A World of Married Couple - DraKor Yang Menguras Energy Emak-emak

Han So Hee
Han So Hee. Sumber; Bangka Pos.
Ini nih Pelakor Da Kyung yang ngeselin itu!
        Sebagai penikmat Drama Seri Mandarin sejak jaman Novel Qiung Yao difilmkan dan ramai ditayangkan di stasiun Televisi Swasta Indonesia, hingga kini DVD Drama Seri Mandarinku menumpuk (khususnya serial dinasti kerajaan), aku belum pernah tertarik dengan Drama Seri Korea (DraKor) yang jaman now sedang booming.
        Memang ada beberapa DraKor jaman old yang cukup meninggalkan kesan di hatiku, terutama yang berjudul 'Endless Love' karena ada Won Bin dan karakternya pada film yang sudah membuatku sangat jatuh hati. Sampai sekarang, untuk bintang Korea, aku belum bisa sama sekali move on dari Won Bin. 
        Tapi sebatas itu karena aku tidak mengikuti perkembangan perfilman Korea seperti para penggemar K-Drama.
        Hanya saja kali ini ada satu judul yang menarik perhatianku karena ramainya perbincangan di kalangan emak-emak Indonesia yaitu berkisah tentang 'Pelakor'.
        Ya, kalian pasti juga sudah sangat familiar akan judul DraKor yang satu ini, 'A World of Married Couple'.
        Dalam sebuah pernikahan, setiap pasangan, khususnya wanita, menginginkan hubungan yang harmonis antar suami - istri, agar tercapai rumah tangga yang bahagia hingga akhir hayat. Tetapi siapa yang bisa menolak suratan takdir?
        Pilihan hidup membuat seseorang berselingkuh, pilihan hidup pula membuat seseorang memutuskan bercerai, pilihan hidup yang membuat sebuah rumah tangga damai menjadi berantakan, namun semuanya bisa terjadi tetap karena takdir telah berperan sangat besar dalam kehidupan mereka.
        Tak ada yang menikah dengan tujuan untuk bercerai. Tak ada juga yang tahu bahwa ternyata kita telah menikahi orang yang salah.
        Sebagai seseorang yang pernah gagal menjalani biduk rumah tangga, apalagi berkaitan dengan 'Pelakor', Drama Seri Korea 'A World of Married Couple' ini cukup menguras energy-ku sebagai kaum emak-emak yang merasa bahwa Pelakor kurang ajar itu telah menindas tokoh istri sah.
        Tidak ada air mata yang mengalir, yang ada hanya kemarahan, kok bisa gitu ada 'pelakor' yang sangat brengsek dan kurang ajar kepada istri sah.
        Sabar Annisa, sabar! Jangan sampai kayak emak-emak yang sibuk memaki tokoh Da Kyung di instagram real artis pemerannya tersebut.

Pelakor
Pemeran Da Kyung dan Komentar-komentar netizen +62 di Instagramnya.
        Konon katanya lelaki memang bakal ada puber kedua, tapi ada yang imannya jauh lebih kuat terhadap godaan setan dan ada juga yang nggak.
        Hellow lelaki, emang perempuan nggak ada puber kedua?! Buktinya dia masih tahu kalau bintang-bintang Korea itu mukanya lebih cakep daripada suaminya di rumah, dia bisa melihat banyak cowok yang lebih tampan daripada suaminya di luar sana (apalagi kalau lagi 'ngemol'), dan dia tahu banget suaminya tipe 'ikan kering' atau tipikal 'perut buncit' dibandingkan sama cowok-cowok di tempat fitnes!
        Tapi dia masih setia tidur di sampingmu dan melihat muka kucelmu, yang hitam kena sinar matahari itu tiap hari sampai sudah mirip DAKIcan, eh dakocan, sambil tersenyum tersipu-sipu!
        Sementara kamu tidur dengan istrimu sambil membayangkan sosok perempuan lain?! Itu kamu yang tergoda sama setan atau kamu setannya?!
        Sabar Annisa, sabar! Itu Da Kyung hanya korban, karena dia juga dikorbankan oleh produser dan sutradaranya untuk menjadi seorang 'Pelakor tak tahu diri'.
        Hahahaaa ... ampun. Tahan Annisa, jangan menghujat. Maafkan, kadang jiwa emak-emakku meronta melihat adanya ketidak-adilan yang dialami oleh istri sah.
        Fiuh ... Memang kemarahan itu ternyata penyakit menular, apalagi kemarahan yang disebabkan karena menonton ulah Pelakor.
        Padahal setan datang ya karena diundang oleh setan juga. Si suami dan sang pelakor cantik ya pasangan setan yang bereinkarnasi ke bumi untuk membinasakan perasaan istri sah.
        Jangankan pelakor yang cantik begini, pelakor jelek saja bikin aku 'mencak-mencak' juga, hehehe. Apalagi ini istri masih cinta-cintanya sama suami.
        Bayangkan, dia mempersiapkan ulang tahun suami dengan sungguh-sungguh, bersama anak semata wayang mereka yang sudah beranjak remaja.
        Suami pulang malam disambut dengan senyuman hangat, bahkan dia yang sudah tidur rela bangun untuk melayani hasrat seksual suami (aku menulis ini sambil tarik nafas karena gemas). Brekele nggak tuh!

Sun Woo dan Tae Oh (Istri dan Suami dalam Film The World of the Married People).
Sumber: Pikiran Rakyat.
        Meski sebenarnya sang istri harus lebih bersyukur karena dia mendapat petunjuk melalui sehelai rambut merah yang ada pada syal suaminya yang sedang dia pakai. Coba kalau tidak ada sehelai rambut itu, tentu selamanya dia akan menjadi 'bucin' suami tercintanya itu.
        Lelaki memang harus ekstra hati-hati dalam hal ini, karena kedzaliman utamanya adalah dalam hal berbohong.
        Kalau dalam Islam, lelaki boleh beristri 4, tak perlu minta ijin istri pula, tetapi dia harus kasih tahu istrinya tentang niat untuk menikahi wanita lain tersebut.
        Jika dia menikah tanpa istrinya tahu, itu adalah dzalim! Apalagi jika ia selingkuh tanpa menikah. Karena hak istri dan hak suami sama untuk mendapatkan kebahagiaannya masing-masing.
        Suami berhak menikah lagi tapi istri juga berhak untuk minta diceraikan kalau ia tidak bersedia dimadu dan suami tidak berhak memaksa istri untuk menerima kehidupan poligami yang ingin ia ciptakan.
        Dzalim jika ia sudah menikah lagi atau ia berselingkuh dengan wanita lain tapi tidak jujur kepada istrinya dan tidak bersedia menceraikan istrinya!
        Aku memang pernah bilang tidak usah berurusan dengan pelakor, jangan mengotori tangan sendiri untuk menyerang pelakor, kalau suami diketahui sudah berselingkuh atau menikah diam-diam di belakang kita, ya sudah langsung ke pengadilan saja masukkan gugatan.
        Tapi ... ada tapinya nih. Kalau pelakor terlalu kurang ajar ya balas! Jangan diam saja. Ditampar sekali oleh pelakor, balas tampar dia dua kali! Karena berarti kesalahannya ada 2 yaitu berselingkuh dengan suami kita dan bersikap kurang ajar. Gemas eike!
        Memang lihat mukanya si Da Kyung ini, artisnya 'cucok' banget memerankan tokoh pelakor, meski cantik tapi ngeselin, rasanya pengen deh aku jadikan keset di depan toilet umum.
        Apa karena aku nubie di dunia DraKor seperti kata 'rang-orang' itu, penonton musiman gitu?! Hmm ...
        Nggak juga sih, karena setiap Drama Seri yang aku tonton (biasanya Mandarin sih), kalau ada tokoh pelakornya selalu bikin aku gemas tidak karuan. Aku bukan tipikal yang suka berbagi laki soalnya.
        Aku memang egois, aku ingin lelaki untukku sendiri. Tetapi egoisan mana ya sama lelaki yang ingin banyak perempuan untuk dirinya sendiri, tanpa mau berbagi dengan jomblo lainnya, heheheheee.
        Tapi jarang film yang bisa membuat aku menangis kalau tokoh pelakornya model begini, kebanyakan film yang sentimentil berkisah tentang anak yang diperebutkan dua orang ibu atau sikap pengorbanan salah satu tokoh yang aku tonton, adalah film-film yang aku suka karena bisa membuat aku menangis.
        Misalnya saja film Taiwan yang dibintangi oleh salah seorang aktris Korea bernama Park Eun Hye dan aktor Taiwan 'cinta pertamaku' Vic Zhou, hehehe, berjudul Silence. Itu ceritanya bikin banjir air mata deh. Begitupun dengan film Korea Jadul 'Endless Love' yang bisa membuat aku luluh dan terus mewek melihat karakter Won Bin yang penuh pengorbanan.
        Pokoknya film yang bisa membuat aku menangis sedih dari dalam hati, bukan semata melihat tokohnya sedang berperan menangis begitu, melainkan ada cerita dan karakter yang dibuat sentimentil, khususnya sikap pengorbanan seseorang, itu selalu membuatku luluh banget dan terharu sehingga air mata keluar sendiri tanpa aku minta.
        A World of Married Couple ini sukses membuat aku baper, tapi bukan dalam hal mellow melainkan sebal maksimal, dan berharap Da Kyung ada di hadapanku untuk aku lempar kaleng rombeng ke mukanya. Wkwkwk ... maafkan.
        Dalam artian, "Ji Sun Woo, kalau kau tidak bisa membela dirimu sendiri, sini aku bantu!"
        Ada yang seperti aku nggak Mak-emak? Sharing ya di kolom komentar.
        Atau ada yang mengalami seperti aku? (Berurusan dengan Pelakor meski Pelakornya beraninya hanya ngumpet).
        Aku gemas! (Gigit piring)



Note: Kalau mau nonton film ini, pastikan jiwa dan raga kalian sedang dalam keadaan fit, karena DraKor ini akan menguras energy kalian kembali. Ingat, jangan habis cuci piring atau habis setrika baju nontonnya, nanti tambah lelah! Atau, nggak usah ditonton sekalian.

You Might Also Like

2 komentar

  1. Hahahahaha duuuh aku ngakak baca reviewnya mba :D. Sabaaaar mba Annisa :D.

    Ini Drakor aku tonton eps 1, trus lgs mutusin stop.ga tertarik liat eps 2 nya. Eps 1 aja aku udh darah tinggi mbaaa, rasanya kalo aku nonton sampe habis, bisa kena serangan jantung dan halusinasi LBH parah wkwkwkwkw.

    Cukuuuup 1 eps aja demi kebaikan mental dan jiwa. Aku nonton film itu utk tenangin pikiran, bukan bikin makin sutris hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkk ... betul Mbak ... harus tarik nafas panjang-panjang nih tiap adegannya. Gemesss maksimal, ampun deh.

      Delete