Dipersatukan Oleh Mimpi Melalui Rooftop Balikpapan (Hari Blogger Nasional 2019)

Menolak lupa dengan mencatat hal apapun termasuk tentang sebuah rasa yang mengapung di dadaku.
Sumber Foto: Difotokan oleh Kokoh Hendra.

Aku memiliki satu mimpi, dimana suatu saat ragaku sudah tak ada di sisi kalian, tapi namaku tetap diingat melalui tulisan-tulisanku, terutama bagi anak-anakku yang kelak akan dengan bangga mengatakan bahwa "Dia adalah Mamiku."

Setiap orang pasti bisa menulis, aku sangat yakin akan hal itu, tetapi untuk menghasilkan tulisan yang baik kalian harus mengirimkan jiwa kalian ke dalamnya.

Tulislah menggunakan hati, bukan hanya berdasarkan apa yang kamu pikirkan, agar pembaca bisa menyelam lebih dalam menuju apa yang dirasakan oleh penulisnya.

Kesukaanku akan dunia pena sudah lahir sejak aku masih kelas 4 Sekolah Dasar dimana pada saat itu aku menulis sebuah Cerita Pendek berjudul 'Sebatang Kara' di sebuah buku tulis. Tulisan tersebut mendapatkan apresiasi yang tak terduga dari kedua orang tuaku, itu masih lekat dalam ingatanku hingga hari ini, puluhan tahun sejak saat itu.

Sebuah pengingat bagi setiap orang tua, termasuk Self Reminder untuk diriku sendiri sebagai ibu dari dua orang anak balita, bahwa "Selalu apresiasi anak meski hanya berupa ucapan, atas kebaikan atau kebanggaan yang mereka lakukan, karena satu kalimat menentukan masa depan mereka."

Seorang anak adalah pengingat ulung, ketika kita mengatakan bahwa ia bodoh, maka ia akan merasa sepanjang hidupnya menjadi orang yang bodoh, sebaliknya saat kita mengangap mereka anak yang hebat, baik, dan pandai, maka begitu pulalah anggapan mereka terhadap diri mereka sendiri.

Hanya melalui satu kalimat dari kedua orang tuaku, aku menemukan diriku, dimana ini adalah duniaku, yaitu sebagai seorang Penulis cerita fiksi yang kemudian menghantarkanku juga menjadi salah seorang Blogger Balikpapan.

Sebagian Wanita Blogger Balikpapan di Rooftop Platinum Balikpapan.
Sumber Foto: Hairi Yanti.

Seseorang yang cukup istimewa di masa lalu pernah mengatakan padaku, "Kamu lucu seperti Pinguin."

Setiap kami bertemu ia selalu memanggilku 'Annisa Pinguin', membuat sebutan itu sangat familiar di telingaku, sehingga aku menjadikannya sebuah 'brand' atas diriku.

Ya, sebagai seorang penulis, biasanya kami menciptakan image khusus atas diri kami masing-masing agar para pembaca mengenal kami lebih dekat.

E-mail pertama yang aku miliki menggunakan nama Annisa Pinguin, begitupun dengan Blog pertama di Blogspot yang aku buat pada tahun 2009 yaitu 'Pinguin Swit Diari'.

Sesuai namanya, sebagian besar isinya adalah curahan hatiku terutama kisah-kisah percintaan yang pernah aku lalui, sehingga ketika aku memutuskan menikah dan akhirnya memiliki anak, aku pun meninggalkan kenangan akan 'Sang pinguin' untuk selamanya, beralih pada kenikmatan Bombon Asam Jawa yang sewaktu kecil juga aku sukai, manis dan asam berpadu menjadi satu selayaknya Blog Lifestyle yang kukelola saat ini.


Sebagian Wanita Blogger Balikpapan yang asyik bercengkrama di sela aktivitasnya mencari bahan untuk mengisi konten Blog.
Sumber Foto: Bapak Bambang Herlandi.

Setelah sekian lama berjalan tak tentu arah, pada tahun 2017 aku bertemu rekan-rekan sejawatku, bergabung dalam komunitas Blogger Balikpapan yang diketuai oleh Bapak Bambang Herlandi.


Kamu akan lebih cepat lelah ketika kamu berjalan seorang diri, beda halnya ketika kamu melangkah bersama orang-orang yang memiliki tujuan sama denganmu.

Bukan kuda yang berpacu karena dipecut, bukan pula melodi yang berpacu mengiringi sebuah lagu, tetapi semangat yang kembali membara berpacu dengan kobaran jiwa-jiwa lain yang memiliki tujuan sama denganku.

Tepat pada tanggal 27 Oktober 2017, pertama kalinya aku bertemu dengan mereka semua dalam acara Hari Blogger Nasional dimana pada saat itu diadakannya kelas Blogger yang pertama kalinya.

Ketika itu aku merasa sangat beruntung karena bergabung pada saat yang tepat yaitu langsung bisa mendapatkan ilmu dari Blogger lainnya, mulai dari cara menciptakan konten yang berkualitas, membuat domain, hingga teknik SEO.


Tak mudah menyatukan banyak kepala dalam satu rumah, tak mudah juga menyatukan banyak karakter dalam satu wadah, tetapi ketika tujuan kalian satu, maka kalian akan tetap berjalan beriringan.
Sumber Foto: Bapak Bambang Herlandi.

Terkadang tulisan mereka membuatku minder, karena aku hanyalah seorang blogger dengan tulisan receh yang berkisah seputar isi hatiku saja, tetapi semakin mengenal mereka lebih dekat, aku justru semakin percaya diri.

Seorang Blogger bernama Rosanna Simanjuntak, selalu kami panggil dengan sebutan Kak Ros, kebetulan usia beliau jauh di atas kami, seringkali berbagi pengalaman dengan kami, para juniornya.

Ia mengatakan bahwa "Tak perlu menjadi orang lain hanya untuk menghasilkan tulisan yang baik."

Terbukti!

Kak Ros selalu menjadi dirinya sendiri saat ia menulis, bahkan ia tak terserang syndrom ikut-ikutan 'gonta-ganti' template blog-nya dan lebih fokus mengisi konten di blognya saja, tetapi baru-baru ini beliau justru memenangkan kompetisi blog dan mendapatkan hadiah sebuah Laptop! Wow!


Kak Ros (kiri) dan Penulis (kanan).
Sumber Foto: Mas Laras Lediantoro.

Beradalah di tempat yang baik agar dapat berkumpul dengan orang-orang yang baik.

Suka dan duka bersama Blogger Balikpapan telah aku lalui, bahkan kami sempat berduka karena kehilangan salah satu anggota yang meninggal akibat kecelakaan di luar kota, Neno Ramadhana.

Seseorang yang masih membersamai kami hingga kini karena ia adalah seorang penulis, meski raganya sudah tak di sini tapi namanya kan selalu kami ingat setiap membaca tulisannya.


Aku tak pernah melupakan mereka yang pernah hadir dan memberi warna dalam hidupku, walaupun sebagian darinya sangat ingin aku lupakan.
Sumber Foto: Lidha Maul

Sebuah Rooftop yang berada satu lantai di atas Lantai 11 Hotel Platinum Balikpapan membuatku terbawa angan jauh ke belakang.

Entah karena semilir angin sepoi-sepoi yang membuat separuh jiwaku melayang menuju masa lalu, ataukah memang sosok 'mellow' sepertiku mudah sekali jatuh dalam suasana yang romantis.

Sore hari yang cerah telah berhasil mempertemukan para Blogger Balikpapan di Rooftop Balikpapan yang terkeren itu dalam rangka merayakan Hari Blogger Nasional 2019, setelah kami melakukan Hotel Tour.


Rooftop Platinum Hotel Balikpapan.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.

Beberapa orang penting seperti Ibu Arita Effendi, istri dari Walikota Balikpapan Bapak Rizal Effendi, selaku Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah), Bapak Sutadi Sanyoto selaku Kepala Diskominfo Kota Balikpapan, Bapak Dendi selaku perwakilan dari PT Telkom, Bapak Istia Budi dari DiLo Balikpapan, juga Bapak Bambang Herlandi selaku Ketua Blogger Balikpapan, hadir dan memberi kata-kata sambutan serta ucapan selamat kepada kami, membuat kami yang hadir merasa dihargai.


Dari Kiri ke Kanan: Bapak Bambang Herlandi, Bapak Istia Budi, Bapak Dendi, Ibu Arita Rizal Effendi, dan Bapak Sutadi Sanyoto.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi

Kak Ros dipercaya sebagai MC pada hari yang istimewa tersebut, dan kata pembuka serta ucapan terima kasih disampaikan oleh perwakilan dari Platinum Balikpapan, yaitu Mbak Resyika, Assistant Director of Sales Platinum Balikpapan Hotel.


Mbak Resyika (Rere), perwakilan dari Hotel Platinum Balikpapan.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi

Sebelumnya aku sempat bercerita mengenai Filosofi Sepasang Sepatu dalam edisi Hotel Tour Platinum Balikpapan Blogger, yaitu Sepatu Yang bagus Membawa Kita Ke Tempat yang bagus, dalam laman:

Hotel Platinum Balikpapan Untuk Hari Blogger Nasional 2019 Dengan Filosofi Sepatu.


Tiada yang salah!

Sepatu yang bagus telah membawaku sampai ke Rooftop Balikpapan ini, di sana pula aku bertemu dengan teman-teman yang baik dan orang-orang hebat yang sudah banyak makan asam garam kehidupan sehingga bisa berbagi sedikit pengalamannya kepada kami.


Para penggiat Literasi Kota Balikpapan bersama tamu-tamu kehormatan dalam acara Hari Blogger Nasional 2019.
Sumber Foto: Balikpapan Blogger Community.

Setiap manusia yang berjodoh untuk bersua satu sama lain, ada masanya akan terpisah, meski hanya oleh jarak, dan mungkin juga oleh maut.

Who knows?!

Siapa yang bisa menduga catatan takdir seorang manusia yang telah dituliskan oleh yang maha kuasa.

Begitupun dengan kami, khususnya aku, pada malam itu yang dalam diam penuh harap kelak masih bisa bertemu dengan mereka semua dalam keadaan sehat wal afiat.


Ibu Arita Rizal Effendi bersama dengan Penulis.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.

Orang dulu pernah berkata bahwa ketika kita berkunjung ke satu tempat yang baru dan kau sempat meminum airnya, maka suatu saat kau pasti kembali ke tempat itu.

Rooftop Balikpapan dengan lukisan alam yang terhampar luas sejauh matamu memandang, saat aku hirup dalam-dalam sajian nafas bumi Kota Balikpapan yang kau sediakan untukku melanjutkan hidup, penuh harapan untuk meraih cita dan cinta dalam sanubari.

Kemanapun kakiku melangkah, aku pasti pulang ke kota ini, guna meringankan beban rindu yang aku pikul selagi dipisahkan oleh jarak.

Dan kepada Rooftop inilah, aku kan kembali mengisi anganku dengan asa agar tak pernah terpupus dan mati.


Malam yang gemerlap di Rooftop Balikpapan.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.

Comments

  1. "penuh harap kelak masih bisa bertemu dengan mereka semua dalam keadaan sehat wal afiat." >>>> aamiin Allahumma aamiin :)
    Mami keceh dari awal jumpa itu selalu fresh dan bahagia.
    Semoga sehat selalu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin yaa Rabb. Semoga kita semua diberi panjang usia, kesehatan dan kesempatan untuk saling berjumpa satu sama lain.
      Bulir Jeruk jugaa, semakin keceh tulisannya. ^☆^
      Blogger Balikpapan memang keren-keren! 😘

      Delete

Post a Comment

Popular Posts