Skip to main content

Resensi buku pilihan untuk anakku

Pada setiap moment Bazaar Big Bad Wolf di Indonesia, saya tak dapat menahan diri untuk menggunakan jasa titip pembelian buku anak-anak berbahasa Inggris yang di-import dan dijual secara 'banting harga'. Kebetulan ini sudah ketiga kalinya saya berpartisipasi menjadi pembeli, meski harga yang dipasang ditambah biaya titip dan ongkos kirimnya tergolong masih mahal, namun dirasa pantas mengingat kualitas fisik maupun isi buku yang sangat baik.

Pada BBW 2017 kali ini yang diadakan kesekian kalinya di Surabaya, kebetulan tidak perlu repot mengikuti jasa titip lain karena jastip yang pernah saya ikuti masih terhubung melalui group whatsapp dengan saya meski ongkos titip yang ditawarkan lebih mahal dari yang lain karena kebetulan yang bersangkutan satu kota dengan saya sehingga saya tidak perlu membayar ongkir yang jatuhnya akan sama harganya malah cenderung lebih mahal jika menggunakan ongkir karena barang saya beratnya 2 kilo.

Buku yang saya pilih untuk Aisyah adalah buku-buku ringan namun memiliki manfaat guna mengembangkan pribadinya dan membangun emosi baik dari dalam dirinya, bukan sekedar dongeng panjang sebelum tidur yang belum tentu bisa dia resap dan dia ambil hikmah di dalamnya. Aisyah hanya anak usia 3 tahun yang daya resap otaknya hanya dua kalimat instruksi, tidak akan sanggup memahami cerita-cerita panjang, apalagi fairy tale dimana seorang Princess yang menunggu dipinang oleh seorang Prince guna melepaskan kutukan dari si penyihir jahat.
Pada BBW sebelumnya di Jakarta, saya memilih 1 buku biasa (berjudul 'I Love My Baby because'), 1 buku pop up (Ballerina theatre). 3 buku aktivitas (Water Coloring Fisher Price, Minnie My Busy Books, dan Match and Learn Puzzle). Namun pada kesempatan kali ini, saya meniadakan buku aktivitas, hanya ada 1 buku pop up 3 Dimensi, itupun karena isinya bagus meskipun ceritanya juga cukup panjang, anggap saya sebagai investasi Aisyah kelak.
Berikut review buku BBW Aisyah kali ini:

1. Why I love my mum
Pertama membaca judulnya, saya sudah langsung tertarik, karena saya ingin mengkondisikan Aisyah untuk menyayangi maminya tanpa syarat seperti saya terhadapnya.
Buku ini bukan sekedar buku biasa, tetapi dapat dijadikan diary antara ibu dan anak yang saling menyayangi diselipin beberapa foto kenangan.
Di dalamnya berisi mengenai seorang ibu yang banyak kekurangan tetapi berimbang dengan kelebihan-kelebihan yang ia miliki. Ilustrasi ringan dan bahasa sederhana membuat anak lebih cepat tanggap. Hanya seharga Rp.50.000,-.

2. My Mummy says
Buku ini seputar kehidupan ibu dan buah hatinya juga, tetapi lebih cenderung menyampaikan maksud bahwa baik anak lelaki maupun anak perempuan masing-masing punya kelebihan dan kekurangan di dalam diri mereka, dimana masing-masing ibunya tetap sabar dan mencintai mereka tanpa syarat. Harga jual BBW setelah diskon hanyalah Rp.65.000,-.

3. When you were born
'Dalam'nya buku ini adalah dimana ia menyampaikan kepada setiap anak yang membacanya bahwa mereka itu special bahkan sejak mereka baru dilahirkan. Di samping itu, mereka mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tua karena kehadiran mereka sangat diharapkan oleh setiap orang tua. Saya mempercayai bahwa buku ini dapat meningkatkan kepercayaan diri Aisyah. Buku ini juga dijual oleh BBW seharga Rp.65.000,-.

4. We are family 
Di jaman seperti ini, dimana sebuah keluarga mudah terpecah belah karena hal-hal kecil, sebuah keluarga yang jarang berkomunikasi sehingga seringkali terjadi kesalah-pahaman, maka buku ini sangat perlu untuk memperkenalkan kepada seorang anak bahwa dia hidup di dalam sebuah keluarga, dan keluarga itu haruslah solid, kompak, serta selalu bersama dalam suka maupun duka. Seperti kata pepatah, tangan itu melipat ke dalam, berpihaklah kepada keluarga, bukan orang luar.
Buku ini hard cover sehingga tidak mudah robek oleh anak batita.

5. We are best friend
Buku ini bundling dengan We are family di atas, seharga Rp.140.000,- untuk 2 buku, itupun sudah termasuk biaya jasa titipnya, dijual dengan sangat murah. Harga dibanting sekeras-kerasnya. Keduanya hard cover. Tidak jauh beda dengan yang family, buku ini mengajarkan tentang persahabatan, dimana saling melengkapi satu dengan yang lainnya, ibarat susu dengan cookies.

6. The Golden Goblet and the Magic Wish
Ini termasuk dongeng sebelum tidur, dikemas dalam bentuk Pop Up 3 Dimensi, sehingga gambar-gambar di dalamnya seperti hidup. Saya membelinya karena buku ini berisi tentang seekor naga  yang baik hati bernama Douglas, tapi berbeda dari naga lainnya karena tidak dapat bernafas mengeluarkan api sehingga memiliki kepercayaan diri yang rendah. Namun Douglas beruntung punya sahabat bernama Prince Tom yang menemani Douglas dalam suka maupun duka. Ia mendukung Douglas agar keinginannya menjadi seekor naga yang normal terpenuhi. Dan berpetualanglah mereka berdua demi mengembalikan kepercayaan diri Douglas kembali. Akhirnya Douglas berhasil menjadi naga yang sebenarnya yaitu dapat bernafas mengeluarkan api. Dijual oleh BBW seharga Rp.100.000,- tetapi saya membelinya seharga Rp.130.000,-. Ohh, seandainya BBW diadakan di Balikpapan, heheheee.

Tersebut di atas adalah buku-buku yang melengkapi koleksi Aisyah saat ini. Semuanya mengandung unsur instrisik perkembangan dalam diri anak. Karena saya mempercayai bahwa seorang anak akan menjadi sukses kelak ketika ia memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi, memiliki sifat penyayang dari dalam dirinya kepada orang-orang di sekitar. Oleh karena itu kali ini saya tidak membeli buku-buku aktivitas (kebetulan sudah ada buku untuk belajar membacanya dia melalui puzzle kata dalam Bahasa Inggris), atau buku-buku cerita yang mengandung unsur minat dan bakat.

Nah, kalau buku Bunda untuk si kecil di rumah apa saja? Sharing yuk! Atau jangan-jangan malah tidak pernah membelikan buku untuknya. Hmm, budayakan membacakan bagi anak-anak di rumah yaa Bunda, karena banyak sekali manfaat yang bisa didapat.

Comments

Popular posts from this blog

OTW Food Street Balikpapan, Tempat Nongkrong Tergres!

Sudah menjadi rahasia umum di kota minyak ini bahwa resto atau kafe yang baru buka selalu ramai pengunjung. Sebagian besar warga  berbondong-bondong datang, sekedar penasaran dengan 'rasa' yang disajikan baik berkaitan dengan makanan maupun suasana di tempat tersebut, atau sekedar 'ngehits' jepret sekali untuk keperluan sosmed, khususnya instagram, kemudian tidak menjadikannya kunjungan yang 'berulang'.
Baru-baru ini dibuka kafe baru di seberang taman Wiluyo Puspoyudho bernama OTW Food Street. Ramai pemberitaan di media Facebook membuat netizen yang berada di kota balikpapan beramai-ramai untuk datang.
OTW Food Street adalah sebuah kafe yang mengusung tema food court, mengetahui menu yang akan dipesan terlebih dahulu kemudian menuju counter pemesanan langsung untuk sekaligus melakukan pembayaran, kemudian makanan akan diantar oleh pelayan yang ditunjuk. Counter makanan, minuman, dan martabak pun terpisah. Martabak sengaja diberi counter tepat di luar samping par…

Artis cilik Balikpapan 90-an yang sukses di Jakarta (Merpati Putih Balikpapan)

Balikpapan, salah satu sudut Benua Etam, terkenal dengan gadis-gadisnya yang rupawan, penuh prestasi pula. Dari model catwalk, photo model, sampai penyanyi ada di Kota ini. Terutama bagi generasi 90-an, banyak artis perempuan Balikpapan pada masa itu yang kini telah hijrah dan sukses di Ibu Kota. Siapa saja sih? Yuk kita simak, sekalian mengenang masa mereka ngetop di kota tercinta kita ini.
1. Jenifer Arnelita

Awalnya Jennifer Arnelita terkenal sebagai artis penyanyi cilik dan model remaja di Kota Balikpapan, hingga akhirnya ia terpilih menjadi bintang iklan salah satu produk perawatan tubuh remaja dan mengharuskannya hijrah ke Jakarta. Saat itu, ia masih duduk di kelas 2 SMP Negeri 1 Balikpapan. Di Ibu Kota, nama Jennifer semakin terkenal, beberapa FTV dan sinetron pun ia bintangi bersama artis-artis kawakan Indonesia, seperti Meriam Belina. Artis kelahiran Balikpapan 17 Desember 1984 ini telah menikah sejak pertengahan tahun 2015 dan kini disibukan dengan kegiatannya merawat buah …

Pertama kali ke dokter gigi anak (di Balikpapan)

Ide pergi ke dokter gigi anak tercetus ketika ponakkan saya mengalami sakit gigi yang sangat parah. Tetapi malang sekali karena dia merasakannya seminggu menjelang hari raya Idul Fitri, dimana para dokter mengambil cuti guna menyambut hari raya.

Sebelumnya kami sudah melakukan pencarian nama-nama dan tempat praktek dokter gigi anak di Kota Balikpapan, kemudian menemukan nama drg Evi yang beralamatkan di Wika. Namun ketika mami saya berkunjung ke sana membawa Sachio, ponakkan saya tersebut, rumahnya kosong, sehingga mencoba mencari alternatif lainnya.

Kami menemukan nama drg Helsa yang mana spesialis gigi anak recommended juga di Kota Balikpapan, dan alhamdulillah praktek di klinik dekat rumah saya. Saya memutuskan untuk ikut memeriksakan gigi Aisyah sekalian.