Pretty Little Liars Indonesia - Serial Menegangkan Adaptasi Novel Amerika

Pretty Little Liars
Pretty Little Liars Indonesia, adaptasi dari Novel Amerika karya Sara Sheperd berjudul sama.
Sumber Foto: Viu Indonesia
Desain: Pribadi

Pretty Little Liars yang pada musim pertama langsung dirilis dalam 10 episode, dan tayang melalui aplikasi VIU ini merupakan drama seri Indonesia yang diadaptasi dari Novel berjudul sama karya Sara Shepard.

Drama Seri Indonesia ini ber-setting tempat full di Bali, dengan kota ciptaan karya penulisnya alias kota fiksi, yaitu Kota Amerta.

Serial yang mengusung genre thriller, sesuai dengan novelnya ini, akan membuat kita menyaksikan tayangan-tayangan yang menegangkan, mencengangkan, dan penuh misteri, sejak awal sampai akhir cerita.

Sinopsis Pretty Little Liar Indonesia

Kisah pun dimulai dari farewell party SMA yang dibuat oleh lima sahabat bernama Alissa, Aria, Hanna, Ema, dan Shabrina, di sebuah villa yang berada di tengah hutan.

Pada pesta tersebut, Alissa menyarankan agar setiap orang menceritakan rahasia mereka padanya untuk mengukuhkan persahabatan mereka, karena menurut Alissa rahasia itu sangat penting dalam persahabatan.

Sayangnya pesta yang seharusnya bahagia malah berujung petaka.

Alissa tiba-tiba menghilang, dan baru diketemukan jasadnya setelah setahun kemudian saat semua sahabat yang tadinya sudah mulai berpencar, kembali bersatu lagi sebagai mahasiswi di kampus yang sama.

Ketegangan dimulai ketika satu persatu sahabat tersebut mendapat teror melalui pesan singkat yang dikirimkan oleh seseorang berinisial 'A' pada nomor ponsel mereka masing-masing.

Yang pertama adalah Aria, dimana seseorang yang mengaku sebagai 'A' mengirimkan pesan guna menyindir tentang hubungan spesialnya dengan dosen mereka di kampus dan mengenai kesalahan ayahnya di masa lalu.

Kemudian ada Shabrina yang mendapatkan teror dari 'A' juga, yaitu berupa sindiran mengenai hubungan terlarang yang selalu dia jalankan dengan kekasih-kekasih dari kakak kandungnya sendiri.

Selain itu Ema juga menerima pesan rahasia dari 'A' yang dituliskan pada selembar kertas dan ditinggalkan ke dalam tasnya saat dia sedang latihan renang, yang isinya adalah kalimat sindiran karena dia selalu jatuh cinta pada orang yang tidak baik.

Lalu Hanna pun menerima pesan sindiran yang berisi kurang lebih sama, dimana 'A' bersikap seolah-olah mengetahui semua rahasia 4 sahabat tersebut.

Awalnya keempat sahabat itu berpikiran bahwa inisial 'A' tersebut adalah Alissa karena pesan itu mereka dapatkan sebelum jasad Alissa ditemukan, namun akhirnya menjadi sebuah misteri setelah mereka mengetahui bahwa Alissa telah tewas terbunuh.

Kehidupan Para Tokoh

1. Aria

Walau terlihat besar di keluarga baik-baik, harmonis, dan bahagia, namun sesungguhnya, sejak ia mengetahui perselingkuhan ayahnya, Aria merasa tidak bahagia.

Dia juga selalu dihantui rasa bersalah karena tak pernah mengatakannya dengan jujur kepada sang ibu, sementara ibunya tersebut terus melayani dan bersikap baik dengan ibunya.

Padahal ayahnya sudah mengakhiri hubungan terlarang tersebut sejak keluarga mereka bertolak dari Bali dan tinggal di Jakarta. Namun setelah setahun, ternyata mereka harus kembali ke Bali, sehingga mengingatkan Aria tentang perselingkuhan ayahnya kembali.

Selain itu, pertemuan Aria dengan para sahabatnya lagi, mengingatkannya pada malam kejadian sebelum Alissa menghilang, pada saat satu persatu dari mereka menyimpan rahasianya di tangan Alissa.

Masih ada lagi kisah cinta antara Aria dan pria bernama Eric yang ternyata merupakan dosen di kampus tempat Aria dan para sahabatnya menuntut ilmu.

Selain konflik di dalam keluarganya, Aria juga mengalami konflik dalam hubungan percintaannya, ditambah teror-teror misterius dari orang berinisial 'A'.

2. Hanna

Hanna adalah salah satu korban bully Alissa dahulu, dimana dia selalu dijuluki oleh queen bee di SMA mereka tersebut adalah 'Fat Hanna', karena Hanna yang dulu berbadan bongsor dan tidak menarik.

Alissa yang membuat Hanna menjadi lebih kurus dan menarik karena dia mengajari Hanna untuk diet dan berdandan.

Sayangnya sejak persahabatan mereka bubar karena Alissa menghilang, Hanna bersahabat karib dengan Mona, menjadi dua orang gadis yang populer di kampus.

Semenjak tiada Alissa, Mona selalu mengikuti gaya Alissa yang modis, sombong dan senang mem-bully.

Dia juga membawa pengaruh yang tidak baik kepada Hanna, seperti mengajaknya untuk mengambil barang branded di toko tanpa membayar.

Padahal Hanna adalah anak dari seorang single mom yang berada di bawah ancaman seorang anggota dari kepolisian bernama Darma, menyebabkan Darma selalu dapat memanfaatkan kenakalan Hanna untuk mengikat ibunya yang cantik.

3. Sabrina

Sabrina adalah satu-satunya sahabat yang berani melawan dan menasehati Alissa semasa hidupnya.

Berkat sifat pemberaninya, dia dan Alissa sering sekali saling mengancam agar rahasia mereka masing-masing tidak terbongkar.

Meski begitu, namun Sabrina tidak merasa bahagia di tengah keluarganya yang multi culture.

Ayahnya seorang bule yang mementingkan prestasi dan kebanggaan akademik dari anak-anaknya, sehingga dia selalu cemburu dengan kakaknya yang ia dan kawan-kawannya juluki sebagai Miss Perfect.

Melissa, kakak kandung Sabrina, adalah wanita yang cantik, pintar dan setiap kali memiliki kekasih yang hebat juga.

Oleh sebab itu pula, Sabrina selalu terlibat percintaan dengan pacar-pacar dari kakaknya.

4. Ema

Ema adalah gadis keturunan Malaysia, dan paling terlihat baik dari semuanya, karena dia memiliki seorang ibu yang penyayang, serta sangat mementingkan agama dan norma-norma susila.

Tapi sesungguhnya Ema memiliki sisi lain dari dalam dirinya dimana dia ingin bisa bebas berekspresi seperti kawan-kawannya yang lain, termasuk bebas dalam berhubungan dan mencintai siapa saja.

Pemeran Pretty Little Liar
Empat sekawan, sepeninggalan Alissa.
Sumber Foto: Viu Indonesia

5. Alissa

Semasa hidupnya, Alissa adalah gadis yang semaunya sendiri.

Banyak kawannya yang menjadi korban bully Alissa. Dia senang sekali menjuluki kawan-kawannya yang cupu dengan panggilan menyebalkan, termasuk Hanna yang sempat dia sebut dengan 'Fat Hanna' karena tubuhnya besar.

Sebagai queen bee di sekolahnya, Alissa membawa pengaruh yang sangat besar bagi para sahabatnya.

Dia selalu memimpin, dan anehnya para sahabat selalu menuruti apapun permintaannya, termasuk dalam hal mengungkapkan rahasia mereka masing-masing, sementara mereka tak mengetahui sama sekali rahasia Alissa.

Para Pemeran

1. Shindy Huang sebagai Aria

Di sini Shindy Huang yang cantik berperan dengan sangat baik sebagai Aria yang kecewa akan kondisi keluarganya yang selalu terlihat harmonis namun pada kenyataannya, sang ayah (bernama Bondan, diperankan oleh Irgi Fahrezi) pernah berselingkuh di belakang ibunya.

Ibunda Aria bernama Vero dan diperankan oleh Imelda Laish.

Selain menjadi remaja putri yang kecewa dengan keluarganya, dia juga apik memainkan peranannya dengan menjadi sosok yang cukup agresif dalam mendekati kekasihnya.

Walau pada akhirnya dia mengetahui bahwa pacarnya tersebut merupakan salah satu dosen yang mengajar di kampusnya, namun Aria pantang menyerah dalam mengejar cintanya.

Chemistry yang dia bangun dengan Tarra Budiman (pemeran Eric) juga berhasil, yaitu melalui adegan ciuman mereka yang cukup intens di sini.

Shindy Huang dan Tarra Budiman
Aria (Shindy Huang) dan Eric (Tarra Budiman).
Sumber Foto: Instagram Shindy Huang, Tribunnewswiki, dan Viu
Desain: Pribadi

2. Anya Geraldine sebagai Hanna

Sebagian netizen mungkin bertanya mengapa Anya Geraldine terlihat gemuk (berisi), ketika ia berperan sebagai Lidya pada serial Layangan Putus.

Mungkin saja ini adalah jawabannya.

Anya Geraldine di sini berperan sebagai Hanna yang tubuhnya paling bongsor di antara teman-teman lainnya.

Dia hobby-nya ngemil sambil membaca novel, sehingga sebelum bergaul dengan Alissa, dikisahkan bahwa tubuhnya jauh lebih gemuk daripada setelah ia menjadi sahabat Alissa.

Alissa cukup berjasa bagi Hanna, karena telah berhasil membuat Hanna menjadi lebih langsing dan modis, serta lebih pandai dalam bergaul, tidak cupu seperti sebelumnya lagi.

Hanna memiliki seorang ibu yang cantik dan membesarkannya seorang diri, karena telah bercerai dari ayahnya.

Ibunya bernama Amira, diperankan oleh Wulan Guritno. Sementara Darma yang terobsesi dengan Amira, diperankan oleh Tegar Satrya.

Selain bersama 4 sahabat yang lain, dia juga bergaul dengan Mona yang diperankan oleh Jennifer Coppen.

Serunya dari serial ini adalah karena peran pendukungnya juga pada keren-keren.

Anya Geraldine di sini dipasangkan dengan Naufal Azhar sebagai Sandy, serta Chicco Kurniawan (berperan sebagai Raka) yang menyukainya.

Anya Geraldine
Anya Geraldine sebagai Hanna.
Sumber Foto: Viu Indonesia
Desain: Pribadi

3. Valerie Thomas sebagai Sabrina

Anak kandung dari Jeremy Thomas ini berperan dengan sangat keren sebagai Sabrina yang jutek, namun sangat lihai dalam menggoda kekasih-kekasih dari kakak kandungnya.

Karena rasa irinya dengan sang kakak, dia bahkan berani mencuri makalah yang disusun oleh kakaknya untuk dia serahkan pada dosen atas namanya.

Bukan hanya itu, dia juga tega mencium pacar-pacar dari Melissa kakaknya. Melissa diperankan oleh Anastasia Herzigova.

Sepanjang 10 episode ini, sudah ada dua scene adegan kissing Valerie bersama dua bintang pria yang berbeda, yaitu dengan Marcell Darwin (sebagai Reno) dan juga dengan Muhammad Ditra (sebagai Ian, dalam kisah flashback).

Valerie Thomas
Valerie Thomas sebagai Sabrina dan Marcell Darwin sebagai Reno.
Sumber Foto: Viu Indonesia
Desain: pribadi

4. Eyka Farhana sebagai Ema

Nah kalau Eyka Farhana ini, ternyata memang merupakan artis berkebangsaan Malaysia loh.

Dia seorang aktris, model, penyanyi, dan pembawa acara yang pernah berada di bawah naungan manajemen milik Asyraf Khalid dimana Asyraf ini merupakan anak tiri dari Siti Nurhaliza, yaitu pemilik A Klasse Management.

Pantas saja dia bisa berperan sebagai gadis keturunan Malaysia dengan logat melayu Kuala Lumpur yang sangat fasih.

Di sini dia dipasangkan dengan Naufal Samudra yang berperan sebagai Mahesa.

Selain itu, masih ada Tama, cowok freak yang mendekatinya, diperankan oleh Giulio Parengkuan.

Ibu kandung dari Ema yang bernama Indah, diperankan oleh Nazia Mustafar (Nadia Mustafar), ternyata juga merupakan aktris kebangsaan Malaysia loh.

Karakter Ema yang terkesan paling kalem daripada sahabatnya yang lain, sangat sesuai diperankan oleh Eyka Farhana yang berparas baby face dan lugu.

Tapi, konon katanya pada musim kedua, Eyka Farhana akan digantikan oleh Caitlin Halderman sebagai Ema.

Tentunya penonton harus mulai membangun chemistry lagi dengan pemeran Ema yang baru ketika menonton serial musim keduanya.

Eyka Farhana
Ema (Eyka Farhana) dan Mahesa (Naufal Samudra).
Sumber Foto: Viu Indonesia
Desain: Pribadi

5. Yuki Kato sebagai Alissa

Alissa yang tengil, sinis, perundung, pengadu domba, namun modis dan penuh misteri ini, sangat lihai diperankan oleh Yuki Kato.

Pada awal kisah, sebenarnya penonton tidak akan langsung mengetahui karakter Alissa yang sebenarnya seperti apa, karena Yuki Kato hanya akan tampil sesaat sebelum kemudian dia hilang untuk selamanya.

Namun seiring episode berjalan, opini penonton seolah digiring ke arah negatif perihal karakter Alissa, dimana karakter negatifnya tersebut dapat menjadi satu-satunya alasan mengapa seseorang tega menghabisi nyawanya.

Yuki Kato
Yuki Kato sebagai Alissa.
Sumber Foto:  Viu Indonesia

Pemeran Lainnya

Selain tokoh-tokoh yang disebutkan di atas, masih ada tokoh yang tidak kalah penting dalam serial ini, yaitu tokoh Jihan yang diperankan oleh Cindy Nirmala.

Jihan merupakan adik tiri dari Tama, namun Alissa mengetahui rahasia besar mereka berdua, yang tidak diketahui oleh orang lain.

Mereka memiliki hubungan lebih dari sekedar hubungan persaudaraan.

Mata Jihan yang buta merupakan hasil perbuatan Alissa, disaksikan oleh keempat orang sahabatnya.

Alissa tanpa sengaja menyebabkan rumah Tama dan Jihan kebakaran sehingga mata Jihan tak dapat melihat lagi untuk selamanya.

Namun tanpa rasa bersalah, justru Alissa menggunakan rahasia Tama dan Jihan sebagai senjata untuk lolos dari hukuman.

Jadi dalam serial ini, tokoh Jihan dan Tama adalah sosok-sosok yang memiliki motivasi paling besar untuk membunuh Alissa.

Kemudian masih ada tokoh Jason yang diperankan oleh Farish Nahdi, namun dia baru muncul pada episode pertengahan, sebagai kakak kandung Alissa.

Tokoh Benny yang diperankan oleh Evan Marvino juga ada pada awal-awal serial ini tayang, sebagai kekasih Ema.

Kemudian ada juga tokoh Alex yang diperankan oleh Sebastian Teti, sebagai seorang 'pengambil bola' di klub olahraga orang tua Shabrina dan menjadi seseorang yang disukai oleh Shabrina.

Cindy Nirmala
Jihan (Cindy Nirmala) dan Tama (Giulio Parengkuan).
Sumber Foto: Viu Indonesia
Desain: Pribadi

Siapa Pembunuh Alissa?

Drama seri Pretty Little Liars ini sukses membuat penonton tegang sejak awal penayangannya, dan membuat bertanya-tanya tentang siapa 'A' yang sebenarnya, apa tujuannya melakukan aksi teror dan apa motivasinya membunuh Alissa lalu merongrong sahabat-sahabat Alissa?

Semasa hidup, Alissa memang terkenal suka melakukan perundungan dan mengadu-domba kawan-kawannya, sehingga siapa pun bisa menjadi tersangkanya.

Kalau mau mencari inisial 'A' dalam cerita ini, bisa saja Aria, Amira (ibunda Hanna), dan juga Alex.

Tapi lagi-lagi semua orang itu tampak biasa dan tak bersalah, sementara petunjuk lainnya adalah rahasia Alissa yang baru diketahui pada episode 9 dan 10 yaitu mengenai Alissa yang menyukai orang yang jauh lebih tua.

Lalu pada ending episode 10, kita dihadapkan kenyataan bahwa ternyata kekasih Alissa adalah Ian yang pernah menjadi pacar dari Melissa (kakaknya Shabrina) dan juga pernah berselingkuh dengan Shabrina.

Apakah Ian adalah pembunuhnya?

Masih belum pasti. 

Alissa pernah bercerita bahwa dia menyukai pria yang usianya jauh lebih tua darinya.

Bisa saja Eric, seorang dosen dan kekasih Aria yang usianya pasti jauh lebih tua dari Alissa.

Karena pada ending episode 10 lagi, sebelum Hanna memanggil kawan-kawannya untuk mengatakan siapa pembunuh Alissa, dia sempat melihat Aria berciuman dengan Eric dan merasa terkejut.

Lagipula mengapa Eric dan Aria berpacaran di dekat gedung bioskop kosong tersebut? Padahal si peneror mengatakan kepada empat sekawan itu bahwa dia akan datang ke gedung bioskop lama.

Kalau bukan Eric, mungkin saja Aria sendiri, kebetulan inisial namanya pun 'A'.

Dan Aria juga memiliki motif, yaitu ingin menutupi perselingkuhan ayahnya, sementara Alissa sempat ikut menyaksikan ayahnya berciuman dengan wanita lain.

Semakin mencurigakan, karena setelah kawannya datang, Hanna tidak sempat mengatakan apapun. Seseorang sengaja menabraknya dengan keras menggunakan sebuah mobil.

Tapi lagi-lagi serial ini mengarahkan kita kepada orang lain sebagai pelakunya, yaitu Ian.

Karena saat Hanna kecelakaan, kamera seolah sengaja menyorot pada dinding bioskop lama yang tengah diselidiki oleh Hanna, dimana dinding tersebut bertuliskan 'Alissa Love Ian' menggunakan pilox.

Pada episode-episode sebelumnya, penonton juga sempat diarahkan kepada Tama yang memiliki gangguan jiwa, dan juga Jihan yang buta namun diduga memiliki dendam mendalam pada Alissa.

Selain itu masih ada Ema yang datang ke kuburan Alissa pada malam kejadian kuburan tersebut dirusak oleh teroris, dan kedapatan berbohong pada kepolisian.

Kalau menurut pembaca sekalian di sini, kira-kira siapa sih pembunuhnya?

Main tebak-tebakan dulu boleh dong ya, sebelum kita nonton sesi kedua dari serial ini.

Bagi yang belum nonton, buruan nonton dulu deh, biar bisa kita tebak ramai-ramai.

Tebak-tebakan yang ini dijamin lebih seru daripada sekedar tebak-tebakan skor tertinggi tanding bola.

Kesimpulan

Sebagai penikmat film dan drama seri, aku pun baru kali ini benar-benar berminat dan excited dengan serial thriller Indonesia.

Serial ini serius sangat menegangkan, banyak adegan yang dapat membuat kaget, dan misterinya pun terasa sekali.

Memang kalau dari segi cerita kan kebetulan serial ini merupakan adaptasi dari novel Amerika berjudul sama, sehingga tak heran sih jika dari pengkarakteran tokoh dan alur ceritanya memang segitu kerennya.

Tapi tetap ada istimewanya kok, yaitu menurutku serial Pretty Little Liars Indonesia ini pengemasannya sangat baik, pengambilan gambarnya keren, musiknya 'feel' banget, penyutradaraannya keceh, ditambah para performance para pemainnya yang watak banget.







You Might Also Like

23 komentar

  1. Replies
    1. Sama-sama Mbak ... seru banget nih thrillernya.

      Delete
  2. Huaa baru lihat trailer-nya, setelah baca review-nya kumerasa deg-degan dan penasaran: siapakah A sesungguhnya. Ngeri itu, ada orang yang tahu rahasia terdalam sahabat2 Alissa ... eh beneran mereka bersahabat? Kok rasanya aneh ya hubungannya sementara si Alissa tukang bully?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alissa itu seperti cewek berpengaruh di sekolahnya gitu Mbak, nah banyak yang mau jadi temannya dan ingin jadi seperti dia, jadi suka dia manfaatin gitu, hihihiii ... akhirnya malah dibunuh kan dianya. Bisa jadi di antara sahabatnya sendiri yang membunuh, serem, karena Alissa suka main ngancam ke teman-temannya.

      Delete
  3. Wah kayaknya dirimu juga harus nonton series KENAPA HARUS GUE? di Vidio mba. Thriller juga dan seru banget. Aku udah nonton lama Pretty Little Liars ini. Keren jalan ceritanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia Mbak, saya baru nonton karena kurang tertarik sama thriller Indonesia, tapi ternyata segitu kerennya. Ini nonton karena baru tahu kalau adaptasi dari novel Amerika gitu. Ntar boleh dicoba nih nonton 'Kenapa Harus Gue' juga.

      Delete
  4. Aku ikut tegang loh baca sinopsis filfm thriller Pretty Little Liars. 5 tokoh wanita dengan cerita kehidupan masing-masing.Wajib ditonton nih,penasaran ya siapa pembunuh Alissa?keren ide filmnya.Buat aku cinta film Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa Kak, segitu kerennya ternyata. Padahal sudah tayang lama, tapi saya baru nonton, hiks, nggak tahu soalnya kalau segini kerennya.

      Delete
  5. Yes, ini genre nya aku banget... Wajib tonton nih...
    Makasih ya kak... Saya penggemar film bergenre thriller seperti ini... Tegang-tegang gimana gitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, ini menegangkan banget sih. Saya jadi suka kaget sendiri karena nontonnya malam pas anak-anak bobo, pakai headset pula, wkwkwk.

      Delete
  6. wah, indonesia punya serial beginian? baru tahu. genre kesukaan ini.
    kalau lihat foto2nya, tampak cukup 'berani' ya? atau hanya foto saja, tidak ada dalam adegan? tahu sendiri kan di kita, pake baju renang aja mesti di-blur :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cukup berani sih serialnya ini, hihihiii, para pemainnya juga keceh-keceh dan multi culture, jadi kayak real banget walau lokasinya difiksikan. Keren ...

      Delete
  7. Waktu itu teman saya pernah bilang kalau series ini bagus. Tapi, saya masih setengah hati nanggapinnya. Apalagi pas tau seriesnya adaptasi dari novel US. Setelah baca review di sini, kok menarik, ya. Masih ada kali ya di VIU? Jadi pengen nonton kalau begini

    ReplyDelete
  8. pantesan judulnya familer

    ternyata Pretty Little Liars adaptasi novelnya Sara Shepard.

    jadi penasaran pingin nonton kalo di Viu ^^

    ReplyDelete
  9. Aihhhhhh aku baru baca tulisan ini aja udah merinding mba. Apalagi nonton filmnya. Soalnya aku ga kuat dan takut nonton film bergenre triller gitu. Ini film bagus ya apalagi diangkat dari novel

    ReplyDelete
  10. saya senangnya baru membaca ulasan film ini, meski belum melihat membaca ulasannya cukup runut dan membacanya jadi tenang karena rapi penulisannya

    ReplyDelete
  11. Saya masih menonton hingga episode ke dua. Tiap episodenya memang mengandung hal-hal yang tidak terduga. Surpise sekali nonton series ini. Deg-degan terus....

    ReplyDelete
  12. Sebagai penggemar Thriller aku harus nonton ini, baca reviewnya meeasakan juga ketegangannya.
    Aku lihat di VIU tapi selalu tak lewatin, jeleknya aku yang emang kdg malas dengan drama Indonesia. Aku hanya nonton film-film saja hehehe. Tapi, ini aku akna ajak suami nonton bareng, kami penggemar Thriller

    ReplyDelete
  13. Aku dah lama mau nonton ini tapi kok ke skip terus ya..padahal menarik bangetttt dan aku suka versi bulenya

    ReplyDelete
  14. Kalau adaptasi dari novel biasanya sih gereget alur cerita. Apalagi ini ada misteri dengan teka-tekinya.
    Menurut daku ini bisa plot twist sih.. ah, penasaran kan siapakah tokoh si A itu

    ReplyDelete
  15. Kalau adaptasi dari buku biasanya aku lebih suka versi buku. Tapi karena belum baca bukunya dan juga belum nonton film ini, jadi ya nikmati aja yang mana nanti yang duluan dinikmati, Hehe....

    Ini lebih kek genre romance suspense gitu ngga sih daripada thriller?

    ReplyDelete
  16. belum pernah nonton dan jarang nonton film tema ini, baca ini jadi lebih tahu dikitlah. Senangnya nonton film tema detektif jaid tegang gitu sih, noted deh.

    ReplyDelete
  17. aku suka banget nonton seri ini :D ttg anak muda jaman now

    ReplyDelete