The Little Nyonya Story di Emerald Hill 2025 - Sekuel The Little Nyonya Yueniang 2008
![]() |
| The Little Nyonya (tahun 2008). |
Sebagai seorang Little Nyonya (akan saya jelaskan pada paragraph berikutnya), Yueniang mengalami banyak hal diskriminasi, mengalami berbagai macam intrik hingga pada akhirnya hidup bahagia bersama anak angkatnya yang bernama Huang Zuye.
Tokoh Yueniang dan Huang Zuye akan muncul pada sekuel Little Nyonya yang rilis pada tahun 2025 dengan judul utama Emerald Hill, tapi sebelum saya lanjut membahas langsung ke dalam drama serinya, mari kita cari tahu dulu mengenai apa dan siapa sih 'Nyonya' itu?
Nyonya, Antara Malaka dan Singapore
Nyonya adalah sebutan bagi wanita peranakan yang berasal dari Malaka, lalu menyebar pula di Singapore, atau sebutan bagi istri dari Baba, pria peranakan. Yang dimaksud peranakan adalah hasil pernikahan silang antara orang Tionghoa dan Melayu sehingga mereka memiliki komunitas sendiri dan strata sosial yang cukup tinggi di antara lainnya.
Keluarga Baba dan Nyonya harus menjunjung tinggi nilai ketimuran dan norma-norma yang ada, menjaga gengsi dan nama baik keluarga di hadapan publik, mengetahui dan menguasai masakan-masakan tradisional, serta menggunakan kebaya sebagai busana sehari-hari.
Bahkan sebelum tahun 1899, Little Nyonya di dalam keluarga tidak diijinkan untuk keluar rumah sehingga tidak boleh menempuh pendidikan formal (sekolah) juga. Mereka hanya boleh mengasah keterampilan wanita rumahan dimana kelak bermanfaat untuk mengurus rumah, suami, anak-anak dan orang tua, seperti memasak makanan tradisional, merajut, menjahit, menyulam, dan sebagainya. Ada tamu lelaki datang ke rumah pun, seorang Little Nyonya harus bersembunyi di dalam rumah, tidak boleh memperlihatkan dirinya. Kalau di Indonesia, persis seperti jaman Ibu Kartini dulu kali ya?
Pada tahun 1899, dua orang tokoh peranakan Dr Lim Boon Keng dan Sir Song Ong Siang menjadi pionir berdirinya sekolah khusus untuk perempuan peranakan menempuh pendidikan barat dan timur secara menyeluruh, menentang tradisi lama yang mengurung perempuan di dalam rumah, yang diberi nama Singapore Chinese Girl's School (SCGS).
Kalau di drama seri China dinasti, seorang nyonya dan nona besar dari keluarga kekaisaran, bangsawan, dan pejabat kekaisaran pasti memiliki satu orang pelayan setia yang terikat, begitupun seorang Nyonya.
Majie, si Pelayan Setia
妈姐 atau Mā jiě (mama tua / mungkin di Indonesia seperti 'bude') adalah sebutan bagi pelayan domestik perempuan asal Shunde, Tiongkok yang bermigrasi ke Malaysia dan Singapura dimana setiap Majie melakukan sumpah melalui upacara Sor Hei (menyisir rambut ke atas) sebagai bentuk komitmen seumur hidup atas kemandirian dan selibat.
Selibat adalah kehidupan tanpa menikah dan pantangan untuk melakukan hubungan seksual.
Secara simbolis, sumpah ini dilakukan dengan menyanggul rambut mereka ke atas (gaya rambut perempuan yang sudah menikah), yang menandakan bahwa mereka telah 'menikahi diri sendiri' atau sudah dianggap dewasa secara sosial tanpa harus bersuami.
Upacara menyisir rambut itu dilakukan seorang diri oleh wanita yang ingin menjadi Majie tersebut, dimana menyanggul rambut sendiri atau melakukan kepang tunggal rambut ke belakang bukan hal yang mudah namun dapat dilakukan sebagai tanda bahwa mereka tidak membutuhkan laki-laki untuk membantu mereka.
Istilah Mandarin bagi 'wanita yang menyisir rambut sendiri ini adalah Zi Zhu Nü (自梳女), yang berarti 'wanita yang menyisir rambutnya sendiri'.
Ada beberapa alasan yang membuat para pelayan memutuskan menjadi Majie dan berucap sumpah, yaitu:
- Menolak pernikahan tradisional
Jaman dahulu, perempuan dikondisikan untuk bergantung sepenuhnya pada pria sehingga pernikahan mereka pun tidak bisa ditentukan sendiri, melainkan ditentukan oleh orang tua atau sesepuh di dalam keluarga mereka untuk menemukan lelaki yang layak menjadi tempat bergantung bagi anak mereka.
- Mandiri Financial
Seorang Majie tidak bergantung kepada orang lain karena mereka memiliki penghasilan sendiri melalui pekerjaan halal, tidak bergantung kepada laki-laki, bebas menjadi 'tuan' bagi diri sendiri.
Nyonya dan Majie
Setiap Nyonya memiliki pelayannya masing-masing, dimana setiap pelayan hanya akan setia dan mengabdi kepada tuannya sendiri saja. Pelayan Nyonya mendapatkan gaji yang lebih tinggi dari pelayan lain di dalam rumah, tapi tidak semua pelayan Nyonya adalah seorang Majie.
Pada masanya, seorang Majie langsung dapat dikenali melalui busana mereka dan rambut mereka yang sudah disanggul ke atas atau dikepang tunggal ke belakang, dimana seorang Majie tidak boleh membatalkan sumpah suci mereka apapun alasannya, namun seiring perkembangan jaman, tradisi sumpah Majie ini sudah mulai ditinggalkan.
Arus Majie dari Tiongkok ke Malaya dan Singapura terhenti permanen pada tahun 1930 pasca Perang Dunia ke 2 karena adanya kuota imigrasi yang ketat oleh pemerintahan kolonial. Apalagi sejak tahun 1970 sudah mulai banyak industri dan pabrik yang membuka banyak lapangan pekerjaan buat perempuan, sehingga para wanita tidak perlu melakukan sumpah selibat hanya demi mandiri secara financial.
Pada drama seri Little Nyonya yang rilis tahun 2008, seorang cucu keturunan Nyonya bernama Xiao Qi (Anqi) yang mengunjungi neneknya dengan membawa teman lelakinya, Xiu Wen, untuk menyusuri jejak Nyonya di Malaka, disambut oleh seorang wanita sepuh dimana ketika Xiu Wen memanggil wanita tua itu dengan sebutan 'nenek', wanita itu sempat berkata, "bagaimana aku bisa punya cucu sedangkan aku saja tidak menikah?"
Ternyata wanita itu adalah seorang Majie dari Mama (nyonya tua/nenek) nya Xiao Qi. Tidak menikah dan memiliki anak, Majie tua bernama Tao ini dipanggil dengan sebutan Bibi.
Meski drama seri Little Nyonya 2008 dan Emerald Hill 2025 sama-sama bercerita tentang masa lalu, dimana para keturunan Nyonya di jaman now flashback mengenai kehidupan para Nyonya dan Baba keluarganya di masa lampau, namun ada sedikit perbedaan tipe alur yang diambil oleh penulisnya.
Little Nyonya menggunakan alur maju-mundur dan campuran, dimana kisah jaman now plus masa lampau muncul bergantian, dengan ending menceritakan kondisi jaman now lagi, sementara Emerald Hill menggunakan alur mundur saja dimana jaman now hanya muncul pada awal cerita, namun sepanjang film hanya bercerita jaman di masa lampau dari awal flashback hingga akhir.
Selain itu, pada masa flashback, jaman yang digunakan pun berbeda 1 generasi, dimana pada drama seri Little Nyonya 2008 adalah masa sebelum dan sesudah Yamamoto Yueniang lahir lalu dewasa, yang berlatarkan daerah Malaka, sementara pada drama seri Emerald Hill, setting waktu yang digunakan adalah generasi setelahnya, yaitu generasinya Huang Zuye, anak angkat dari Yamamoto Yueniang, berlatarkan tempat di Singapura.
Emerald Hill - The Little Nyonya Story
Berbeda dengan Little Nyonya 2008 yang mengisahkan tentang keluarga Huang, Little Nyonya 2025 bercerita tentang keluarga Zhang yang merupakan keluarga peranakan yang tinggal di komplek Emerald Hill Singapura.
Kalau di Little Nyonya 2008 kisah bermula dari Anqi yang menelusuri jejak keluarganya di Malaka, maka pada drama seri Emerald Hill dimunculkan tokoh Zhenen pada awal cerita yang diminta oleh bundanya menonton Little Nyonya 2008, dan kemudian menjadi tertarik untuk menelusuri jejak keluarganya di Emerald Hill juga. Anqi dan Zhenen sama-sama berasal dari keluarga peranakan.
![]() |
| Potret Yamamoto Yueniang (diperankan oleh Jeanette Aw), yang dipajang di ruang keluarga rumah neneknya Anqi. |
Keluarga Zhang
Salah satu keluarga peranakan yang berada di Emerald Hill adalah keluarga Zhang yang memiliki rumah berlabel 河清 (Hé qīng / Sungai Jernih) dan motto 家齊順和 (Jiā qí shùn hé / Keluarga Rukun Rumah Harmonis), dimana pemimpin keluarga yang bernama Zhang Qiye sudah tiada, mati muda saat usianya belum genap 50 tahun, sehingga Liu Xiuning yang merupakan janda dari Zhang Qiye - lah yang menjadi 'tetua' di dalam keluarga itu, orang yang paling dihormati dan keputusannya diberlakukan.
Zhang Qiye dan Liu Xiuning memiliki 3 orang anak lelaki dan 1 orang anak perempuan, mereka adalah Zhang Jinhai, Zhang Jinhe, Zhang Jinquan dan Zhang Yinniang.
Jinhai sebagai anak tertua dianggap tidak berguna dan pengecut, sehingga perusahaan/bisnis keluarga mereka dipegang dan dikelola oleh Jinhe, putera kedua di keluarga itu. Sementara istri Jinhai, Shuyu juga tidak dihargai karena Jinhai pun menikahinya tanpa cinta sehingga tidak pernah mengajaknya berinteraksi, apalagi Shuyu pernah dianggap sebagai penyebab kematian Zhang Qiye.
Merasa tidak mendapat tempat di keluarganya, Shuyu menekan anak lelakinya yang bernama Yaozu untuk terus belajar tanpa pernah memberikannya kesempatan untuk bermain satu kali pun agar tidak pernah kalah dari saudara-saudara sepupunya. Shuyu hanya memiliki satu orang anak saja.
Kalau dalam susunan keluarga Chinese maupun peranakan, sebenarnya semua hal sesuai urutannya. Anak pertama yang diturunkan bisnisnya, kemudian istrinya yang diserahi urusan rumah tangga, namun kembali lagi kepada keputusan dari pemimpin di rumah itu. Kalau di istana dinasti ada kaisar, nah di rumah Nyonya, ada Mama (nenek di rumah itu).
Liu Xiuning adalah Mama di rumah Zhang, dan dia mempercayakan perusahaan keluarga kepada Jinhe, putera keduanya, sedangkan urusan rumah tangga diserahkan kepada istri Jinhe yang bernama Shuqin.
Pasangan Jinhe dan Shuqin ini memang pasangan yang paling adem di drama seri ini, karena mereka orang-orang yang netral dan bijaksana, tidak memutuskan berdasarkan kepentingan pribadinya saja.
Jinhe dan Shuqin memiliki dua orang anak yang bernama Yaoming (lelaki, tertua) dan Anya (perempuan, baru berusia 3 tahun).
Putera ketiga Zhang bernama Jinquan dan istrinya adalah Sili, dimana mereka ini adalah pasangan yang paling berisik dan antagonis, selalu memikirkan kepentingan pribadi mereka sendiri. Sili hanya memikirkan bagaimana agar bisa berdandan, hidup bersosial di luar rumah menggunakan pakaian-pakaian orang Inggris, sementara Jinquan hanya berpikiran tentang bagaimana caranya agar dia bisa mendapatkan keuntungan, meski harus menghalalkan segala cara.
Jinquan dan Sili memiliki 3 orang anak, yaitu Yaoquang (lelaki tertua), Yaoliang (lelaki, anak tengah), dan Anna (perempuan, bungsu), namun ketika bayi, Anna dianggap sebagai anak pembawa sial sehingga dia dikirim ke London untuk dibesarkan oleh orang tua Sili dan baru kembali ke rumah Zhang saat usianya sudah 10 tahun.
Yinniang, si anak perempuan Zhang Qiye dan Liu Xiuning, memilih untuk menjadi wanita independent, dibandingkan menjadi seorang nyonya. Karakternya yang smart dan mandiri serta berasal dari keluarga terpandang, membuat pria di dekatnya, Donghao, minder, lalu memutuskan mundur dan menikahi orang lain, sehingga Yinniang belum menikah meski usianya sudah matang.
Awal Mula Konflik Keluarga Zhang
Mama (Liu Xiuning, nenek) yang sudah 3 tahun tidak keluar dari kamarnya semenjak kepergian suaminya, Zhang Qiye, akhirnya memutuskan untuk keluar kamar, sehingga seluruh keluarga Zhang bersuka cita dan mempersiapkan makan besar, serta pesta untuk Mama.
![]() |
| Cucu-cucu ketika mengantri untuk memberikan penghormatan kepada Mama (nenek/tertua di rumah). ist |
Drama seri ini berbahasa Mandarin, namun karena ini drasing (drama singapura), ada beberapa istilah yang menggunakan Bahasa Melayu, khususnya untuk nama-nama masakan tradisional (melayu), ada pula beberapa kosakata seperti: diam, uang, tolong, bodoh, pergi, lu pikir gua bodoh, lepaskan, dasar anak nakal, dsb.
Nah, di rumah Zhang, hanya Shuyu yang sangat pandai mengolah Gulai Daun Singkong. Shuyu tidak tahu bahwa sebenarnya itu adalah akal-akalan Shuqin agar Shuyu tidak dapat kembali sebelum sesi sembahyang di altar selesai. Shuqin telah memborong semua daun singkong di pasar demi mengulur waktu Shuyu.
Setelah berjuang keras mendapatkan daun singkong di pasar, Shuyu pun kembali ke rumahnya dan berusaha mengolah daun singkong menjadi gulai yang enak, agar dapat mengambil hati mertuanya kembali. Shuyu sangat merindukan sikap mertuanya dulu yang sangat sayang dan perhatian kepadanya. Bahkan Gulai Daun Singkong itu adalah resep yang diturunkan oleh ibu mertua kepadanya.
Namun saat sesi makan besar bersama seluruh keluarga, Shuyu sangat kecewa melihat ibu mertuanya ternyata sama sekali tidak menyentuh Gulai Daun Singkong yang dia buat dengan ketulusan hati. Di situ dia sadar bahwa Shuqin telah berbohong padanya. Dia tahu bahwa ternyata ibu mertuanya tidak pernah meminta dia untuk memasak Gulai Daun Singkong melalui Shuqin.
![]() |
| Li Shuyu, menantu pertama keluarga Zhang, dan merupakan sepupu Li Shuqin, menantu kedua Zhang. ist |
Merasa sangat tersudut pun membuat Shuyu langsung menyumpahi keluarga Zhang di dalam hati, "怨我的命不好是吗?" (Yuàn wǒ de mìng bù hǎo shì ma / Apakah ini karena aku terlalu sial)
"我倒想看看 ... 你们的命能比我好多少?" (Wǒ dào xiǎng kàn kàn ... Nǐmen de mìng néng bǐ wǒ hǎo duōshǎo / Saya ingin melihatnya ... Seberapa jauh lebih beruntungkah kamu dibandingkan aku?) - Li Shu Yu
Melalui drama seri ini kita bisa langsung melihat, betapa karma itu bekerja sangat cepat, ketulusan Shuyu tidak dianggap, dia tetap disalahkan atas takdir yang menimpa bapak mertuanya, padahal ketika itu ia tulus memberikan bapak mertuanya makanan yang dia masak.
Shuyu tidak jahat, meskipun dia sangat iri pada Shuqin, sepupunya sendiri, karena Shuqin menjadi menantu kesayangan Liu Xiuning, dia marah karena dia diperlakukan seperti itu oleh keluarga suaminya, tapi dia tetap tahu diri bahwa dia bagian dari keluarga itu, hanya saja dalam kemarahan atas ketidak adilan yang dia terima, maka terucaplah sumpah tersebut.
Petaka keluarga terjadi usai Shuyu mengucapkan kalimat itu. Saat itu keluarga tengah berpesta, termasuk suaminya. Hanya Shuyu yang tidak ikut bergabung. Bahkan anaknya, Yaozu dilarang untuk ikut bermain dengan sepupu-sepupunya. Shuyu meminta anaknya untuk tetap belajar agar menjadi yang paling unggul di keluarga Zhang, mengingat Yaozu adalah cucu lelaki pertama di keluarga itu.
Anak-anak lain tengah bermain diawasi oleh salah seorang Majie, sementara para orang dewasa tengah berdansa, berpesta demi menghibur dan menyenangkan Mama di hari pertama dia keluar kamar (setelah 3 tahun), sekaligus hari ulang tahunnya.
Majie yang mengawasi anak-anak tertidur dalam tugasnya, sementara ruangan yang pantang dimasuki oleh anak-anak, pintunya terbuka sebagian, membuat rasa penasaran Yaoquang untuk masuk. Dia mengajak Yaoliang dan Yaoming untuk ikut masuk dan mengejek mereka sebagai pengecut jika takut untuk ikut masuk.
Insiden pun terjadi, tanpa sengaja senapan berburu milik Jinquan, pelatuknya ditekan oleh Yaoquang, dan ternyata senapan tersebut berisi peluru. Hal itu membuat Yaoming tertembak dan pesta pun bubar. Yaoming, putera satu-satunya Jinhen dan Shuqin, meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Begitu tahu kalau tragedi senapan adalah hasil perbuatan dari anak lelaki pertamanya, Jinquan buru-buru menyingkirkan majie yang menjadi saksi mata, namun dia masih belum menemukan cara untuk menyingkirkan saksi mata lainnya, yaitu Anya, adik Yaoming yang baru berusia 3 tahun.
Anya menjadi gagu, tidak dapat berbicara sejak melihat kematian tragis kakaknya. Hal itu membuat kedua orang tuanya merasa sangat khawatir, begitupun dengan Liu Xiuning.
Liu Xiuning / Mama meminta ijin kepada Shuqin untuk membawa Anya sembahyang ke kuil agar Anya dapat berbicara lagi dan Shuqin mengijinkannya sehingga Mama pun pergi bersama Majie-nya yang bernama Ping, serta anak perempuannya, Yinniang.
Selesai sembahyang, Anya tiba-tiba bisa berbicara satu kata, yaitu 冰球 (Bīngqiú / Bola Es) ketika melihat seorang anak sedang memakan kepingan es serut. Ping yang pertama kali menyadarinya dan memberi tahu Xiuning. Hal itu membuat Xiuning dan Yinniang sangat bersyukur karena doa mereka langsung mendapatkan jawaban.
Sayangnya suka cita mereka tidak berlangsung lama. Tiba-tiba di jalanan terjadi kegaduhan yang membuat perhatian setiap orang teralihkan. Xiuning terjatuh, Ping dan Yinniang fokus kepada Xiuning, akibatnya malah Anya hilang.
Ternyata Anya diculik oleh sekelompok orang yang meminta uang tebusan, namun setelah sejumlah uang yang diminta dibayarkan oleh Jinhe, Anya tetap tidak dikembalikan oleh para penculik itu sehingga Shuqin dan Jinhe dipaksa pasrah oleh keadaan.
Kasus hilangnya Anya ini pun membuka kisah baru dari seorang anak gelandangan yang tiba-tiba menjadi Nyonya di rumah itu.
Penipu Cilik Naik Kelas
Berlatarkan North Bridge Road Area di Singapore, ada seorang anak dan ibunya yang baru lebih dari 10 hari tinggal di daerah tersebut untuk menipu orang-orang di sana guna mendapatkan uang. Ada 7 jalan di daerah tersebut dan cerita dimulai ketika mereka baru menipu di jalan ketiga.
Modusnya berpura-pura ditabrak mobil untuk meminta sejumlah uang. Mereka adalah Cai Zhuniang dan puterinya yang berusia 10 tahun, bernama Xinniang.
Cai Zhuniang adalah penggila judi sehingga uang hasil menipu digunakan untuk bermain judi. Berbeda dengan Xinniang yang menggunakan uang hasil menipu untuk mentraktir teman-temannya, sesama anak jalanan di sana.
Xinniang adalah anak yang cerdik sehingga banyak dari anak jalanan yang tunduk kepadanya, kecuali Bai Ah Li, ketua gank anak di sebelah, sampai pada akhirnya mereka bersaing untuk menentukan siapa yang paling berhak memimpin gank anak jalanan. Xinniang pun memenangkan pertandingan berkat kecerdasannya. Sejak saat itu, Xinniang dan Bai Ah Li bersahabat akrab.
Suatu hari, Cai Zhuniang melaksanakan aksinya untuk menipu sebuah mobil yang melintas. Dia pura-pura ketabrak dan terjatuh, lalu meminta uang kepada pengemudi mobil dan majikannya. Ternyata itu adalah mobil milik keluarga Zhang, dimana saat itu Shuqin berada di dalamnya.
Setelah memberikan uang kepada Xinniang dan Zhuniang, Shuqin yang merasa tertarik pada Xinniang, diam-diam mengamati Xinniang. Shuqin tambah terpesona melihat gadis cilik berusia 10 tahun yang cerdik dan baik hati.
Pada suatu hari, Cai Zhuniang kalah judi dan lawan main judinya menawarkan Zhuniang untuk menjual Xinniang. Ternyata Xinniang adalah anak yang ditemukan oleh Zhuniang sewaktu Xinniang masih berusia 3 tahun.
Zhuniang yang menyayangi Xinniang seperti anak kandungnya sendiri marah besar, namun dia mulai memikirkan kata-kata lawan mainnya itu, yaitu tentang dirinya yang hanya bisa mengajari Xinniang untuk menipu.
Dalam kegalauannya, dia mendengar isu tentang keluarga Zhang yang kehilangan anak sejak 7 tahun yang lalu, sehingga dia memutuskan untuk membawa Xinniang ke keluarga Zhang. Dia membohongi Xinniang bahwa mereka datang ke rumah itu untuk mendapatkan uang seperti biasanya (dengan cara menipu), tapi begitu mengetahui bahwa Nyonya Zhang yang mencari anak adalah Shuqin, Xinniang mengatakan bahwa ibunya hanya datang untuk menipu.
Shuqin yang mendengar penuturan jujur Xinniang tambah tertarik dengan anak perempuan itu. Dia juga merasa sangat berjodoh dengan Xinniang, sehingga dia memutuskan untuk tetap memastikan Xinniang sebagai Anya atau bukan.
Hampir saja Shuqin yakin kalau Xinniang adalah anak kandungnya karena terdapat dua tahi lalat kembar di punggung bahu sebelah kirinya, namun kenyataannya hanya ada satu tahi lalat saja, sementara satunya lagi hanyalah sebuah noda, terhapus ketika diusap pakai jari-jari tangannya.
Shuqin kecewa, tapi dia sudah telanjur merasa berjodoh dengan Xinniang, sehingga dia berbohong dengan mengatakan bahwa Xinniang adalah Anya.
Pada scene ini kita juga bisa menyaksikan ketulusan Zhuniang, dimana Zhuniang yang biasanya menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang demi berjudi, bisa begitu ikhlas melepaskan Xinniang kepada keluarga Zhang agar Xinniang mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik.
![]() |
| Xinniang, sebelum dan sesudah jadi the Little Nyonya. |
Itulah awal mula Xinniang menjalankan hari sebagai 小娘惹 (Xiǎo Niáng Rě / Little Nyonya) Keluarga Zhang di Emerald Hill.
Zhang Xinniang
Menjadi Nyonya di rumah besar, sesungguhnya bukanlah impian Xinniang, apalagi bagi Xiǎo Xinniang alias Xinniang kecil, dia hanya ingin bersama Cai Zhuniang, ibu yang dia kenal sejak dia kecil. Dia sama sekali tidak mengenal rumah di Emerald Hill beserta orang-orangnya, tidak berminat untuk sekolah dan belajar apapun, sehingga dia merasa tidak nyaman dan ingin melarikan diri dari rumah itu.
Akan tetapi, ketulusan serta perhatian dari Jinhe dan Shuqin-lah yang akhirnya membuat Xinniang mau mengakui mereka sebagai orang tua, dan mulai menerima dirinya sebagai bagian dari keluarga Zhang, apalagi Cai Zhuniang telah memutuskan untuk menghilang dari kehidupan Xinniang.
Xinniang yang sebelumnya nakal, hanya suka bermain dan berkelahi, akhirnya bersedia pergi sekolah dan belajar banyak hal di rumah Zhang. Dia pun menjadi Little Nyonya yang berpendidikan, namun tidak menutup pola pikirnya untuk tetap menjadi wanita yang independent, seperti idolanya, Yamamoto Yueniang, yang kebetulan kawan baik Shuqin, ibunya.
Dia ingin mengubah pola pikir jadul dimana kehidupan wanita hanya bergantung pada pria, sedangkan menurut dia, wanita juga bisa mendiri baik secara financial maupun non financial, tanpa adanya bantuan dari pria.
Kehidupan baik Xinniang completely changed, sejak ia jatuh cinta pada Huang Zuye, anak dari Yamamoto Yueniang, dimana sepupunya, Anna, yang licik juga menginginkan Zuye, ditambah dengan kemunculan Anya yang asli.
![]() |
| Dua orang tokoh ibu dan anak yang berasal dari the Little Nyonya 2008, namun dengan latar belakang generasi yang berbeda dan tentunya situasi yang juga berbeda jauh. |
Sosok Anna ini digambarkan jahatnya melebihi iblis, karena dia senang menghancurkan kebahagiaan orang lain, sebagaimana dirinya memang dianggap sebagai pembawa sial sejak dia lahir.
因为我可是特别喜欢破坏人家幸福的 (Yīnwèi wǒ kěshì tèbié xǐhuān pòhuài rénjiā xìngfú de / Karena saya sangat menikmati menghancurkan kebahagiaan orang lain) - An Na
Karakter Anna ini bisa dijadikan pembelajaran juga buat kita semua untuk tidak menandai anak dengan label yang buruk, karena omongan adalah doa. Bahkan sejak Anna yang baru berusia 10 tahun pulang ke keluarga Zhang, dia sudah sengaja menyebabkan Shuqin, bibinya sendiri, terjatuh dari tangga dan keguguran.
Kelainan mental Anna ini disebabkan karena dia merasa dibuang oleh keluarganya sejak bayi.
Hadirnya Anna inilah yang pada akhirnya benar-benar menghancurkan keluarga Zhang, dimana mengakibatkan Xinniang difitnah sebagai seorang pembunuh, kehilangan kedua orang tua yang sangat menyayanginya, dipisahkan dari saudara-saudara dan keluarganya, serta rumah yang hangat tempat dia pulang. Dia terusir dari rumah yang membesarkannya oleh Jinquan dan keluarganya.
Jinquan dan Anna adalah bapak dan anak yang sangat keji, karena mereka bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Orang tua Xinniang pun matinya akibat perbuatan ayah dan anak itu, sementara Sili hanya memikirkan uang untuk memenuhi kehidupan hedonnya.
Syukurlah setelah badai, Xinniang menemukan cahayanya kembali, dia bangkit, menjadi wanita yang mandiri dan setelah semua orang jahat tersingkir, dia bersama Zhang Yaozu, cucu tertua keluarga Zhang yang belakangan diketahui bukan keturunan Zhang juga, anak yang sama sekali tidak dianggap oleh Jinhai, berhasil membuat keluarga Zhang berdiri kembali melalui perusahaan property bernama Jinhe yang didirikan oleh Xinniang.
Berkat perusahaannya pula, Xinniang berhasil membeli perusahaan Yong Li Hang milik keluarga Zhang yang sempat gulung tikar, lalu menyerahkannya kepada Zhang Yinniang dan Chen Donghao, mantan pasangan yang akhirnya dapat bersatu kembali setelah istri Donghao meninggal karena sakit.
Happy Ending adalah akhir kisah hidup Zhang Xinniang, meskipun sebelumnya dia telah banyak kehilangan, yaitu kehilangan kedua orang tuanya, serta sahabatnya, Bai Ah Li.
![]() |
| Orang-orang yang paling penting dalam hidup Xinniang. |
Ada satu hal yang tidak boleh dilupakan. Jasa membesarkan anak terkadang jauh lebih besar daripada sekedar melahirkannya. Tanpa Cai Zhuniang, tidak akan ada Xinniang yang sekarang. Dia menemukan Xinniang, merawatnya, lalu merelakannya untuk mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik.
![]() |
| Ikatan emosional antara ibu dan anak yang tidak sedarah. |





.png)




0 comments