengetahui menu yang akan dipesan terlebih dahulu kemudian menuju counter pemesanan langsung untuk sekaligus melakukan pembayaran, kemudian makanan akan diantar oleh pelayan yang ditunjuk. Counter makanan, minuman, dan martabak pun terpisah. Martabak sengaja diberi counter tepat di luar samping par…

Artis cilik Balikpapan 90-an yang sukses di Jakarta (Merpati Putih Balikpapan)

Balikpapan, salah satu sudut Benua Etam, terkenal dengan gadis-gadisnya yang rupawan, penuh prestasi pula. Dari model catwalk, photo model, sampai penyanyi ada di Kota ini. Terutama bagi generasi 90-an, banyak artis perempuan Balikpapan pada masa itu yang kini telah hijrah dan sukses di Ibu Kota. Siapa saja sih? Yuk kita simak, sekalian mengenang masa mereka ngetop di kota tercinta kita ini.
1. Jenifer Arnelita

Awalnya Jennifer Arnelita terkenal sebagai artis penyanyi cilik dan model remaja di Kota Balikpapan, hingga akhirnya ia terpilih menjadi bintang iklan salah satu produk perawatan tubuh remaja dan mengharuskannya hijrah ke Jakarta. Saat itu, ia masih duduk di kelas 2 SMP Negeri 1 Balikpapan. Di Ibu Kota, nama Jennifer semakin terkenal, beberapa FTV dan sinetron pun ia bintangi bersama artis-artis kawakan Indonesia, seperti Meriam Belina. Artis kelahiran Balikpapan 17 Desember 1984 ini telah menikah sejak pertengahan tahun 2015 dan kini disibukan dengan kegiatannya merawat buah …

Pertama kali ke dokter gigi anak (di Balikpapan)

Ide pergi ke dokter gigi anak tercetus ketika ponakkan saya mengalami sakit gigi yang sangat parah. Tetapi malang sekali karena dia merasakannya seminggu menjelang hari raya Idul Fitri, dimana para dokter mengambil cuti guna menyambut hari raya.

Sebelumnya kami sudah melakukan pencarian nama-nama dan tempat praktek dokter gigi anak di Kota Balikpapan, kemudian menemukan nama drg Evi yang beralamatkan di Wika. Namun ketika mami saya berkunjung ke sana membawa Sachio, ponakkan saya tersebut, rumahnya kosong, sehingga mencoba mencari alternatif lainnya.

Kami menemukan nama drg Helsa yang mana spesialis gigi anak recommended juga di Kota Balikpapan, dan alhamdulillah praktek di klinik dekat rumah saya. Saya memutuskan untuk ikut memeriksakan gigi Aisyah sekalian.