Skip to main content

Posts

CerPen : Cinta di kala Subuh (Oleh: Annisa Tang)

Cinta di kala Subuh Oleh: Annisa Tang
Langit sedang menunjukkan kuasa, gemuruh suara amarahnya terdengar menggelegar, seolah ingin menelan bumi dan segala isinya. Angin tidak mau kalah, menyerang Pohon Bintaro yang berdiri tegak, membuat ranting dan daunnya terayun kian kemari, sesekali terdengar suara klentingan, buahnya yang jatuh bergantian di atas mobil yang terparkir di pinggir jalan. Awan mulai menangis membasahi bumi pertiwi. Sayup-sayup adzan berkumandang, nyaris tak terdengar, namun Gilang, pemuda paling tampan di kampung, anak seorang ustadz yang disegani, lagi kaya dan soleh, tidak pernah melewatkan untuk Solat Subuh di masjid dekat rumahnya. Ia salah seorang yang cukup beruntung memiliki rumah tak jauh dari tempat ibadah, tapi bukan hanya dia, beberapa pemuda lainnya pun ada yang bertempat tinggal tidak jauh dari masjid, bahkan tepat di sebelah, hanya Gilang seorang yang tak pernah luput meninggalkan Shalat Subhu berjamaah. Meskipun hujan sedang mengguyur, walau petir menyamba…
Recent posts

Penghapusan Ujian Nasional dan Alasan Kemantapan Memilih

Sebagai  'emak-emak', terpesona terhadap ketampanan Bang Sandiaga Uno adalah hal yang wajar,  yang tidak wajar adalah keinginan untuk memiliki,  karena cinta tak harus memiliki.
Sedap!
Kan cintanya Bang Sandi untuk seluruh rakyat Indonesia setelah keluarganya,  karena keluarga nomor 1 dan memilih capres-cawapres barulah nomor 2.
Sebagai 'emak-emak', mengagumi kecerdasan Bang Sandiaga Uno adalah hal yang wajar,  apalagi jika ia memikirkan kesejahteraan pendidikan anak-anak kita,  yang tidak wajar adalah jika kita tidak memilihnya untuk alasan tersebut alias menjadikannya bahan untuk 'goreng menggoreng'.
Penghapusan Ujian Nasional di mata saya sebagai 'emak-emak' adalah hal yang bahkan paling diinginkan untuk ditiadakan.
Apa alasannya?
Mengapa kecerdasan dan kemampuan anak kita diukur hanya berdasarkan angka dan segelintir mata pelajaran? Mengapa menghakimi seorang anak sebagai anak yang bodoh hanya karena ia tidak mampu mendapat peringkat yang baik dala…

Hal-hal Receh Ini Menunjukkan Betapa Cengengnya Seorang Ibu! Atau Hanya Aku?

Aku pun tersedu di tengah dera rasa kecewa anakku yang tidak ia ucapkan.
Hanya seorang ibu yang tau rasanya.
Dengan berbekal 3 lembar tiket waterpark yang kudapatkan secara gratis pada suatu event dan hanya bisa digunakan pada tanggal tercantum (yaitu 31 Januari), aku merayu suamiku dengan dalih 'sayang' dan 'mubazir' jika tidak terpakai, agar ia bisa sekali  saja meluangkan waktu untuk menemani anak-anakku berekreasi, terutama Aisyah.
Anak perempuanku yang usianya sudah menjelang 5 tahun itu, mulai mengerti mengenai keluarga utuh. Dia selalu bertanya, "Mengapa Daddy tidak bersama kita?" atau "Mengapa Daddy tidak pernah membawa kita ke tempat main?"
Keluarga Aisyah bukan keluarga broken home, aku dan suami tidak pernah berpisah (cerai), tetapi sejak kelahiran Aisyah, kami tidak pernah tinggal bersama. Daddy nya memilih untuk tinggal di ruko, alasannya karena dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Bahkan setiap kami meminta tolong untuk mengantar…

Tsunami Banten Menghempaskan Tubuh Dylan Sahara (Adzab Baginya dan Ifan Seventeen Atas Ghea?)

Satu minggu telah berlalu sejak tsunami memporak porandakan Pantai Anyer. Saat kejadian, Seventeen dan JiGo sedang diundang untuk mengisi acara Gathering PLN.
Ketika itu laut sangat tenang, angin pun bersilir-silir mengiringi suasana malam yang ceria, sekiranya itu yang Ifan (vokalis Seventeen) rasakan saat itu. Tak terbersit pikiran buruk meski sempat terlihat puncak Gunung Anak Krakatau menyala laksana bara api dari kejauhan. Ia bersama tim nya tetap bersemangat menggebyar panggung menghibur penonton yang memang datang untuk menyaksikan penampilan mereka.
Baru lagu kedua yang mereka bawakan, hanya sekejap mata saja, ia sudah terlempar ke tengah laut setelah sebelumnya tertimpa reruntuhan panggung dan alat musik, tanpa mengerti apa yang sesungguhnya telah terjadi. Ia berusaha menjauhi kerumunan manusia yang berada di tengah lautan guna menyelamatkan diri, mengingat kepanikkan setiap orang yang dapat saling mencelakakan.
Ifan terus berenang sampai akhirnya ia lelah dan hampir menyera…

Semesta Alam Menjadi Saksi Pertumbuhan Bibit Bangsa di TK Sandhy Putra - Balikpapan

Sebuah baliho bertuliskan 'Menerima Pendaftaran murid baru TK Sandhy Putra' ketika kendaraan yang kami tumpangi berhenti di sudut jalan PT Telkom Indonesia membuat kami menelusuri sepanjang jalan rindang nan panjang di kawasan perumahan PT Telkom.
TK Sandhy Putra, sebuah Taman Bermain dan Belajar anak-anak usia dini milik perusahaan telekomunikasi ini terletak di sudut Jalan Palapa, dengan kawasan yang cukup luas dan aman untuk bermain anak-anak balita karena bukan terletak pada jalan raya dengan kendaraan yang sibuk berlalu lalang. Di samping itu tempat parkir yang cukup luas untuk beberapa mobil pengantar anak-anak bersekolah.
Sungguh membuat hati penasaran melihat uang masuk yang terpampang pada spanduk adalah sebesar Rp.1.900.000,- dimana merupakan tarif termurah dari seluruh PAUD yang pernah saya kunjungi.
Jalan panjang yang membuat anak-anak kami terhibur karena teduh dan melewati penangkaran rusa, serta masih asri dengan beberapa monyet yang bergelantungan pada dahan-d…

Surat Sederhana Seorang Ibu

Hanya goresan pena penyampai kata hati... Cinta tanpa batas yang bersemayam dalam kalbu... Tak butuh kembali,  hanya berharap kau tahu.

Aku mungkin bukan ibu yang sempurna, dengan berjuta kelemahan yang melekat dalam diri, tapi rasa yang tak kasat ini berharap teraba olehmu.

Aku tak pandai menggendongmu ...
Memandikan ketika kau masih merah pun bukan keahlianku ...
Dapurku tak bisa jadi restoranmu,  aku bukanlah koki yang handal untuk memanjakan lidahmu.

Modalku kosong menjabat sebagai ibu.
Tak memiliki daya upaya,  tak punya keterampilan khusus.
Air mata saja yang bisa kuberikan, untuk menangis ketika sakit atau dukamu, untuk terharu dalam sukamu. Penambah bukti kelemahanku, seorang ibu yang cengeng.

Satu-satunya kelebihanku adalah surga di telapak kakiku, dimana setiap ibu juga memilikinya.
Tak teristimewa, tapi kuharap tidak bagimu.
Karena ketika satu persatu orang pergi dari sisimu seiring bertumbuhnya usia, aku tetap di sini, berjalan di sampingmu.
Meski kelak ragaku menghilang d…

Puisi: Bisu Lebih Baik

Bisu Lebih Baik
Oleh: Annisa Tang

Bibir tajam berucap perih
Ribuan hati tergores belati
Haruskah menjadi tuli lalu gembira
Atau bergulat melawan kenyataan

Bertemankan hitam dan putih
Daripada bergaul dalam naungan kelabu
Bagai berjalan di bawah mega sendu
Tiada tempat dalam damai

Jika hati tanpa nila
Jadilah lidah yang kelu
Membawa dunia dalam rangkulan
Perdengarkan nyanyian indah semata

Jadilah Pengusaha! #BukaInspirasi Bersama Bukalapak Berdasarkan 6 Hal Ini!

Pada jaman now, dimana era perangkat teknologi tinggi, seperti lahirnya Smartphone, bergantinya PC menjadi Laptop untuk memudahkan setiap orang bekerja dimana saja, menjamurnya Sosial Media untuk menulis apa saja dan dapat dibaca oleh siapa saja, membuat setiap orang mampu menjadi seorang pengusaha yang sukses.
Kalau mendengar kata 'Pengusaha', yang terlintas terlebih dahulu dalam pikiran setiap orang adalah banyak uang, kaya raya, punya banyak property, dan sebagainya. Tapi pernahkah kalian terpikir bahwa 'Pengusaha' itu adalah orang termiskin sedunia ketika awal ia membangun usahanya?
Memang mereka memulai usahanya menggunakan modal, tetapi berhutang, dan belum tentu balik modal. Kalau untung sekali dua kali ya bisa balik modal, kalau untung terus bisa kaya raya, tapi sekali rugi bisa tambah miskin.
Tahu ngga sih kalau masa kini untuk menjadi seorang pengusaha itu ngga perlu pakai modal, apalagi dengan cara hutang? Keren kan?
Tapi kenapa harus jadi pengusaha ya? Buk…