Skip to main content

Kalahiran Seorang Anak Adalah Kelahiran Seorang Ibu. You Needed Me!

Aisyah ...

Sebuah nama yang berarti kehidupan.
Bukan hanya kehidupan bagi dirinya, tetapi juga bagi saya.
Kelahirannya adalah kelahiran saya juga.
Saya lahir menjadi seorang ibu.
Dimana pertama kalinya saya merasa menjadi seorang manusia yang dibutuhkan.
Dimana pertama kali saya merasa penting.
Mendadak memiliki penggemar yang selalu mengikuti kemana kaki saya melangkah.

Saya seorang yang tidak memiliki kemampuan apapun.
Saya seorang yang sama sekali tidak mandiri.
Saya seorang yang mungkin bagi orang lain bukan merupakan harapan.
Tapi berbeda bagi Aisyah.
Baginya saya adalah harapan.
Baginya saya sangat dibutuhkan.

Sebelum dia tidur.
Ketika ia bangun.
Ketika ia melihat.
Ketika ia melangkah.
Ketika ia lapar.
Ketika ia bersedih.
Ketika ia bergembira.
Ketika ia ingin bermain.
Saya adalah orang pertama yang ia cari.

Kadang di saat saya jenuh, saya marah padanya.
Tapi sikapnya yang lembut membuat hati saya selalu luluh.
Karena sesungguhnya bukan hanya ia yang membutuhkan saya.
Saya pun sangat membutuhkannya.

Di saat saya sedih.
Di saat saya bahagia.
Di saat saya makan.
Di saat saya kesepian.
Dia adalah orang pertama yang saya pilih untuk berbagi.

Satu-satunya orang yang bersedia mendengarkan keluh kesah saya.
Satu-satunya orang yang selalu ada untuk saya.
Satu-satunya orang yang bersedia menghapus air mata saya.
Satu-satunya orang yang selalu memeluk saya.
Satu-satunya orang yang mampu meredakan emosi saya.

Mungkin saya tidak bisa membuat orang lain bahagia.
Tapi hal sederhana yang saya lakukan mampu membuatnya tertawa garing.
Pelukan saya dapat membuatnya tidur dengan nyenyak.
Kalimat singkat saya dapat membuatnya merasa lebih tenang.

Betapa saya tidak pernah merasa seberuntung ini.
Betapa saya tidak pernah merasa sebahagia ini.
Betapa saya tidak pernah merasa setenang ini.
Ketika menyadari bahwa seorang bidadari lahir dari rahim ini.
Untuk memberikan saya kesejukan dan ketenangan jiwa.

Dia Aisyah ...
Si bidadari kecil itu.
Seseorang yang memberi saya hidup baru.
Seseorang yang memberi tahu saya arti hidup yang sesungguhnya.

You needed me, Aisyah.
I love you.





Comments

Popular posts from this blog

Pertama kali ke dokter gigi anak (di Balikpapan)

Ide pergi ke dokter gigi anak tercetus ketika ponakkan saya mengalami sakit gigi yang sangat parah. Tetapi malang sekali karena dia merasakannya seminggu menjelang hari raya Idul Fitri, dimana para dokter mengambil cuti guna menyambut hari raya.

Sebelumnya kami sudah melakukan pencarian nama-nama dan tempat praktek dokter gigi anak di Kota Balikpapan, kemudian menemukan nama drg Evi yang beralamatkan di Wika. Namun ketika mami saya berkunjung ke sana membawa Sachio, ponakkan saya tersebut, rumahnya kosong, sehingga mencoba mencari alternatif lainnya.

Kami menemukan nama drg Helsa yang mana spesialis gigi anak recommended juga di Kota Balikpapan, dan alhamdulillah praktek di klinik dekat rumah saya. Saya memutuskan untuk ikut memeriksakan gigi Aisyah sekalian.

Artis cilik Balikpapan 90-an yang sukses di Jakarta (Merpati Putih Balikpapan)

Balikpapan, salah satu sudut Benua Etam, terkenal dengan gadis-gadisnya yang rupawan, penuh prestasi pula. Dari model catwalk, photo model, sampai penyanyi ada di Kota ini. Terutama bagi generasi 90-an, banyak artis perempuan Balikpapan pada masa itu yang kini telah hijrah dan sukses di Ibu Kota. Siapa saja sih? Yuk kita simak, sekalian mengenang masa mereka ngetop di kota tercinta kita ini.
1. Jenifer Arnelita

Awalnya Jennifer Arnelita terkenal sebagai artis penyanyi cilik dan model remaja di Kota Balikpapan, hingga akhirnya ia terpilih menjadi bintang iklan salah satu produk perawatan tubuh remaja dan mengharuskannya hijrah ke Jakarta. Saat itu, ia masih duduk di kelas 2 SMP Negeri 1 Balikpapan. Di Ibu Kota, nama Jennifer semakin terkenal, beberapa FTV dan sinetron pun ia bintangi bersama artis-artis kawakan Indonesia, seperti Meriam Belina. Artis kelahiran Balikpapan 17 Desember 1984 ini telah menikah sejak pertengahan tahun 2015 dan kini disibukan dengan kegiatannya merawat buah …

Transformasi para pemain "Jangan Ambil Nyawaku" 1981 VS 2017. Nomor 6 romantis!

Baru-baru ini sebuah stasiun tevevisi swasta yang khusus menayangkan film-film tempo doeloe memutar sebuah film yang dibuat dengan sangat profesional dan serius, para pemainnya pun orang-orang senior yang bergelut di dunia theatre dan masih memiliki nama besar hingga kini, berjudul 'Jangan Ambil Nyawaku'.
Film tersebut berkisah tentang sebuah keluarga Batak yang harmonis, suami istri romantis, anak-anak yang manis, namun harus harus menghadapi cobaan yang berat yaitu si ibu menderita kanker rahim, dan harus terus melakukan kemoterapi, sementara sang ayah pun harus terapi mengobati impotensi karena stres, keluarga mendadak dirundung duka. Kisah ini diambil dari kisah nyata yang dinovelkan.
Para pemain pada film tersebut adalah Frans Tumbuan sebagai ayah, Lenny Marlina sebagai ibu, Ria Irawan sebagai anak tertua, Nunu Datau sebagai anak kedua, dan Hendra Saputra sebagai anak bungsu. Film yang disutradarai oleh Sophan Sophiaan ini juga menghadirkan Zainal Abidin sebagai dokter, …