Janda Berkualitas Dan Takdirnya

Terkadang, sendiri lebih baik daripada berdua rasa hampa.

Tak ada suatu hubungan pernikahan yang baru terjalin dengan niat untuk berpisah kemudian, tapi takdir Allah siapa yang dapat mengingkari.

Beberapa orang berpendapat, perceraian itu sangat dimurkai oleh Allah, maka bertahanlah hingga maut memisahkan.

Bagi kaum nasrani, "Apa yang dipersatukan Tuhan tidak boleh dipisahkan oleh manusia."

Namun bagi umat muslim, perceraian adalah sesuatu hal yang sangat dibenci oleh Allah tapi diijinkan, tentunya dengan melihat lagi ke dalam permasalahan yang ada. Jika memang sudah tiada jalan keluar terbaik, boleh diputuskan untuk berpisah.

Kamu tahu, membiarkan burung dalam sangkar seorang diri hanya akan membuatnya bernyanyi lagu sendu, berikan ia teman pengobat lara, atau bebaskan ia untuk memutuskan hidupnya sendiri.

Sering saya melihat komentar dari para netizen mengenai status janda berulang kali dari seorang artis. Sebagian besar berkomentar buruk tentangnya, menganggap si artis adalah penganut sistem kawin-cerai, padahal diri kita masing-masing pun tak ada yang dapat meramal masa depan.

Status janda adalah hal-hal yang paling ditakuti oleh kebanyakan wanita. Bukan hanya karena takut kehilangan nafkah dari suami, melainkan juga takut dicap buruk oleh masyarakat. Beberapa film menggambarkan sosok janda sebagai perempuan yang bertubuh indah, berpakaian seksi, dan bahasa tubuhnya seolah menggoda lelaki di sekitarnya.

Sampai sekarang pun, saya masih merinding untuk menyebutkannya secara lisan, sehingga selalu menggantinya dengan 'Single Fighter', biar kedengaran lebih keren gitu, hahahaa.


Bukan kapasitas manusia untuk merasa malu, kamu hanya perlu menjadikan dirimu berbeda, tentunya dalam hal-hal yang baik.

Mungkin banyak yang menganggap bahwa ketika berhubungan dengan janda itu 'nothing to lose', toh sudah tidak perawan juga jadi bebas dong diapa-apain. Bisa jadi karena mereka yang berstatus janda juga menurunkan harga dirinya demi mendapatkan lelaki baru.

'Tengsin' dong mantan suami sudah berbahagia dengan yang baru, sementara kita masih jomblo. jadi jual murah saja deh! Gitu ya?

Padahal Dhani dan Mulan sudah punya beberapa anak, baru Bunda Maia memutuskan untuk mengakhiri masa lajang ya? Dan dia enjoy saja menjalani hidupnya hingga menemukan lelaki yang ia rasa tepat.

Beberapa wanita berstatus janda bahkan rela menjadi bagian dari pernikahan orang lain. Kalau kata nenek-nenek bahwa orang ketiga itu setan, nah ada juga wanita berstatus janda rela menjadi 'setan'-nya.

Yang penting laris! Yang penting bisa membuktikan diri kalau laku. Padahal, barang pun harus dijual dulu baru bisa dikatakan laku, beda sama barang gratis, biasanya barang tersebut sudah usang yang tidak ada harga jualnya lagi jadi diberikan secara cuma-cuma, setelahnya ya tinggal dibuang.

Kenapa Reino Barack melamar Syahrini, bukannya Luna Maya? Karena ia menganggap Syahrini lebih layak dipersunting.

Hanya menjabarkan berdasarkan logika, sama sekali bukan fans Syahrini, saya suka keduanya karena mereka sama-sama wanita mandiri.

Kenapa Irwan Musry memperistri Maia Estianti, sedangkan sempat berpacaran lama juga dengan salah satu artis senior? Mungkin itu juga yang menjadi alasannya.


Saat masa mudamu banyak melakukan kesalahan, itu hanyalah sebuah bagian dari kebodohan gadis yang labil. Namun ketika pada usia yang matang kau mengulangi kesalahan yang sama, ibarat buah yang jatuh tanpa menunggu masak, lalu membusuk dan berulat.

Wanita dewasa yang sudah sempat menikah dan memiliki anak-anak, kemudian karena sesuatu hal harus berjuang sendiri, bukan tidak mungkin kelak jatuh cinta lagi kepada pria yang baru, namun yang harus diingat adalah seorang ibu dan anak-anak merupakan satu paket.

Bukan masanya lagi ibu menjalin kasih dengan lelaki layaknya muda-mudi kasmaran, sehingga menurunkan harga jual kepada sembarang pria hanya karena satu prinsip itu tadi, "Daripada nggak dapat."

Buntut-buntutnya malah jadi janda yang menjandakan wanita lain, atau bahasa bekennya PeLakOr (Perebut Laki Orang), meski tidak semuanya merebut suami orang, karena ada juga kok istri yang memberikannya dengan suka rela. Hahahaa ... Lu suka dan dia mau ya ambil saja, gitu saja kok repot. 

Yang penting bilang dengan jujur, jangan 'diem-diem bae', karena jatuhnya dzalim dan bisa membuat Allah murka.


Wanita berjiwa melayani, maka jiwanya yang termanjakan membuat rumah laksana surga, begitupun sebaliknya.

Ketika saya bertamu ke pengadilan agama (inginnya sih bertamu ke tempat lain, tapi masih terlalu pagi, jadi belum ada yang open house, hahaha), di sana banyak sekali wanita, sampai saya pun takjub dibuatnya. Banyak yang masih muda dan cantik pula. Ada juga yang sudah tua baru berani memutuskan berpisah, tentunya karena sudah tak tahan lagi.

Seandainya dia bernyanyi, pasti lagunya Inka Christie yang duluan ia perdendangkan, "Inginku teriakkk, hatiku melaraaa, kalau memang begini maumu, tuk apa semua kata, kau titip di hatiku."

Masalah yang dialami pun beragam. Ada yang suaminya tidak bertanggung jawab untuk menafkahi, mana suka main judi pula. Ada juga yang dinikahi hanya agar bisa membayar hutang-hutang suaminya yang tiada habisnya. Ada juga yang suaminya sudah melakukan poligami secara diam-diam, tanpa sepengetahuan sang istri. Duh ada-ada saja ya?

Ada juga yang karena setan itu tadi, eh orang ketiga maksud saya. Nah si istri mendadak dapat SMS dari seorang wanita dari negeri antah berantah yang mengaku sudah menjadi simpanan suaminya selama 3 tahun, yang ternyata adalah mantan pelacur club malam, janda dari 2 orang anak.  Parah banget ya? Judulnya betul-betul, janda yang menjandakan wanita lain.

Tapi kebetulan suaminya memang suka mencari pelacur sejak masih lajang dan istrinya baru tahu ketika tanpa sengaja membaca e-mail suaminya bersama komunitas mesumnya sedang membicarakan pelayanan perempuan-perempuan yang baru mereka 'pakai' jasanya di ranjang. Hmm, dunia ini sungguh mengerikan.

Tipikal suami pun ternyata banyak ragamnya. Ada yang tidak mau pusing, toh sudah tidak cinta juga sama istrinya, talak jatuh dalam 2 kali sidang saja. Ada juga yang suka menyusahkan proses sidang, seperti yang memang masih sangat mencintai istrinya, tapi ada juga yang menganggap bahwa istrinya masih sangat berharga meski sudah tidak ia cintai lagi.

Cinta itu mudah datang dan mudah pergi, tapi ketika kau memberikan cinta utuh kepada anak-anakmu, maka cinta tak akan pernah beranjak darimu.

Setiap orang memiliki pilihan hidupnya masing-masing. Ada yang setelah bercerai langsung sibuk mempercantik diri lagi dan biasanya jarang pasang foto diri di sosial media mendadak sering upload demi mendapatkan jodoh lagi, ada yang langsung fokus pada anak-anak semata dan mengesampingkan urusan percintaan pribadi dahulu, ada juga yang gagal move on yaitu terus mencari tahu kegiatan mantan suaminya.

Semua itu sah-sah saja dilakukan, yang penting tidak merugikan orang lain, apalagi sesama wanita. Dan yang perlu ditekankan adalah bahwa menjadi janda bukanlah pilihan hidup tapi takdir yang membawanya ke jalan itu.

Tak perlu waspada terhadap janda! Janda bukan begal yang suka merampas apapun yang kau miliki, walau beberapa di antara mereka juga terlatih menjadi begal.

Tak perlu takut sama janda! Janda bukanlah setan seperti yang sempat diceritakan di atas, meski ada juga yang berperan sebagai setan.

Jangan berpandangan kotor terhadap janda! Janda itu tetaplah sejenis manusia (bukan hewan langka), ada yang baik, tentunya ada juga yang jahat.

Malahan kalau di keluarga saya, janda banyak aturannya.
  • Tidak boleh nyanyi-nyanyi di tempat umum, nanti dipikir mau godain suami orang!
  • Tidak boleh kerja di hotel, nanti dipikir bisa diajak 'ngamar'!
  • Tidak boleh murah senyum sama sembarang lelaki, nanti dipikir genit!
Membayangkan image janda yang sebegitu mengerikannya di mata masyarakat, siapa sih yang benar-benar menginginkan menyandang status tersebut? Tak ada, selain takdir yang menentukan.

Bahkan salah seorang kenalan mami saya, anaknya yang menjanda di rantau tidak berani pulang ke kampung halaman tercintanya ini karena merasa malu dengan statusnya. Keluarga dan kerabatnya bahkan masih banyak yang tidak mengetahui status terkininya.

Sebenarnya tidak perlu malu, karena ini adalah saatnya membuktikan diri bahwa tidak semua janda buruk. Perceraian terjadi karena permasalahan yang memang sama sekali tidak ada jalan keluarnya.

Kebanyakan wanita memilih untuk mengalah dalam pernikahannnya kok, tapi terkadang ada saja hal-hal yang benar-benar tidak dapat ditolerir seperti KDRT, perselingkuhan, pengkhianatan, kebohongan yang berkepanjangan, dan sebagainya.

Tunjukkan Kalau Kamu Beda!

Masih ada yang tak tahu caranya menjadi janda berkualitas?
  1. Berbusanalah sama seperti sebelum kamu bercerai.
  2. Bersikaplah sama seperti sebelum kamu jatuh talak.
  3. Jangan menjalin hubungan dengan suami orang.
  4. Jangan japri-japri teman lelakimu untuk curhat.
  5. Tunjukkan kalau kamu bukan perempuan galau.
  6. Fokus pada anak-anakmu terlebih dahulu (jika punya anak)
Kalau kamu bisa menjadi berlian di antara butiran pasir, kenapa kamu harus memilih menjadi emas di antara tumpukan emas?

Apa para pembaca ada yang sama seperti tulisan di atas? Berlian di antara butiran pasir.

Silakan komen yang mau curcol, pasti dibalas! 

Salam, Single Fighter!

Comments

  1. Kenapa duda tidak mendapatkan penilaian yang buruk? Ya jelas karena yang menilai pria. Duda yang menggoda istri orang, dihujat juga nggak? Nggak adil kan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Image buruk selalu ditujukan kepada wanita. Pengadilan pun biasa mempersulit wanita yang mengajukan gugatan cerai, dibandingkan ketika pria yang dengan tegas menalak istrinya.
      Padahal pria juga menjadi bagian penting dalam menjandakan wanita dan sangat berperan akan buruknya image janda tersebut, ya itu tadi, menganggap bahwa janda bebas untuk 'diapa-apain'. Heheheee.
      Duda malah dapat julukan Duren alias Duda Keren. Duh ...

      Delete
  2. aku termasuk lbh milih cerai pas tau si mantan selingkuh sementara aku lg meras otak kuliah di negara lain.Alasannya juga ga masuk akal bgt, krn aku jauh, sementara di awal dia udh ngizinin aku kuliah di luar.

    aku ga tipe pendendam sbnrnya, kesalahan apapun aku bisa maafin, kecuali utk selingkuh. bukan ga bisa dimaafin, tp aku g bakal percaya lg seumur idup. so buat apa diterusin. mending aku minta cerai. toh g ada anak ini. dan itu keputusan yg sangaaaaat tepat, krn aku jauh lbh bahagia dan skr jg dpt yg lbh baik. :).walopun di awal sempet ditentang ama mertua krn statusku, tp lama2 mereka luluh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua wanita dengan kisahnya masing-masing ya. Yang jelas, setiap wanita lebih rela jadi janda daripada disia-sia dalam sebuah pernikahan.

      Delete

Post a Comment

Popular Posts