Skip to main content

Semesta Alam Menjadi Saksi Pertumbuhan Bibit Bangsa di TK Sandhy Putra - Balikpapan


Sumber: Koleksi Pribadi.
Sebuah baliho bertuliskan 'Menerima Pendaftaran murid baru TK Sandhy Putra' ketika kendaraan yang kami tumpangi berhenti di sudut jalan PT Telkom Indonesia membuat kami menelusuri sepanjang jalan rindang nan panjang di kawasan perumahan PT Telkom.

TK Sandhy Putra, sebuah Taman Bermain dan Belajar anak-anak usia dini milik perusahaan telekomunikasi ini terletak di sudut Jalan Palapa, dengan kawasan yang cukup luas dan aman untuk bermain anak-anak balita karena bukan terletak pada jalan raya dengan kendaraan yang sibuk berlalu lalang. Di samping itu tempat parkir yang cukup luas untuk beberapa mobil pengantar anak-anak bersekolah.

Sungguh membuat hati penasaran melihat uang masuk yang terpampang pada spanduk adalah sebesar Rp.1.900.000,- dimana merupakan tarif termurah dari seluruh PAUD yang pernah saya kunjungi.

Jalan panjang yang membuat anak-anak kami terhibur karena teduh dan melewati penangkaran rusa, serta masih asri dengan beberapa monyet yang bergelantungan pada dahan-dahan pepohonan. Anak saya dan sepupu-sepupunya riuh menyapa rusa dan monyet yang terlihat saat melintas, sayang kami tidak membawa apapun untuk memberi mereka makan.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Setelah menelusuri jalan panjang dan melewati gerbang keamanan, beberapa kali melalui  ujung jalan lain, terbaca plang bertuliskan Jl SLJJ lalu Jl Satelit, kami pun berjumpa Taman Kanak-Kanak tersebut yang berada di hook jalan.

Di sana kami bertemu dengan kepala sekolah dan sempat mengisi buku tamu, lalu mengobrol dengan beliau. Konon dulu TK Sandhy Putra hanya diperuntukkan bagi anak-anak karyawan PT Telkom sebelum akhirnya dibuka untuk umum dengan biaya masuk yang sangat murah, hanya sekitar 1,9 juta saat ini hingga masuk tahun ajaran baru dibuka dengan tarif mulai 2 jutaan, sudah termasuk 4 stel seragam dan 1 stel baju olahraga. Uang bulanannya pun sangat murah, hanya Rp.252.000,-. Menurut saya sangat ekonomis bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang menganggap pendidikan usia dini itu penting namun terhalang oleh biaya.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Sayangnya, kurangnya publikasi membuat taman bermain ini hanya memiliki sedikit murid, sekitar 10 orang saja, padahal dapat terlihat dari foto-foto yang terpampang pada mading (majalah dinding) bahwa sekolah tersebut cukup aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan. Beberapa piala juga terpajang dengan manis di balik kursi kepala sekolah.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Taman bermain yang luas dan cukup lengkap sangat sesuai dengan konsep Taman Kanak-kanak yang memang diperuntukkan bagi anak-anak usia dini yang masih senang berlari dan melompat. Tidak hanya sebatas bangunan, melainkan alam terbuka.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Tidak begitu jauh berbeda dengan konsep kawasan milik TK Kemala Bhayangkari 1 Balikpapan/ yang terletak di pusat kota Balikpapan (Klandasan), dengan beberapa sentra seperti UKS, aula, tempat cuci tangan/wudhu, toilet, dan termasuk TK senior juga yang sudah berdiri sejak tahun 1995, meskipun lebih dahulu TK Kemala Bhayangkari, mengingat saya sewaktu masuk TK di sana sekitar tahun 1987/1988.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Sumber: Koleksi Pribadi

Sumber: Koleksi Pribadi.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Sumber: Koleksi Pribadi.

Buat bunda-bunda yang memiliki anak berusia balita, jika berminat, coba deh jalan-jalan dahulu ke sana, sekalian rekreasi melihat rusa-rusa di penangkaran sepanjang jalan dan monyet yang hidup bebas di alam terbuka. Jangan takut, monyetnya tidak ganas kok, yang ada mereka kabur jika melihat ada seseorang mendekat, kecuali memang datang khusus untuk memberi mereka makan barulah mereka berani mendekat.

Adapun nomor telpon TK Sandhy Putra lupa saya tanyakan, tetapi berdasarkan hasil pencarian di google, saya menemukajn nomor telpon yang bisa dihubungin yaitu: 0542-556655 ( http://disdik.balikpapan.go.id/web/informasi/data-sekolah/tk-ra.html ).

Semoga informasi ini bisa membantu para bunda yang butuh menyekolahkan anak balitanya. Betapa pendidikan yang terpenting adalah pendidikan untuk anak usia dini. Jika bunda mampu, sangat baik membuat program homeschooling, tapi jika bunda tidak sanggup, pemilihan taman bermain yang tepat sangat dibutuhkan, dimana anak tidak hanya bermain melainkan juga bisa mengambil manfaat pengetahuan dari permainan yang dilakukan.

Saran saya, datang pada saat jam aktivitas sedang berlangsung agar bisa langsung menyaksikan cara guru di sana mengayomi anak-anak didiknya.


TK Sandhy Putra Cibeureum - terbaik seBandung

Comments

Popular posts from this blog

Pertama kali ke dokter gigi anak (di Balikpapan)

Ide pergi ke dokter gigi anak tercetus ketika ponakkan saya mengalami sakit gigi yang sangat parah. Tetapi malang sekali karena dia merasakannya seminggu menjelang hari raya Idul Fitri, dimana para dokter mengambil cuti guna menyambut hari raya.

Sebelumnya kami sudah melakukan pencarian nama-nama dan tempat praktek dokter gigi anak di Kota Balikpapan, kemudian menemukan nama drg Evi yang beralamatkan di Wika. Namun ketika mami saya berkunjung ke sana membawa Sachio, ponakkan saya tersebut, rumahnya kosong, sehingga mencoba mencari alternatif lainnya.

Kami menemukan nama drg Helsa yang mana spesialis gigi anak recommended juga di Kota Balikpapan, dan alhamdulillah praktek di klinik dekat rumah saya. Saya memutuskan untuk ikut memeriksakan gigi Aisyah sekalian.

Artis cilik Balikpapan 90-an yang sukses di Jakarta (Merpati Putih Balikpapan)

Balikpapan, salah satu sudut Benua Etam, terkenal dengan gadis-gadisnya yang rupawan, penuh prestasi pula. Dari model catwalk, photo model, sampai penyanyi ada di Kota ini. Terutama bagi generasi 90-an, banyak artis perempuan Balikpapan pada masa itu yang kini telah hijrah dan sukses di Ibu Kota. Siapa saja sih? Yuk kita simak, sekalian mengenang masa mereka ngetop di kota tercinta kita ini.
1. Jenifer Arnelita

Awalnya Jennifer Arnelita terkenal sebagai artis penyanyi cilik dan model remaja di Kota Balikpapan, hingga akhirnya ia terpilih menjadi bintang iklan salah satu produk perawatan tubuh remaja dan mengharuskannya hijrah ke Jakarta. Saat itu, ia masih duduk di kelas 2 SMP Negeri 1 Balikpapan. Di Ibu Kota, nama Jennifer semakin terkenal, beberapa FTV dan sinetron pun ia bintangi bersama artis-artis kawakan Indonesia, seperti Meriam Belina. Artis kelahiran Balikpapan 17 Desember 1984 ini telah menikah sejak pertengahan tahun 2015 dan kini disibukan dengan kegiatannya merawat buah …

Transformasi para pemain "Jangan Ambil Nyawaku" 1981 VS 2017. Nomor 6 romantis!

Baru-baru ini sebuah stasiun tevevisi swasta yang khusus menayangkan film-film tempo doeloe memutar sebuah film yang dibuat dengan sangat profesional dan serius, para pemainnya pun orang-orang senior yang bergelut di dunia theatre dan masih memiliki nama besar hingga kini, berjudul 'Jangan Ambil Nyawaku'.
Film tersebut berkisah tentang sebuah keluarga Batak yang harmonis, suami istri romantis, anak-anak yang manis, namun harus harus menghadapi cobaan yang berat yaitu si ibu menderita kanker rahim, dan harus terus melakukan kemoterapi, sementara sang ayah pun harus terapi mengobati impotensi karena stres, keluarga mendadak dirundung duka. Kisah ini diambil dari kisah nyata yang dinovelkan.
Para pemain pada film tersebut adalah Frans Tumbuan sebagai ayah, Lenny Marlina sebagai ibu, Ria Irawan sebagai anak tertua, Nunu Datau sebagai anak kedua, dan Hendra Saputra sebagai anak bungsu. Film yang disutradarai oleh Sophan Sophiaan ini juga menghadirkan Zainal Abidin sebagai dokter, …