Rumah adalah tempat bermain terbaik, Bunda teman terbaik!


  Tempra Syrup

Sebagai orang tua, kita selalu ingin membuat anak tersenyum. Melihat anak riang menjadi kebahagiaan tersendiri juga bagi kita, letih saat pulang kantor atau seusai mengurus rumah tangga terbayarkan hanya dengan mendengar ia tertawa. Tetapi sayang, sebagian dari kita sering lupa caranya, sehingga hanya berorientasi pada 'uang' untuk membahagiakannya.

Koleksi mainan mahal menumpuk di rumah, bahkan berserakan tidak karuan. Makanan-makanan yang ia inginkan terbeli semua meski tidak dimakan. Pergi ke public playground besar dan mahal di Mall juga dilakukan agar dia bisa bermain dengan puas, selain itu agar si Mami bisa bebas dari ngemong anak seharian, ngawasin tapi sambil duduk saja, ngga perlu ikut lari sini-sana dan terlalu khawatir anak terluka, heheheee ... pengalaman pribadi nih kayaknya.
Menurut Mami Keceh semua, sungguh sudah puas dan bahagia kah anak? Saya bisa cerita di sini karena ini memang pengalaman pribadi saya. Mainan dari yang murah sampai yang mahal ada di rumah, tetapi ketika dia sudah mulai mengeluarkan mainannya, saat itu juga dia langsung menarik tangan saya dan menunjuk ponsel di tangan saya sembari memberikan perintah, "Tutup!" (maksudnya meminta saya mematikan ponsel).

Saat saya merasa ngantuk sekali dan memberikan anak saya ipad di atas tempat tidur agar dia bisa tenang sambil bermain, dia tetap mengerjai saya dengan membuka mata saya pakai jari-jari mungilnya sambil tertawa-tawa, sedangkan kalau saya masih belum terbangun juga, dia akan menggoncang-goncangkan tubuh saya dan berkata, "Mommy, wake up!" (anak saya memang terbiasa berbicara dua bahasa, Indonesia dan Inggris).

Bahkan dalam hal makan, dia selalu menyodorkan makanan di depan mulut saya dan memaksa saya membuka mulut, anak saya yang berusia 3 tahun itu masih belum paham dengan ibadah puasa yang saya jalankan.

Dulu saya tidak mengerti dengan keinginannya, ditambah pekerjaan rumah tangga yang tiada habisnya, membuat saya selalu mengomel dan mengeluh, "Aisyah, mau apa lagi sih, Mami capek, mau istirahat, semua sudah Mami kasih buat Aisyah, biarkan Mami istirahat."

Aisyah memang langsung berhenti mengganggu saya, tetapi ia akan pergi ke sudut ruangan dan menangis sendiri, membuat saya selalu dan selalu menyesal dengan perkataan saya.

Mungkin yang saya rasakan juga pernah dirasakan oleh bunda lainnya, menatap anak yang sudah tidur pulas sambil menangis sedih karena menyesali diri sendiri yang selalu marah kepadanya. Anak berantakin mainan marah, anak hambur bedak marah, anak acak-acak makanan marah, anak robek majalah marah, bahkan anak terpeleset pun yang diingat marah duluan.

Bunda-bunda sayang, anak tidak butuh mainan mahal, anak tidak butuh makanan dari restoran mewah, anak tidak butuh pergi ke tempat bermain yang luas ... yang anak butuhkan adalah perhatian yang Bunda berikan, waktu yang Bunda miliki untuk menemaninya bermain, tatapan mata Bunda yang selalu hangat, pelukan Bunda yang selalu menenangkan, dan aroma khas tubuh Bunda saat berada di dekatnya.




Cukup dengan berada di rumah, pergunakan waktu yang ada, tidak perlu mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli mainan-mainan mahal, bermain petak umpet bersamanya pun bisa membuat dia tertawa riang. Bunda ingat saja ketika dia masih bayi, hal-hal sederhana seperti 'Peek a Boo' (cilukba) sudah bisa membuat dia tertawa renyah.




Jika Bunda belum punya ide dengan permainan murah meriah yang bisa dilakukan bersama si kecil di rumah, saya punya beberapa referensi permainan yang saya lakukan bersama Aisyah, bukan hanya sekedar bermain, tetapi dari permainan itu dia juga bisa mendapat berbagai macam pengetahuan.

1. Fun Cooking

Bermain di dapur tentu akan menajadi pengalaman tersendiri bagi dia. Bukan sekedar bermain masak-masakan dengan menggunakan kitchen set mainannya, melainkan mengajak dia ikut serta membuat cemilannya sendiri.

Saya mengajaknya untuk membuat Sosis Solo ala-ala kami. Menggunakan adonan ayam cincang yang sudah saya masak terlebih dahulu, roti tawar tanpa kulit, mentega, telur kocok, dan tepung panir.

Aisyah saya tugaskan menggilas rata roti-roti tawar yang sudah disediakan, meletakkan ayam cincang di atasnya, dan menggulungnya di tepung panir. Sementara saya menyediakan ayam cincang, mengoles mentega pada roti (sebelum diisi ayam oleh Aisyah), melipat roti dan mencelupkannya ke dalam telur kocok sebelum digulung Aisyah di tepung panir, kemudian menggorengnya.

Kegiatan masak dan makan jadi lebih menyenangkan karena dilakukan bersama-sama Bunda dan buah hati.



2. Mencuci Mobil/Motor

Jangan lupa libatkan si kecil dalam kegiatan anda dan suami di rumah yaa Bunda. Misalnya saja mencuci mobil atau motor, ajak deh si kecil ikut serta di dalamnya meski mengelap dan menyiram ala kadarnya. Kan tujuannya bukan sekedar menyelesaikan pekerjaan melainkan menemaninya bermain.

Acara cuci-mencuci antara saya, Aisyah, dan suami pada hari itu ditutup dengan basah-basahan, sekalian memandikan Aisyah.


3. Timbul dan Tenggelam

Permainan timbul dan tenggelam memberi pengetahuan kepada anak tentang massa suatu benda. Bahannya sangat sederhana dan murah Bunda, saya yakin di setiap rumah pasti ada. Saya pakai ember yang diisi air, batu, serta ranting dan daun kering. Jangan pakai ranting dan daun segar ya Bunda, karena tentu harus memetiknya, sedangkan kita tidak boleh memberi contoh yang tidak baik kepada anak, manfaatkan saja daun dan ranting kering yang sudah berada di tanah.

Ajak anak untuk merasakan benda yang berat dan benda yang ringan, dimana benda yang berat akan tenggelam ke dasar ember, sedangkan benda yang ringan akan mengapung di atas air. Setiap anak pasti suka main air, dan permainan ini akan sangat menyenangkan, apalagi ditemani oleh Bundanya.



4. Mewarnai bersama

Yang perlu disadari oleh para bunda, untuk menumbuhkan minat anak pada permainan yang Bunda suguhkan yaitu dengan melahirkan ketertarikan dalam diri Bunda sendiri. Misalnya saja Bunda ingin anak suka dalam kegiatan mewarnai, maka Bunda terlebih dahulu yang menunjukkan ketertarikan tersebut. Untuk kegiatan mewarnai ini, cukup modal krayon dan hasil print gambar polos ya Bunda.


5. Merobek dan menggunting kertas

Bunda pasti berpikir ini adalah permainan yang sangat tidak masuk akal. Anak tidak suka merobek kertas kok malah diajarin. Heheheee ...

Merobek kertas ini bukan sembarang permainan loh Bunda, ini melatih motorik halusnya si anak. Seperti Aisyah, anak saya, motorik kasar Aisyah ini luar biasa terlatih setiap hari, dia pandai berlari, berlompat, memanjat, menari, tapi kalau untuk memegang pensil atau pulpen apalagi memasukan tali pada lubang, dia masih agak kesulitan, termasuk merobek kertas, Aisyah tidak bisa merobek kertas.

Oleh Aisyah, kertas akan ditarik dengan kedua tangannya, sehingga tidak akan robek. Oleh karena itu saya melakukan permainan ini dengannya di rumah.

Sama halnya dengan menggunting. Saya belum memberikan Aisyah gunting yang biasa saya pakai, saya memberikannya gunting yang khusus anak usia 2 tahun ke atas karena ia belum bisa memegang gunting dengan baik.

                                         


6. Menari bersama

Anak yang aktif seperti anak saya, sangat menyukai kegiatan olah tubuh, khususnya menari. Jadi setiap pagi hari saya manfaatkan untuk moment olah raga sekaligus kegiatan menari Aisyah. Lagu Zumba pagi saya adalah lagu yang tidak biasa, yaitu Gummy Bear, heheheee.


7. Bernyanyi bersama

Saya dan Aisyah juga suka bernyanyi bersama, tapi bukan sekedar bernyanyi. Kami bernyanyi sambil bermain. Di rumah saya ada sofa yang panjang yang biasa kami manfaatkan untuk bermain naik Bus, bergantian antara saya dan Aisyah yang menjadi kondekturnya. Permainan ini bisa mengembangkan imajinasi anak loh Bunda.

Kami bersikap seperti berada di dalam bus dan bernyanyi Wheels on the bus ... bukan masa kecil saya kurang bahagia loh Bunda, hahahaaa, tapi supaya dia yang jadi lebih bahagia. Apa sih yang ngga buat Aisyah?


8. Bermain Bubble

Bermain Bubble di rumah juga sangat menyenangkan Bunda. Membuatnya pun cukup mudah, tidak perlu beli, yang penting punya sampo kan? Campur saja sampo dan air, trus ambil sedotan lalu dicelup dan ditiup. Simpel kan? Murah meriah lagi.


9. Membacakan dongeng

Sebelum tidur, jangan pernah lupa untuk membacakan si kecil dongeng ya Bunda. Saat mendongeng, jangan lupa intonasi suara dan membedakan suara-suara para tokohnya dengan suara asli Bunda. Selain membacakan dongeng biasa dari buku, bunda juga bisa menggunakan boneka tangan atau boneka jari untuk mendongeng, tentu akan lebih mengasyikan. Di samping itu, bonding antara anak dan ibu tetap terjaga.



Beberapa permainan di atas hanya contoh kegiatan yang biasa saya lakukan bersama Aisyah di rumah. Bunda-bunda semua pasti bisa lebih kreatif. Misalnya saja bersama anak melakukan prakarya, melipat kertas, memanfaatkan kain perca, membuat boneka dari kaos kaki, dsb.

Menyenangkan sekali ya Bunda bermain bersama anak. Tapi jangan lupa untuk tetap memperhatikan jam istirahat buah hatinya ya Bunda agar ia tidak mudah sakit. Aisyah rutin tidur siang selama 2 jam dan tidur malam selama 9-10 jam. Selalu ingat juga menyediakan obat penurun panas yang tepat di rumah, agar ketika si kecil demam, Bunda bisa langsung memberikannya.

Tetap semangat yaa Bunda, jadikanlah rumah sebagai arena bermain anak, selain aman, rumah adalah tempat yang 'hangat' bagi si buah hati, tentu saja Bunda sebagai teman bermain yang tepat. Bermain bukan sekedar bermain, ia akan menjadi lebih kreatif dengan memanfaatkan apa yang ada sebagai sebuah permainan.
                                      

   
                                    


                          
                                       
                     
                                               


Note: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Comments

Post a Comment