Arini Telah Merasuki Jiwaku, Nick Adalah Belahannya - Review Novel Mira W


Perpustakaan Balikpapan
Annisa Tang (c)
MASIH ADA KERETA YANG AKAN LEWAT - MIRA W

Cinta tidak pernah mengotori Arini! 

Kalimat itu terus bergelayut manja di benak Arini, membuatnya susah melupakan pesona pemuda yang berusia 15 tahun lebih muda darinya itu.

Sebuah Novel buah karya Mira W berjudul 'Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat' yang aku pinjam dari Perpustakaan Kota Balikpapan pada hari Rabu tanggal 19 Februari 2020 kemarin dan aku lahap dalam waktu semalam saja, sungguh menggugah hatiku.

Cinta seorang anak muda bernama Nick kepada Arini melebihi apa yang orang dewasa bisa berikan padanya, bahkan hanya pengkhianatan yang ia dapatkan dari pria sebaya, cinta pertamanya dahulu.

Bukan tidak merasakan hal yang sama, hanya saja Arini tak ingin merasa terhina seperti dahulu, ia khawatir cinta kembali mempermainkannya, apalagi kali ini ia berhadapan dengan pemuda yang penuh gairah, muda dan sangat bersemangat, sehingga Arini berusaha mengingkari perasaannya sendiri.

Trauma masa lalu sungguh membuat batin dan jiwanya masih terusik, dan ia pun memilih hidup menjadi wanita yang dingin juga penuh dendam, meski sepi yang melanda diri sukar untuk ia ingkari.

Kalau begitu, dewasakanlah aku Arini!

Bukan hanya alkohol yang membuatnya mabuk, tetapi cinta pada seorang wanita yang lebih pantas menjadi tantenya itu sungguh telah memabukkannya dan membuatnya susah menahan diri untuk tidak menyentuh Arini, namun cintanya yang begitu besar pula yang menghentikannya untuk menjamah tubuh suci Arini kala wanita itu memintanya.

Awalnya Arini merasa risih dengan kehadiran Nick yang selalu menguntit kemana ia melangkah, namun seiring waktu, dengan kegigihan seorang Nick membuat hatinya justru menahan beban rindu kala ia tak berjumpa dengan pemuda itu.

Kisah cinta antara Arini dan Nick membuat aku sedikit terharu, bahkan sempat meneteskan air mata. Bukan karena kegigihan Nick mengejar cinta Arini, melainkan lebih kepada pemahamanku akan keraguan dalam diri Arini.

Seorang pria yang berusia sama dengannya saja mempermainkan cintanya, apalagi pemuda yang masih sangat bergairah seperti Nick, 15 tahun lebih muda! Ia tak ingin merasa terhina untuk kedua kalinya, apalagi jika yang melakukannya adalah seseorang yang lebih pantas menjadi keponakkannya itu.
Balikpapan
Annisa Tang (c)
Cinta memang telah menyakitinya begitu keji. Helmi, mantan suaminya dahulu ternyata menikahinya hanya demi menutupi perselingkuhannya dengan sahabat karibnya.

Arini menjadi korban dari affair yang terjadi antara Helmi dan Ira, sahabatnya.

Ira merupakan seorang istri dan telah menjadi ibu dari 3 orang anak, dimana anak bungsunya adalah anak hasil perselingkuhannya bersama Helmi.

Aku kepikiran ingin meminjam novel karya Mira W dari Perpustakaan Daerah sudah lama, karena dulu aku pernah membaca salah satu novelnya (sudah lupa judul dan ceritanya, kalau tidak salah cerita tentang percintaan masa SMP) dan kurasakan memang mudah sekali membuat pembaca hanyut di dalamnya.

Hanya saja baru sempat untuk datang dan meminjam karena kebetulan sekolah anakku berkunjung ke Perpustakaan Daerah Kota Balikpapan.

Bahkan aku baru tahu kalau ternyata Novel ini sudah sempat difilmkan dan sekitar 2 tahun yang lalu (2018) keluar versi terbarunya, berjudul Arini, diperankan oleh Aura Kasih dan Morgan Oey, setelah dulu 'banget' pernah diperankan oleh Rano Karno dan Widyawati.

Tetapi percaya deh, buku lebih mampu membuat kita baper dengan alunan kisahnya, apalagi jika ekspektasi kita mengenai para tokoh yang ada dalam buku tidak sesuai dengan realita ketika novel tersebut difilmkan.

Seperti bayanganku yang tidak berharap bahwa tokoh Arini dalam kenyataan adalah Aura Kasih dan tokoh Nick adalah Morgan Oey.

Ada juga Sinetron tahun 90-an yang berjudul Cinta, diperankan oleh Desy Ratnasari dan Primus Yustisio, yang mengisahkan tentang percintaan antar kakak dan adik ipar, yang juga diangkat berdasarkan Novel karya Mira W dengan judul 'Seandainya Aku Boleh Memilih'.

Tapi karena aku belum membaca Novelnya, aku cukup baper menyaksikan kisah percintaan antara Desy dan Primus ketika itu.

Itu yang membuat kamu tidak punya teman! Kamu sengaja menutup diri.

Kata-kata Nick tersebut terus terngiang di telinganya. Arini memang sangat menutup diri, ia khawatir tidak dapat diterima oleh orang lain sehingga mengkondisikan diri bahwa ia yang tidak menerima orang lain dalam kehidupannya, apalagi jika hanya untuk mempermainkan dan menghina dirinya!

Arini merupakan pribadi yang pemalu, tidak cantik, tidak percaya diri, dan naif sehingga dengan mudahnya Ira menjadikannya bagian dari sandiwara untuk menutupi hubungannya dengan Helmi.

Ketika aku mulai memahami karakter Arini di awal cerita, hatiku seperti berdesir, berdesis, bahkan bergemuruh, menyadari bahwa dia tidak jauh berbeda denganku, tetapi kini, semakin bertumbuh usianya, ia lebih berprinsip, sedangkan aku masih sama seperti dahulu, tidak percaya diri dan lebih-lebih tidak percaya terhadap orang lain.

Apa sungguh masih ada lelaki tulus di dunia ini pun, aku sangat meragukannya. Kalaupun ada, apa kelak ia tidak akan kecewa dengan banyaknya kekuranganku setelah ia mengetahuinya di kemudian hari.

Untuk mengakui bahwa aku sungguh telah jatuh kembali dalam naungan cinta tentu akan sama sulitnya dengan yang terjadi pada diri Arini.

Bedanya adalah aku memiliki dua anak yang mendampingi dan kudampingi sejak mereka baru dilahirkan, sedangkan Arini, ibu kandungnya dan Helmi sengaja menyembunyikan kebenaran bahwa anak hasil buah cintanya bersama Helmi masih hidup untuk menyembuhkan jiwa Arini yang sempat terserang depresi saat nifas yang bisa membahayakan anaknya, sehingga Arini benar-benar sendiri dan kesepian.

Ternyata anak tersebut dibesarkan oleh Helmi dan Ira setelah Ira bercerai dari sang suami kemudian menikah dengan Helmi.

Untuk itulah aku diciptakan Tuhan, untuk mendampingimu.

Kalimat jawaban yang terlontar dari bibir Nick membuat Arini sangat terharu, membuatnya akan merasa sangat menyesal jika ini merupakan akhir hidupnya, karena kalimat yang begitu indah justru ia dengar saat ia akan menghadapi meja operasi, menantang maut, demi menyumbangkan sebelah ginjalnya untuk anak semata wayangnya yang mengalami gagal ginjal, satu-satunya hal yang Arini rasa bisa ia lakukan untuk menebus dosanya selama ini karena telah menyia-nyiakan Ella, anaknya itu.

Wanita dan pria memang ditakdirkan berpasangan, saling melengkapi, dengan perbedaan yang ada dan kekurangan masing-masing, namun ada pria/wanita yang bisa menerima kekurangan pasangannya, ada juga yang tidak.

Aku dan Arini sama, yaitu sama-sama merasakan pengkhianatan cinta meski dengan cara yang berbeda.

Karakter Nick yang kuat, merasa yakin untuk mengejar wanita yang ia cintai meski banyaknya perbedaan di antara mereka termasuk perbedaan usia yang cukup jauh, membuat hatiku sangat tergugah dan mengharu biru.

Betapa anak berusia muda sudah bisa begitu percayanya akan cinta di saat aku yang berusia cukup jauh di atasnya pun tidak begitu yakin bahwa cinta itu benar adanya.

Bahkan ketika Bunga Citra Lestari tersungkur dalam duka di pusara Ashraf Sinclair, suaminya, aku masih tidak percaya bahwa cinta itu sungguh ada dan terjadi pada setiap pasangan.

Selama ini yang aku saksikan hanyalah keegoisan cinta, bukan ketulusan, sehingga aku pun menjadi dingin dalam tahun-tahun terakhir pernikahanku, tak ada lagi cinta yang bersemi dengan indahnya. Sekedar melayani agar tak dikhianati sudah cukup bagiku, tapi jika dusta yang sudah berbicara, aku memilih mundur.

Apa sih artinya umur? Yang penting kamu masih bisa beranak!

Lontaran kalimat terus terang yang ditujukan Nick buat Arini, membuatku teringat lintasan pikiranku saat detik-detik aku menunggu putusan ceraiku di pengadilan.

"Tidak masalah aku tidak menikah lagi, yang terpenting aku selalu bersama anak-anakku."

Karena saat itu pun sudah aku putuskan, 2 anak ini bagiku sudah cukup puas untukku hidup meski tanpa suami yang mendampingi.

Ketakutan terbesarku adalah ketika calon papa baru tidak mampu menyayangi anak-anakku seperti anaknya sendiri, apalagi jika kelak ia memiliki anaknya sendiri.

Dan bagi sebagian Single Fighter Woman (berdasarkan sudut pandangku tentunya), duda adalah pasangan yang paling tepat karena adil, sama-sama sudah pernah menikah dan juga sama-sama sudah memiliki anak dengan pasangan terdahulu.

Oleh karena itulah, Arini pun sama, ragu-ragu untuk merengkuh cintanya bersama pemuda yang sama sekali belum pernah menikah dan jauh lebih belia daripadanya, meski ia masih bisa memberikan seorang atau dua orang anak lagi.

Dilanda cinta, seorang wanita dewasa bisa berubah menjadi apa saja.

Betapa Arini berlari-lari menghambur mendapatkan lelaki yang dirindukannya sementara Nick sudah melompati dua anak tangga  sekaligus sambil membuka kedua lengannya lebar-lebar.

Tadinya aku pikir kisah percintaan antar orang dewasa saja yang menarik untuk disimak, ternyata kisah kasih seorang wanita dewasa dengan pemuda berusia nyaris seperempat abad pun tak kalah menarik dan romantis.

Bagi penikmat romansa kehidupan, aku sampai meneteskan air mata haru membaca kisahnya, meski aku tahu ini hanya kisah fiksi.

Tapi ada yang perlu kalian ketahui bahwa penulis tak akan sepenuhnya menulis kisah fiksi yang murni khayalan tanpa disisipkan sedikit kisah yang ia atau orang-orang sekitarnya alami, setidaknya itu aku, sebagai penulis cerita fiksi.

Aku rekomendasikan novel ini untuk kalian baca, meski ini novel lama tapi mungkin sebagian dari kita ada yang belum pernah membacanya atau sebagian lagi sudah menonton kisahnya melalui film Arini tapi ingin mengetahui lebih detail lagi konflik batin yang dialami oleh para tokohnya.

You Might Also Like

4 komentar

  1. Reta belum pernah baca, dan tertarik pengen baca juga. Boleh lah masuk lis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanggal 29 Februari saya kembalikan di perpus, buruan pinjam sebelum dipinjam orang lain. Karena novel Mira W di sana laris, dari sekitar 6 judul novel hanya 2 saya nemunya dan kebetulan readynya untuk yang judul ini hanya 1 eks.

      Delete
  2. Replies
    1. Sama Mom ... kalau baca tulisan-tulisannya sungguh susah move on.

      Delete