Namewee dari Sutabakusu di Shinjuku Hingga Dance Thai Cha Cha

Kacamata unik yang seolah melekat pada dirinya karena selalu dikenakan secara bergonta-ganti model yang menghiasi setiap penampilannya pada video clip.
Sumber Foto: https://www.dw.com/en/malaysian-rapper-namewee-held-over-mosque-video/a-19492141

Sudah dua bulan belakangan ini ada salah satu lagu Jepang yang menarik perhatianku. Sebenarnya bukan the Real Japanese Song, melainkan lagu yang cenderung mengolok-olok logat Jepang ketika berbahasa Inggris.

Penyanyinya sendiri berasal dari Malaysia, dan terkenal sebagai rapper di sana, dia dikenal dengan nama Namewee.

Awal aku mendengar lagu itu sekilas saja, ketika lagu yang diputar oleh anak dan para ponakkanku melalui aplikasi youtube di layar televisi usai dan berlanjut otomatis ke daftar putar berikutnya, sayangnya selalu lupa mau melihat judulnya, hingga aku harus mencari-cari sendiri.

Akhirnya ketemulah aku dengan judul lagunya sekitar satu bulan yang lalu (hanya baru sempat aku membahasnya di Blog ini), dan hampir setiap hari aku memutarnya karena iramanya yang enak dan liriknya yang unik. Aku bahkan sampai hafal liriknya dan anak keduaku menjadi sangat menyukai lagu ini.

Judul lagunya adalah Tokyo Bon 2020 (Makudonarudo). Tahu nggak apa maksudnya Makudonarudo? Itu adalah logat orang Jepang ketika menyebutkan Mc Donald! Hahahaaa ...

Lalu mengerti atau tidak Sutabakusu yang kutulis pada judul konten ini? Itu Sturbuck! Hehehe ...

Kalau kamu dengar lagunya pasti suka. Uniknya lagi, pembuatan lagu dan video clip ini tentunya mendapat dukungan dari orang-orang Jepang sendiri, dimana artinya tidak ada yang merasa tersinggung.

Simak nih lagunya!



Pasti karena kepercayaan diri orang Jepang yang sangat tinggi. Siapa sih yang tidak tahu kalau Jepang merupakan negara maju?

Mereka Percaya Diri dengan logat dan bahasanya, sehingga tak ada masalah bagi mereka jika tidak dapat berbahasa mengikuti logat orang lain, dimana kita di Indonesia kebanyakan orang yang tidak begitu pandai berbahasa Inggris merasa minder membuka mulut meski hanya untuk mengucapkan sepatah dua patah kata kepada orang lain, karena jangankan salah spelling, logatnya logat daerah saja dapat menjadi bahan tertawaan bahkan bully-an para netizen negara ber-flower +62.

Kembali lagi kepada Namewee. Sewaktu aku memutar lagu Tokyo Bon 2020 (Makudonarudo) tersebut melalui youtube di HP, tanpa sengaja tanganku menekan lagu-lagunya yang lain, salah satunya berjudul Thai Cha Cha dan ternyata enak juga dimana Thai Cha Cha ini menceritakan mengenai dance-nya orang Thailand dengan bahasa dan logat yang juga meniru-niru orang Thailand, membuatku menarik kesimpulan kalau Namewee ini penyanyi spesialis parodi bahasa di berbagai negara.

Karena keseringan putar lagu Thai Cha Cha juga, maka si anak bungsu pun menyukai lagu itu, selain Makudonarudo tadi.



Jadilah setiap hari di rumah kami selalu memperdengarkan dua lagu aneh yang menarik hati ini kepada para tetangga, hahahaa.

Bukan hanya si bungsu dan aku tentunya, tapi sudah mewabah kepada si sulung dan sepupu-sepupunya juga. Ya mendinganlah, daripada "Entah Apa Yang Merasukimu' merasuki setiap orang untuk menyanyikan lagu itu terus termasuk kedua orang ponakkanku di rumah.

Aku bukan hanya ngefans sama lagunya, ngefans sama orangnya juga jadinya, karena keseringan menatap muka konyolnya, ahayyy, ngakak, hahahaaa.

Seperti biasa, 'emak-emak' kalau penasaran selalu langsung mencari tahu, profile-nya sang idola, dan pasti menemukan yang diinginkan.

Nah, berdasarkan Wikipedia nih, Namewee itu bernama asli Wee Meng Chee, kelahiran 6 Mei 1983, penyanyi hip hop keturunan Chinese Malaysia. dimana dia juga biasa bertindak sebagai composer, filmmaker, dan actor.

Buat yang belum tahu, buruan subscribe channelnya dan dengarkan deh lagu-lagunya yang unik itu.

Comments

Popular Posts