Hoala dan Koala - Kumpulan Lagu Edukasi Untuk Anak dan Balita

 "Maaf Ibu, aku lupa. Ketika main aku ingin gambar, langsung kuambil kerayonku, corat-coret, asyik menggambar" - lirik lagu anak Kata Ibu Hoala Koala.

Kata Ibu Hoala Koala
Hoala sedang mencoret dinding rumah di video klip lagu Kata Ibu.
Sumber Foto: Hoala Koala

            Sebagai ibunda dari dua orang anak yang salah satunya masih berusia balita, lagu yang berjudul 'Kata Ibu' dari Hoala dan Koala cukup berkesan buat aku.

            Kebetulan anak lelakiku yang masih berusia 3 tahun juga sangat suka sekali dengan aktivitas menggambar, bermain, dan makan biskuit.

            Saat dia sudah memegang alat tulis, maka lantai, lemari, bahkan dinding rumah dapat menjadi media gambarnya. Ketika dia makan biskuit, maka sepanjang dia melangkah dia akan meninggalkan jejak berupa remahan biskuit. Begitupun ketika dia sudah mengeluarkan mainannya dari dalam kontainer.

            Ya, lirik dalam lagu-lagu Hoala dan Koala sangat relate dalam dunianya orang tua dan anak-anak, sehingga akupun memperkenalkan koleksi lagunya pada anak-anakku. Di samping itu banyak sekali pesan baik yang terkandung dalam lirik-liriknya. Nada-nadanya juga sangat enak untuk dinikmati.

            Semenjak berlalunya tahun 90-an, memang rasanya industri musik yang memproduksi lagu anak-anak mulai berhenti, dimana yang tadinya di dunia pertelevisian masih ada beberapa tayangan yang khusus untuk memutarkan video klip lagu anak, akhirnya juga beralih menjadi tayangan musik dewasa saja, sampai akhirnya sunyi terdengar adanya produksi lagu baru untuk anak-anak lagi dan nyaris tak ada nama baru untuk penyanyi anak-anak.

            Sementara penyanyi anak-anak generasi 90-an pun beranjak dewasa dan secara tidak langsung meninggalkan karirnya sebagai penyanyi cilik. Adapun yang sampai kini belum dan tidak akan pernah beranjak dewasa, hanya Boneka Susan, sayangnya Kak Ria Enes, pendamping Susan juga mulai berumur.

            Anakku yang berusia 7 tahun dan kedua ponakkanku yang berusia 9 dan 8 tahun bahkan menganggap dirinya sudah dewasa sehingga tak sepatutnya mendengarkan lagu anak-anak lagi, karena katanya tak ada anak seusia mereka yang mendengarkan lagu bayi lagi.

            Agak menakjubkan pendapat mereka menurutku, dimana aku dahulu yang sudah duduk di sekolah menengah pertama masih bisa mengidolakan Joshua Suherman dan Tasya Kamila, anak dan ponakkan-ponakkanku justru menganggap lagu anak-anak itu hanya diperuntukkan bagi bayi.

            Lagu-lagu dewasa viral yang diremix oleh para DJ kini justru lebih easy listening bagi mereka, mudah dihafal dan ditiru karena lebih sering diperdengarkan di aplikasi musik yang mereka miliki dibandingkan lagu anak-anak.

            Ketika anakku mendapat tugas dari sekolahnya untuk menyanyikan lagu anak dengan gaya, dia dengan malu-malu melakukannya di depan kamera. Bukan karena enjoy, melainkan hanya sebagai kewajibannya dalam memenuhi tugasnya di sekolah.

Hoala Koala
Keluarga Hoala dan Koala.
Sumber Foto: Hoala Koala

            Lesunya industri musik lagu anak membuat CEO PT Amnar Awandi Kazoku, Rendyadi Amnar, berinisiatif menciptakan karakter 3D untuk membawakan lagu anak-anak yang benar-benar baru pada pertengahan tahun 2020. Karakter tersebut beliau beri nama Hoala dan Koala.

            Namun bukan hanya Hoala dan Koalanya yang akan bernyanyi membawakan lagu-lagu bertema edukatif tersebut, melainkan juga ada tokoh ayah, ibu, Miss Jeruk, Rubin si rubah, Lincul si ular, Burhan si burung hantu, Bu Aya si buaya, Serigili si serigala, Om Ping si harimau, dan Om Bre si singa.

            Jadi tokoh dan suaranya juga bervariasi, membuat anak-anak yang menonton dan menikmati lagu-lagunya tidak akan bosan.

            Karakter 3D tersebut diharapkan mampu menemani anak-anak sepanjang masa, tidak berbatas waktu, karena mereka selamanya adalah anak-anak, tidak akan menjadi dewasa walau waktu telah berganti.

            Bersyukur aku masih memiliki seorang anak balita yang masih mau menikmati lagu-lagu anak, jadilah aku memutarkan video klip lagu Hoala dan Koala untuknya. Kebetulan balitaku yang baru berusia 3 tahun ini mengalami speech delay yang membuatnya selalu ingin mencoba mengatakan kosakata baru kini.

            Bagi anak yang speech delay, mengajaknya bernyanyi lagu yang liriknya menggunakan bahasa ibu dan sederhana, dapat membantunya lebih lancar dalam berbicara. Lagu anak-anak adalah solusi yang tepat untuk itu.

            Banyak kosakata umum yang sederhana di dalam lagu-lagu milik Hoala Koala, namun kadang anak-anak seusia anak bungsuku ini belum mengetahuinya, sehingga lirik lagu yang dinyanyikan oleh Hoala dan Koala bersama keluarga serta teman-temannya dapat menjadi media pembelajaran yang baik bagi anak-anakku.

            Bukan hanya itu, Hoala dan Koala juga mengajak anak-anak kita untuk melakukan perbuatan yang baik saja dan meninggalkan kebiasaan anak-anak yang tidak baik. Seperti, yuk membereskan mainan seusai bermain, atau menggambarlah di kertas dan buku gambar tetapi jangan melukis di dinding rumah.

            Keluarga Hoala juga digambarkan sebagai keluarga yang harmonis dimana bukan hanya ibu yang berperan dalam mengedukasi Hoala dan Koala, melainkan juga ada peran ayah di dalamnya.

            Seperti dalam lagu 'Minta Ayah', Hoala merayu sang ayah untuk mengijinkannya menonton televisi atau bermain ponsel saat ibunya sedang tidak ada di rumah, karena sang ibu yang selalu berpesan untuk tidak terlalu sering menonton televisi atau bermain ponsel.

            Ayahnya menolak permintaan Hoala. Ia justru mengajak Hoala dan Koala untuk bermain bersama saja. Walau pada akhir videonya lumayan lucu, karena ayahnya hanya memberi teori tanpa mencontoh sikap tersebut kepada Hoala.

            Jadi dalam lagu tersebut edukasinya bukan hanya untuk anaknya saja, melainkan untuk orang tuanya juga dimana saat mendidik anak, kita harus menjadi role mode bagi anak-anak juga.

Ayah Hoala Koala
Keluarga Hoala dan Koala makan bersama di meja makan.
Sumber Foto: Hoala Koala

            Sebagai single mom, aku memang tidak bisa secara langsung memperkenalkan peran seorang ayah di dalam rumah untuk anak-anaknya itu seperti apa. Oleh karenanya, aku memang sering sekali memberikan anak-anakku tontonan kartun musikal yang keluarganya utuh dan harmonis.

            Hoala Koala yang sudah memiliki 5 album dengan lebih dari 45 lagu anak-anak yang bisa diputar di youtube, spotify dan iTunes ini pun menjadi pilihanku kini untuk anak-anakku.

            Video Klip Hoala dan Koala memperlihatkan keluarga yang harmonis, pertemanan yang baik, saling membutuhkan, membantu, saling memberikan informasi dan edukasi yang baik, serta nilai plusnya adalah berbahasa Indonesia, sehingga mampu meningkatkan kemampuan anak-anak Indonesia dalam berkomunikasi yang baik dengan bahasanya sehari-hari.

            Selain itu, walaupun Hoala dan Koala bergenre lagu untuk anak, namun balutan musiknya dikemas dengan profesional dari segi penggarapan dan penggunaan alat musik yang beragam seperti saxophone, terompet, double bass, trombon, klarinet, cello, harpa, hingga instrumen etnik Indonesia seperti gamelan dan angklung.

            Banyak musisi internasional yang juga turut berpartisipasi dalam pembuatan album lagu anak-anak milik Hoala dan Koala ini.

            Hoala Koala memang ingin meninggalkan kesan bahwa tak selamanya lagu-lagu anak itu sederhana dari segi musik dan penggarapannya. Walau hanya lagu yang diperuntukkan bagi anak-anak, namun Hoala dan Koala dikemas secara profesional.

            Bukan hanya terbatas pada musik pop seperti umumnya lagu anak diciptakan, melainkan Hoala Koala juga memvariasikan musik garapannya dalam balutan jazz, big band, swing, jpop, hingga etnik, dengan kualitas vokal yang baik, sehingga Hoala Koala juga mampu bersanding dengan musik di luar genre lagu anak.

            Sebagai lagu anak Indonesia balita, kehadiran Hoala dan Koala diharapkan dapat membangkitkan industri musik anak dan menaikkan level serta pandangan umum atas lagu anak.



You Might Also Like

2 komentar

  1. tapi oendapat itu ada benarnya. saat aku mengajak anak2 sd menyanyi lagu anak2 mereka bilang itu kan lagu anak TK.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mom, hihihiii, anak SD jaman now ya, beda banget. Padahal dulu saya sudah SMP saja masih suka sama lagu anak-anak. 😅😅

      Delete