Koleksi Komik Jadul Melahirkan Mimpi Menjadi Balerina Lalu Penyanyi dan Aktris Teater

            

Komik Jadul
Komik Jadul.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi

            Melalui salah satu jenis buku bergambar alias komik buah karya Kimiko Uehara, berjudul 'Happy Mary Chan', aku mulai mencintai cerita-cerita yang berkisah tentang dunia balet. Bahkan ketika itu aku sampai memiliki cita-cita ingin menjadi balerina seperti para tokohnya.
            Kalau katanya Mary Koishikawa, anak gadis di Panti Asuhan Malaekat yang kemudian diadopsi oleh ballerina terkenal bernama Maya Koshikawa, balet adalah sebagian dari jiwaku. Kalau kataku, buku adalah sebagian dari jiwaku.

            Aku mengenal komik balet sejak aku masih duduk di kelas 4 SD, khususnya serial Mary Chan, mulai dari Happy Mary Chan, kemudian Mary Chan Bintangnya Cinta, Lovely Mary Chan, lalu Mary Chan Silver Toe Shoes.

            Semuanya adalah karya Kimiko Uehara. Dan sebenarnya masih ada 1 judul lagi yang dulu ingin aku beli, karena berkisah tentang balet juga, dan gambarnya mirip dengan karya Kimiko sebelumnya di serial Mary Chan, tetapi ketika itu sepertinya sedang ada masalah di keluargaku sehingga belum sempat terbeli.

            Judulnya adalah Karina. Kebetulan sahabat karibku ketika Sekolah Dasar dulu yang merekomendasikan komik itu, karena kami sesama pencinta komin balet.

            Ada 2 komikus Jepang kesukaanku, yaitu Kimiko Uehara dan Mariko Okumura. Karena di mataku sebagai anak-anak jaman dulu, bahkan kini telah dewasa, gambarannya akan para tokoh mampu membuatku jatuh hati.

            Tokoh perempuannya cantik dan tokoh lelakinya juga tampan-tampan. Di samping itu alur ceritanya juga bagus, dan kata-katanya pun bagus-bagus. Mampu membawa emosi penikmatnya.

Happy Mary Chan
Happy Mary Chan.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi

            Seperti saat Mary Koshikawa yang telah mengetahui siapa ibu kandungnya, dan ternyata dirinya sendiri terlahir sebagai anak kembar, dimana kembarannya yang sakit-sakitan ternyata juga jatuh cinta dengan kekasihnyanya, ia merasa sangat putus asa.

            Pembaca juga menjadi putus asa karenanya. Dimana sebelumnya dia memiliki segalanya, bahkan pemeran utama dalam balet ciptaannya Maya Koishikawa, kemudian seolah semuanya kembali pada Marie, kembarannya Mary.

            Baik ibu angkat yang paling dia sayangi, ibu kandungnya, ayah kandung yang sebelum ia tahu bahwa itu adalah ayahnya, sempat dekat dengannya sebagai pengajar baletnya, bahkan kekasihnya pun tiba-tiba menjadi tunangan Marie.

            Hal itu membuat Mary Koishikawa merasa kesal dan cemburu terhadap Marie, namun dia berusaha menutupi perasaannya dengan bersikap tegar. Kebetulan Mary juga memiliki hati yang baik. Pada akhirnya yang bisa dia lakukan untuk membalas, hanyalah berpura-pura pacaran dengan Alan, pemuda Perancis, tunangan Marie di masa kecil.

            Jadi Mary dan Marie adalah peranakan ibu Jepang dengan ayah seorang Perancis, dan keduanya merupakan penari ballet yang hebat dan terkenal. Mereka terpisah-pisah karena salah satu saudara ayahnya jahat bahkan berusaha mencelakai anak kembar itu.

            Pada akhirnya Marie diasuh oleh Maya Koishikawa, sementara Mary diasuh oleh adik kandung ibunya. Sampai pada suatu ketika Marie hilang karena diculik, sementara Mary juga menghilang hingga terdampar di panti asuhan.

            Ketika Maya Koishikawa berkunjung ke panti asuhan Malaekat untuk mencari Marie, ia justru bertemu dengan Mary dan meminta Mary untuk menjadi anak angkatnya, menggantikan Marie.

            Jadi menjelang cerita selesai, dikisahkan pertualangan Mary dan Marie masing-masingnya sebelum mereka bertemu orang tua kandungnya kembali.

            Ending cerita, Mary dan Satoru kembali menjadi sepasang kekasih dan memutuskan untuk pergi berdua ke New York, menjadi ballerina dan penari balet internasional.

Komik Pansy
Komik Pansy.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi

            Kalau komik karya Mariko Okumura yang aku sukai ada 2 judul, yaitu Pansy dan Nana Chan. Kenapa aku suka komikus yang satu ini juga, ya alasannya tak jauh berbeda dengan mengapa aku bisa menyukai karya Kimiko Uehara.

            Aku senang melihat gambar tokoh kartun yang bermata besar, cemerlang, cantik dan tampan, dengan alur cerita yang menarik.

            Kisah tentang persahabatan di masa kecil antara gadis simpanse (anak perempuan yang dibesarkan oleh simpanse) dengan putera mahkota yang berjiwa bebas, mengantarkan mereka pada akhir cerita sebagai pasangan suami istri.

            Dia adalah Pansy dan Putera Mahkota Edoardo. Komik Pansy ini terdiri dari 11 buku komik, dimana diceritakan awal Mark, seorang peneliti hewan, membawanya pulang dari Afrika.

            Karena besar bersama hewan-hewan, Pansy sangat liar sehingga membuat Mark kewalahan. Hanya Pangeran Edoardo yang pada mulanya mampu menghadapi dan mengendalikan Pansy.

            Rahasia Pansy sebagai anak gadis yang dibesarkan oleh simpanse ditutup rapat-rapat oleh Mark, Marin (kekasih Mark), dan Edoardo. Meski begitu, ada saja orang jahat yang berniat mencelakakan Pansy. Syukurlah ada Edoardo yang selalu melindunginya juga.

            Tapi Edoardo sebenarnya juga tak luput dari perbuatan jahat orang-orang di sekitarnya. Apalagi ada sepupunya yang berhati jahat yang berkali-kali mencoba mencelakakannya juga demi merebut tahta kelak.

            Kisah petualangan Pansy ini sangat menarik dan dikemas dalam bentuk komik yang apik oleh Mariko Okumura.

Komik  Nana Chan
Komik Nana Chan.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi

            Setelah Pansy, saya hanya memiliki komik Nana Chan yang juga merupakan buah karyanya. Kalau Mary Chan karya Kimiko Uehara memiliki mimpi untuk menjadi balerina, nah kalau Nana Chan karya Mariko Okumura, memiliki mimpi untuk menjadi seorang penyanyi. Kebetulan dia memiliki bakat menyanyi yang luar biasa.

            Setiap cerita pasti ada premis yang mengawalinya sebelum tercipta menjadi sebuah kisah yang panjang. Seperti Nana Chan ini yang memiliki Premis, kurang lebih seperti 'Seorang anak perempuan yang memiliki bakat menyanyi luar biasa, namun terhalang oleh rasa grogi dari dalam dirinya'.

            Nana adalah seorang yang demam panggung. Walau bisa menyanyi dengan baik, tapi saat tampil di hadapan orang lain, atau saat berada di atas panggung, dia langsung panik dan gugup. Sedangkan setiap dia gugup, dia pasti bersin-bersin.

            Anak yang baik hati pasti banyak yang dukung, berkat teman-temannya, akhirnya dia bisa bernyanyi dengan baik tanpa bersin-bersin terlebih dahulu di atas panggung.

            Ngomongin komik lama memang tak ada habisnya ya? Anak-anak tahun 80-90an pasti sangat merindukan masa itu.

Komik Kristy
Komik Kristy.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi

            Kyoko Sagara adalah salah satu komikus yang karyanya juga sempat aku koleksi secara lengkap, yaitu komik yang berjudul Kristy.

            Untuk gambarnya, bagiku nggak terlalu favorite karena kisah Kristy sering kali menunjukkan kekonyolan tokoh utamanya tersebut. Tapi cerita Kristy cukup bagus, bahkan ketika itu aku mengulang-ulang untuk membacanya.

            Jadi dalam komik ini menceritakan bagaimana si Kristy hidup di tengah keluarganya yang olah-ragawan, namun dirinya sendiri tak memiliki prestasi apapun.

            Sementara di sisi lain ada cowok yang juga selalu usil kepada Kristy karena menganggap kalau Kristy sama dengannya, yaitu 'burung pipit yang lahir di kalangan burung elang'.

            Pria itu mencintai Kristy dahulu, sementara Kristy menyukai kakaknya. Tapi dengan caranya sendiri, yang selalu melindungi Kristy dari bahaya apapun, akhirnya Kristy pun mencintai dan takut kehilangannya.

            Masih banyak komik lain yang tidak lengkap aku beli ketika itu, alias tidak mengikutinya. Seperti Lady George, Swan, Topeng Kaca, Candy-candy, Sailor Moon, Detektive Conan.

            Padahal aku suka semuanya, tapi kebetulan saat itu sudah tayang di televisi juga kisah Candy-candy, Sailor Moon, dan Detektive Conan, jadi aku sudah tahu ceritanya.

            Meski kalau untuk Detektive Conan sih masih seru untuk dibaca, hanya saja aku nggak koleksi komiknya, karena sampai 40an buku kalau tidak salah. Salah satu sepupuku yang cowok mengoleksinya dengan lengkap.

            Sementara kalau Lady George, hanya aku beli sampai buku kedua karena saat itu keluar buku ketiganya lama banget, sedangkan aku sudah nggak terlalu sering berkunjung ke toko buku lagi.                        Kemudian Swan, hanya beli buku pertama saja, karena walau berkisah tentang balet juga, tapi aku kurang tertarik dengan gambarnya.

            Kalau Topeng Kaca sih sempat beli sampai buku keenam, ceritanya juga menarik, kisah tentang persaingan di dunia teater untuk memperebutkan peran utama bidadari merah. Tapi keluar buku ketujuhnya saat itu juga cukup lama sehingga aku lupa untuk lanjut membeli dan membacanya.

            Tadi itu sekilas tentang komik-komik jadul yang aku koleksi. Mulai dari dunia balet, dunia artis penyanyi, sampai dunia teater. Uniknya komik jaman dulu, rata-rata karakter tokoh utamanya diciptakan memiliki passion tertentu dimana diceritakan upaya para tokoh dalam mencapai mimpinya itu.

            Kalau bagiku, komik jadul itu membawa mimpi tersendiri bagiku. Membuat setiap anak dan remaja yang membacanya ikut berani bermimpi, bahkan seringkali berangan-angan untuk menjadi seperti para tokohnya.

Koleksi Komik Jadul
Koleksi Komik Jadul.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi


            

            

You Might Also Like

0 komentar