Skip to main content

Posts

CerPen : Cinta di kala Subuh (Oleh: Annisa Tang)

Cinta di kala Subuh Oleh: Annisa Tang
Langit sedang menunjukkan kuasa, gemuruh suara amarahnya terdengar menggelegar, seolah ingin menelan bumi dan segala isinya. Angin tidak mau kalah, menyerang Pohon Bintaro yang berdiri tegak, membuat ranting dan daunnya terayun kian kemari, sesekali terdengar suara klentingan, buahnya yang jatuh bergantian di atas mobil yang terparkir di pinggir jalan. Awan mulai menangis membasahi bumi pertiwi. Sayup-sayup adzan berkumandang, nyaris tak terdengar, namun Gilang, pemuda paling tampan di kampung, anak seorang ustadz yang disegani, lagi kaya dan soleh, tidak pernah melewatkan untuk Solat Subuh di masjid dekat rumahnya. Ia salah seorang yang cukup beruntung memiliki rumah tak jauh dari tempat ibadah, tapi bukan hanya dia, beberapa pemuda lainnya pun ada yang bertempat tinggal tidak jauh dari masjid, bahkan tepat di sebelah, hanya Gilang seorang yang tak pernah luput meninggalkan Shalat Subhu berjamaah. Meskipun hujan sedang mengguyur, walau petir menyamba…
Recent posts

Hasil Pemilu 2019 Tak Mempengaruhi Hati Kami

Hasil Quick CountPemilu PilPres 2019 dan perhitungan suara yang terkini pada Web KPU sudah ada, sehingga gambaran hasil presiden dan wakil presiden terpilih untuk menjabat 2019-2024 sudah mulai jelas di benak setiap orang. Para pendukung Jokowi dan KH Ma'ruf Amin merayakan euforia kemenangan calon pasangan pilihan mereka yang diungkapkan secara terbuka melalui media sosial.
Sebagai 'kampret', begitu julukan yang mereka berikan untuk kami yang mendukung pasangan calon nomor 02 (Prabowo-Sandiaga Uno), perasaan kecewa tentu ada, bersarang di dada, tetapi malu? Tidak, kami tidak malu menunjukkan bahwa kami berdiri di sisi mereka. Kami jelas berada di pihak mereka, bukan sebagai tokoh abu-abu yang bersembunyi di balik kata ' netral', hanya demi menyingkirkan malu jika pasangan pilihannya gagal maju sebagai pemimpin negeri ini.
Pilihan berbeda itu biasa, menang dan kalah pun biasa saja. Dalam sebuah kompetisi, semuanya adalah pemenang, karena mereka orang-orang yang ber…

Sedekah Pembuka Pintu Rezeki, Jangan Takut Berbagi!

Menyusuri perjalanan hidup sampai usiaku menginjak 35 tahun, sudah berkali-kali mengalami jatuh hingga berdiri pun tak sanggup lagi kurasa.
Aku terlahir sebagai seorang anak pengusaha yang sukses pada masanya, apapun yang aku inginkan terpenuhi, bahkan menjadi bos dari para pekerja di rumah (pembantu) serta para pekerja di kantor papaku. Bukan hanya pembantu yang harus memenuhi perintahku, tetapi sopir di kantor papa yang juga dipekerjakan untuk mengantar jemputku ke sekolah seringkali kupergunakan untuk sekedar pergi membeli coklat ke supermarket.
Aku juga bukanlah seorang yang pandai berbagi. Sebagai anak tunggal, aku terbiasa memiliki apapun seorang diri, hanya untukku. Tak ada keikhlasanku saat melihat orang lain ikut bergembira atas sesuatu yang aku miliki.
Sampai saat itu tiba. Krisis moneter yang melanda Indonesia pada umumnya serta merta menerpa keluarga kami. Perusahaan yang dibangun papa dengan susah payah hancur lebur dan harus gulung tikar. Satu persatu aset perusahaan ma…

Yorick Anak Panjalu Yang Tak Pernah Patah - Review Novel Yorick

Tak Pernah Patah! Tak Akan Menyerah! Terus Melangkah!
Sebuah kampung di kaki Gunung Sawal, penyimpan cerita masa lalu yang akan terus terbayang di retina mata, tak termakan putaran masa, tak tergilas kerasnya zaman.
Ia berkhayal bisa terbang bersama layang-layang mengitari bukit Panjalu, menyentuh gumpalan awan putih biru yang berarak riang mengikuti kemana arah angin membawanya.
Seorang anak Panjalu 'tanpa orang tua' yang punya mimpi dan keberanian berhasil merangkul Rusia sebagai tempatnya berpijak menjadi agung.
Pembuka cerita yang manis, berawal dari seorang pemuda bernama Yorick yang sibuk mengejar cinta Nevia, berlatar sepanjang Jalan Nevsky Prospekt yang terletak di St Petersburg - Rusia, dengan keindahan Sungai Neva yang membuat pembaca ikut menyusuri tepiannya, hingga sebuah memory lama menyeruak dari dasar rasa rindu yang melekat, melalui hadirnya seorang anak berusia sekitar 5 tahun yang terjatuh dari sepeda dan neneknya.
Kecamatan Panjalu yang berada di Kabupaten Ciami…

Penghapusan Ujian Nasional dan Alasan Kemantapan Memilih

Sebagai  'emak-emak', terpesona terhadap ketampanan Bang Sandiaga Uno adalah hal yang wajar,  yang tidak wajar adalah keinginan untuk memiliki,  karena cinta tak harus memiliki.
Sedap!
Kan cintanya Bang Sandi untuk seluruh rakyat Indonesia setelah keluarganya,  karena keluarga nomor 1 dan memilih capres-cawapres barulah nomor 2.
Sebagai 'emak-emak', mengagumi kecerdasan Bang Sandiaga Uno adalah hal yang wajar,  apalagi jika ia memikirkan kesejahteraan pendidikan anak-anak kita,  yang tidak wajar adalah jika kita tidak memilihnya untuk alasan tersebut alias menjadikannya bahan untuk 'goreng menggoreng'.
Penghapusan Ujian Nasional di mata saya sebagai 'emak-emak' adalah hal yang bahkan paling diinginkan untuk ditiadakan.
Apa alasannya?
Mengapa kecerdasan dan kemampuan anak kita diukur hanya berdasarkan angka dan segelintir mata pelajaran? Mengapa menghakimi seorang anak sebagai anak yang bodoh hanya karena ia tidak mampu mendapat peringkat yang baik dala…

Hal-hal Receh Ini Menunjukkan Betapa Cengengnya Seorang Ibu! Atau Hanya Aku?

Aku pun tersedu di tengah dera rasa kecewa anakku yang tidak ia ucapkan.
Hanya seorang ibu yang tau rasanya.
Dengan berbekal 3 lembar tiket waterpark yang kudapatkan secara gratis pada suatu event dan hanya bisa digunakan pada tanggal tercantum (yaitu 31 Januari), aku merayu suamiku dengan dalih 'sayang' dan 'mubazir' jika tidak terpakai, agar ia bisa sekali  saja meluangkan waktu untuk menemani anak-anakku berekreasi, terutama Aisyah.
Anak perempuanku yang usianya sudah menjelang 5 tahun itu, mulai mengerti mengenai keluarga utuh. Dia selalu bertanya, "Mengapa Daddy tidak bersama kita?" atau "Mengapa Daddy tidak pernah membawa kita ke tempat main?"
Keluarga Aisyah bukan keluarga broken home, aku dan suami tidak pernah berpisah (cerai), tetapi sejak kelahiran Aisyah, kami tidak pernah tinggal bersama. Daddy nya memilih untuk tinggal di ruko, alasannya karena dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Bahkan setiap kami meminta tolong untuk mengantar…

Tsunami Banten Menghempaskan Tubuh Dylan Sahara (Adzab Baginya dan Ifan Seventeen Atas Ghea?)

Satu minggu telah berlalu sejak tsunami memporak porandakan Pantai Anyer. Saat kejadian, Seventeen dan JiGo sedang diundang untuk mengisi acara Gathering PLN.
Ketika itu laut sangat tenang, angin pun bersilir-silir mengiringi suasana malam yang ceria, sekiranya itu yang Ifan (vokalis Seventeen) rasakan saat itu. Tak terbersit pikiran buruk meski sempat terlihat puncak Gunung Anak Krakatau menyala laksana bara api dari kejauhan. Ia bersama tim nya tetap bersemangat menggebyar panggung menghibur penonton yang memang datang untuk menyaksikan penampilan mereka.
Baru lagu kedua yang mereka bawakan, hanya sekejap mata saja, ia sudah terlempar ke tengah laut setelah sebelumnya tertimpa reruntuhan panggung dan alat musik, tanpa mengerti apa yang sesungguhnya telah terjadi. Ia berusaha menjauhi kerumunan manusia yang berada di tengah lautan guna menyelamatkan diri, mengingat kepanikkan setiap orang yang dapat saling mencelakakan.
Ifan terus berenang sampai akhirnya ia lelah dan hampir menyera…

Semesta Alam Menjadi Saksi Pertumbuhan Bibit Bangsa di TK Sandhy Putra - Balikpapan

Sebuah baliho bertuliskan 'Menerima Pendaftaran murid baru TK Sandhy Putra' ketika kendaraan yang kami tumpangi berhenti di sudut jalan PT Telkom Indonesia membuat kami menelusuri sepanjang jalan rindang nan panjang di kawasan perumahan PT Telkom.
TK Sandhy Putra, sebuah Taman Bermain dan Belajar anak-anak usia dini milik perusahaan telekomunikasi ini terletak di sudut Jalan Palapa, dengan kawasan yang cukup luas dan aman untuk bermain anak-anak balita karena bukan terletak pada jalan raya dengan kendaraan yang sibuk berlalu lalang. Di samping itu tempat parkir yang cukup luas untuk beberapa mobil pengantar anak-anak bersekolah.
Sungguh membuat hati penasaran melihat uang masuk yang terpampang pada spanduk adalah sebesar Rp.1.900.000,- dimana merupakan tarif termurah dari seluruh PAUD yang pernah saya kunjungi.
Jalan panjang yang membuat anak-anak kami terhibur karena teduh dan melewati penangkaran rusa, serta masih asri dengan beberapa monyet yang bergelantungan pada dahan-d…