Skip to main content

Surat Sederhana Seorang Ibu


Sumber Foto: Koleksi Pribadi

Hanya goresan pena penyampai kata hati... Cinta tanpa batas yang bersemayam dalam kalbu... Tak butuh kembali,  hanya berharap kau tahu.

Aku mungkin bukan ibu yang sempurna, dengan berjuta kelemahan yang melekat dalam diri, tapi rasa yang tak kasat ini berharap teraba olehmu.

Aku tak pandai menggendongmu ...
Memandikan ketika kau masih merah pun bukan keahlianku ...
Dapurku tak bisa jadi restoranmu,  aku bukanlah koki yang handal untuk memanjakan lidahmu.

Modalku kosong menjabat sebagai ibu.
Tak memiliki daya upaya,  tak punya keterampilan khusus.
Air mata saja yang bisa kuberikan, untuk menangis ketika sakit atau dukamu, untuk terharu dalam sukamu. Penambah bukti kelemahanku, seorang ibu yang cengeng.

Satu-satunya kelebihanku adalah surga di telapak kakiku, dimana setiap ibu juga memilikinya.
Tak teristimewa, tapi kuharap tidak bagimu.
Karena ketika satu persatu orang pergi dari sisimu seiring bertumbuhnya usia, aku tetap di sini, berjalan di sampingmu.
Meski kelak ragaku menghilang dari hadapmu, jiwaku tetap bersamamu.

Kasih yang terjalin melalui plasenta,  tak akan pudar seiring waktu, bagiku.
Senyumku takkan pernah berubah sejak pertama kau membuka mata dan melihatku. Senyum pertamamu untukku adalah yang tak terlupa sepanjang hidup.

Saat mereka mencintaimu hanya ketika kau masih berupa bayi yang lucu dan menggemaskan, aku menyayangimu bahkan jika kau sudah tidak lucu lagi.

Teruntukmu anak-anakku,
Dari ibumu dengan uraian air mata.

Comments

Popular posts from this blog

Pertama kali ke dokter gigi anak (di Balikpapan)

Ide pergi ke dokter gigi anak tercetus ketika ponakkan saya mengalami sakit gigi yang sangat parah. Tetapi malang sekali karena dia merasakannya seminggu menjelang hari raya Idul Fitri, dimana para dokter mengambil cuti guna menyambut hari raya.

Sebelumnya kami sudah melakukan pencarian nama-nama dan tempat praktek dokter gigi anak di Kota Balikpapan, kemudian menemukan nama drg Evi yang beralamatkan di Wika. Namun ketika mami saya berkunjung ke sana membawa Sachio, ponakkan saya tersebut, rumahnya kosong, sehingga mencoba mencari alternatif lainnya.

Kami menemukan nama drg Helsa yang mana spesialis gigi anak recommended juga di Kota Balikpapan, dan alhamdulillah praktek di klinik dekat rumah saya. Saya memutuskan untuk ikut memeriksakan gigi Aisyah sekalian.

Artis cilik Balikpapan 90-an yang sukses di Jakarta (Merpati Putih Balikpapan)

Balikpapan, salah satu sudut Benua Etam, terkenal dengan gadis-gadisnya yang rupawan, penuh prestasi pula. Dari model catwalk, photo model, sampai penyanyi ada di Kota ini. Terutama bagi generasi 90-an, banyak artis perempuan Balikpapan pada masa itu yang kini telah hijrah dan sukses di Ibu Kota. Siapa saja sih? Yuk kita simak, sekalian mengenang masa mereka ngetop di kota tercinta kita ini.
1. Jenifer Arnelita

Awalnya Jennifer Arnelita terkenal sebagai artis penyanyi cilik dan model remaja di Kota Balikpapan, hingga akhirnya ia terpilih menjadi bintang iklan salah satu produk perawatan tubuh remaja dan mengharuskannya hijrah ke Jakarta. Saat itu, ia masih duduk di kelas 2 SMP Negeri 1 Balikpapan. Di Ibu Kota, nama Jennifer semakin terkenal, beberapa FTV dan sinetron pun ia bintangi bersama artis-artis kawakan Indonesia, seperti Meriam Belina. Artis kelahiran Balikpapan 17 Desember 1984 ini telah menikah sejak pertengahan tahun 2015 dan kini disibukan dengan kegiatannya merawat buah …

Transformasi para pemain "Jangan Ambil Nyawaku" 1981 VS 2017. Nomor 6 romantis!

Baru-baru ini sebuah stasiun tevevisi swasta yang khusus menayangkan film-film tempo doeloe memutar sebuah film yang dibuat dengan sangat profesional dan serius, para pemainnya pun orang-orang senior yang bergelut di dunia theatre dan masih memiliki nama besar hingga kini, berjudul 'Jangan Ambil Nyawaku'.
Film tersebut berkisah tentang sebuah keluarga Batak yang harmonis, suami istri romantis, anak-anak yang manis, namun harus harus menghadapi cobaan yang berat yaitu si ibu menderita kanker rahim, dan harus terus melakukan kemoterapi, sementara sang ayah pun harus terapi mengobati impotensi karena stres, keluarga mendadak dirundung duka. Kisah ini diambil dari kisah nyata yang dinovelkan.
Para pemain pada film tersebut adalah Frans Tumbuan sebagai ayah, Lenny Marlina sebagai ibu, Ria Irawan sebagai anak tertua, Nunu Datau sebagai anak kedua, dan Hendra Saputra sebagai anak bungsu. Film yang disutradarai oleh Sophan Sophiaan ini juga menghadirkan Zainal Abidin sebagai dokter, …