Penyebab Stunting Itu Apa Saja Ya?

        

Lifebouy
Sumber Foto: Lifebouy.com

        Pernah nggak sih kita melihat orang yang bertubuh pendek tapi wajahnya jauh lebih dewasa dari usianya? Kadang kita menyebutnya 'tua kecil'.
        Ada beberapa artis yang familiar karena sering seliweran di televisi juga memiliki ciri-ciri seperti itu.
        Lalu tentu sebagian dari kita berpikir, kira-kira apakah faktor penyebabnya? Keturunan dari kedua orang tuanya kah? Karena sempat sakit kah? Atau faktor lainnya.
        'Tua kecil' adalah suatu kondisi stunting yaitu suatu kondisi dimana pertumbuhan terhambat akibat kekurangan gizi, jadi stunting sebenarnya bisa dicegah.
        Aku pernah membahas tentang hal ini di Blog sekitar 2 tahun yang lalu, tetapi ternyata angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi loh.
        Dr Kirana Pritasari MQIH, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemkes mengatakan dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh PT Aisyiyah bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia mengatakan bahwa angka stunting di Indonesia masih di atas 30% melebihi toleransi WHO yang hanya 10 sampai 20% (mediaindonesia.com, 27 Februari 2020).
        Beberapa orang tua menganggap bahwa kondisi tubuh bayi dan balita yang jauh lebih kecil dari anak-anak seusianya adalah biasa, "Ah masih kecil ini, nanti kalau sudah besar juga tinggi sendiri."
        Padahal sebagai orang tua, kita harus terus memantau pertumbuhan tubuh anak-anak kita, apakah tinggi tubuh dan berat tubuhnya normal untuk anak-anak seusianya? Jika tidak, maka harus segera konsultasi ke Dokter Anak untuk melakukan perbaikan gizi.

Tabel Tinggi dan Berat Badan
Tabel Tinggi dan Berat Badan anak usia 0 hingga 12 tahun yang aku rangkum berdasarkan WHO.
https://www.bombonasam.club/2018/09/pencegahan-stunting-melalui-hal-hal-sederhana.html#comments

        Tapi apakah hanya karena kekurangan gizi yang dapat menyebabkan seorang anak mengalami stunting? Yuk kita simak di bawah ini apa saja yang menjadi faktor penyebabnya.

        Penyebab Stunting, antara lain:

1. Kekurangan Gizi

    Ini sudah jelas merupakan faktor utama, anak-anak yang mengalami gizi buruk akan menjadi Stunting sehingga perlu banget orang tua memperhatikan gizi dan pola makan anak-anaknya. Kekurangan Gizi pada Ibu Hamil juga dapat menyebabkan anak yang dilahirkannya mengalami kondisi Stunting.

2. Infeksi Kuman dan Bakteri

   Calon Ibu yang hidup di lingkungan yang krisis air bersih dan lingkungan kotor jauh lebih rentan memiliki anak yang akan mengalami Kondisi Stunting, oleh karenanya selalu jaga kebersihan tubuh dan lingkungan tempat tinggal kita agar  terhindar dari Infeksi Kuman dan Bakteri yang dapat menyebabkan anak-anak lahir dengan kondisi Stunting.

3. Masalah Kehamilan

    Stunting bisa disebabkan juga karena kehamilan di usia remaja, gangguan mental pada ibu hamil, jarak kehamilan yang pendek, dan hipertrensi. Oleh karenanya Stunting dapat dicegah sejak masa kehamilan dan masa sebelum kehamilan yaitu hindari pernikahan dini, ikuti Program Pemerintah Keluarga Berencana, dan perhatikan kesehatan fisik maupun mental Ibu Hamil.

4. Pola Hidup Tidak Sehat

    Rajinlah berolah raga dan memiliki tidur yang berkualitas, khususnya bagi calon ibu. Hindari polusi, banyak menghirup udara yang sehat, perhatikan unsur 4 Sehat pada makanan, juga merupakan bentuk Pola Hidup Sehat. 

        Lalu bagaimana kita tahu sedini mungkin bahwa anak-anak mengalami Stunting?
1. Rajin pergi ke Posyandu untuk mengukur Tinggi dan Berat Badan Anak. Jika Tinggi badan anak tidak naik malah cenderung turun maka perlu konsultasi lebih lanjut kepada Dokter Anak untuk mencegah anak tumbuh dewasa dengan kondisi Stunting.
2. Perkembangan anak terhambat, misalnya kesulitan belajar, yang seharusnya sudah bisa melakukan sesuatu bagi anak seusianya tapi dia belum bisa melakukannya, atau terlambat menstruasi untuk yang pertama kali bagi anak perempuan (menarche).
3. Mudah terserang berbagai penyakit infeksi.

        Jadi, yuk cegah Stunting sekarang juga. Sayangi anak-anak kita dan biarkan ia tumbuh dengan normal sesuai dengan usianya.

You Might Also Like

0 komentar