Traveloka Xperience Menciptakan Xperience Seru Setiap Keluarga

Pahami isi hatinya lebih dalam agar kau tahu apa sesungguhnya ia inginkan darimu.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.


Waktu menunjukkan pukul 5 dini hari ketika aku terbangun dengan perasaan malas. Tadi malam aku baru menyelesaikan tulisanku pada blog sekitar pukul 1 tengah malam Waktu Indonesia Tengah, namun seperti biasa aku selalu bangun jam 5 subuh untuk melakukan solat, ibadah wajib umat muslim.

Seusai solat, aku sibuk memainkan ponselku, tak seperti biasanya yang langsung beranjak ke kamar mandi untuk aktivitas bersih-bersihku dan ketika waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi aku sudah mulai memanaskan motor untuk mengantarkan putri sulungku itu pergi sekolah.

Sementara saat ini pun masih terdengar suara dengkurannya, mungkin dia masih berada di bawah pengaruh mimpi indahnya. Kalau dibangunin, dia akan mulai berdrama 'tidak mau mandi karena dingin', kemudian setelah mandi melanjutkan dramanya 'tidak mau disisir rambutnya yang kusut karena membuat kepalanya sakit', lalu sesampainya di sekolah pun masih berdrama yaitu 'tidak mau turun dari motor untuk bersekolah'.

Awal-awal tahun ajaran baru atau bahasa ngetren-nya 'back to school', Aisyah sangat bersemangat. Maklum, dia break sekolah cukup lama.

Waktu usia 2 tahun, Aku merasa dia mengalami speech delay sehingga memasukkannya ke PAUD kelas toddler yang hanya beraktivitas selama 3 kali seminggu di sekolah.

Dia bersama teman-temannya di Kelas Toddler.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.


Meski pada mulanya ia merasa takut dan menangis, namun akhirnya sangat menikmati, Aisyah suka dengan sekolahnya tersebut, sehingga dia merasa sangat sedih ketika aku memutuskannya tidak lanjut ke pre-school  setelah satu tahun di kelas toddler, mengingat usianya masih sangat kecil.

Keluar dari PAUD, Aisyah mulai bisa berbicara lancar meski dalam Bahasa Inggris karena PAUD-nya menggunakan 2 bahasa dengan bahasa pengantar Inggris. Aku merasa lega karena menjadi tidak sia-sia.

Ketika itu usianya baru menginjak 3 tahun. Terlalu belia untuk terus lanjut hingga memasuki sekolah wajib 12 tahun bukan? Ya, aku putuskan dia untuk break 2 tahun dan langsung masuk TK B saat usianya 5 tahun kini.

Aisyah anak yang aktif dan penuh semangat, namun entahlah, seminggu belakangan ini dia penuh drama dari mulai bangun pagi hingga berangkat ke sekolah, membuat mood-ku ikut turun.

Apalagi sang adik yang berusia 14 bulan selalu lebih dulu bangun daripada kakaknya sehingga kami harus melakukan aktivitas menyusui dahulu sebelum aku mulai beranjak mandi.


Image yang melekat pada dirinya adalah aktif dan ceria.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.


Aku yang biasanya jam setengah 6 sudah mandi dan bersiap sebelum membangunkan serta menyiapkan keperluan Aisyah ke sekolah, menjadi ikut 'ngoyo', sehingga kami pun sering terlambat ke sekolah.

Polanya jadi seperti ini, yaitu Aisyah bangun dan kami pun mandi sama-sama, selesai maupun siapnya dalam waktu yang bersamaan. 

Kemarin salah satu gurunya Aisyah melapor, "Mom, Aisyah di kelas arisan terus. Saya pisahkan dia sama teman akrabnya yang suka mengobrol juga, jadi sebangku saja sama yang pendiam, eh tetap saja ngobrol."


Setiap anak berbeda dan tidak akan mau diperlakukan sama.
Dia sangat suka mengobrol, tapi hatinya sangat susah untuk ditebak.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.


Ketawa geli juga aku mendengarnya. 

Kalau untuk itu aku yang paling tahu, anak perempuanku ini memang bawel, suka mengobrol, selalu ingin tahu dan selalu 'merongrong' orang lain dengan pertanyaan guna mendapatkan jawaban yang ia harapkan (meski jawaban yang orang lain berikan selalu tak  dapat membuat hatinya puas sehingga ia pun terus bertanya tanpa henti), bahkan dia selalu mengomel tentang banyak hal, hahaha.

Teacher, begitu Aisyah dikondisikan untuk menyapa gurunya di lingkungan sekolah.

Kata Teacher-nya lagi, "Saya pindahkan dia ke depan saja Mom, biar dia lebih konsen mendengarkan saat teacher-nya jelaskan."

"Ya Teacher, memang dia suka sekali berbicara." Jawabku setengah terkekek.

Mungkin itu juga yang menyebabkan dia mendadak berdrama setiap mau berangkat ke sekolah.

Dia termasuk anak yang agak sensitif, tidak terlalu suka ikut aturan, tak terbiasa dengan instruksi, sedangkan hampir semua sekolah nasional terstruktur.

Aku pernah memasukkannya ke kursus menari balet, sayangnya hanya bertahan hingga 3 bulan, karena dia tidak mau mengikuti instruksi dari pengajarnya, sibuk berdiri di pintu kaca studio untuk mengawasiku yang sedang menunggu.


Dia pandai meniru gerakan ballet, aku pikir dengan mengirimkannya ke Sekolah Ballet, bisa mengasah kemampuannya, ternyata dia bukan tipikal anak yang suka mengikuti instruksi. Ya, setiap anak butuh memilih hal-hal yang ia sukai sendiri.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.


Hanya bertahan 3 bulan.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.


Begitupun dengan kursus yang berikutnya. Berawal dari keinginanku agar ia punya rasa percaya diri yang tinggi dengan memasukkannya ke sekolah model, pada akhirnya malah bertahan 1 bulan saja. Kebetulan sekolah model yang ia ikuti saat itu fokus kepada para 'calon model' saja, bukan pada kepercayaan diri anak.


Dia yang masih menikmati saat-saat sendiri alias masih semata wayangnya Mami.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.

Yang agak lama bertahan hanya sekolah musik, karena saat itu orang tua setiap anak dilibatkan untuk ikut bernyanyi dan bermain bersama anaknya masing-masing.

Kami  terpaksa keluar dari sekolah musik saat aku mengandung adiknya Aisyah dan sudah hamil besar. Sekitar dua semester alias 1 tahun kami bergabung di kelas Music Wonderland yaitu khusus untuk anak usia 3 tahun.


Ketika itu, dia lumayan menikmati, karena aku terlibat dalam kegiatannya. Ya, dia sangat suka jika aku turut serta dalam aktivitasnya.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.


Mood Aisyah memang terlihat menurun drastis sejak aku hamil 6 bulan dan harus masuk ke rumah sakit karena terserang demam berdarah, sehingga menyebabkannya tidak bisa bersama denganku sebelum tidur. Padahal dia biasa tidur berkelonan denganku, satu tangannya memegang botol susu sementara tangan lainnya harus memainkan jari jemariku sampai ia benar-benar terlelap.

Kemudian adiknya lahir dengan cara caesar, aku pun sibuk mengurusi adiknya seorang diri sembari menyesuaikan diri dengan rasa nyeri pasca bedah.


Tubuhku tak lagi indah, wajahku tak lagi muda, tapi ini adalah keberuntunganku, memiliki kalian berdua, kakak dan adik yang kuharapkan akan terus menyayangi dan saling menjaga hingga dewasa.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.


Dia pernah protes seperti ini, "Nenen lagi nenen lagi. Titi kerjaannya nenen terus!"

Menyadari kegagalanku sebagai seorang ibu ASI semenjak kelahiran anak pertama (Aisyah), aku ngotot memberikan anak keduaku ASI sehingga sempat menyebabkan si bungsu tersebut dirawat di ruang perina selama 3 hari sewaktu usianya baru 7 hari karena kuning akibat dehidrasi. Kebetulan ASI-ku baru benar-benar keluar pada hari keempat.

Baca juga:

Lagi-lagi Aisyah harus kutinggal bersama JiEm-nya (panggilan nenek untuk ibu kandungku) demi menunggui adiknya dan agar bisa selalu siap sedia memberikan ASI di depan ruang perina sampai sang adik pulih.


Pedih hatiku saat melihat dia terbaring tak berdaya, perih juga hatiku setiap harus meninggalkan kakaknya. Keduanya adalah nyawaku.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.


Sedikit banyak Aisyah pasti merasakan perubahan sejak ia menyandang predikat 'kakak', meski ia tak pernah memperlihatkannya dengan jelas. Ia terlihat sangat menyayangi dan mengemong adiknya, namun menjadi lebih garang sama maminya ini.

Apalagi saat adiknya berusia 10 bulan dan dia sempat sakit hingga opname, aku dan Daddy-nya memiliki problem berat yang sama sekali tak ada jalan keluarnya sehingga menyebabkan kami harus benar-benar berpisah.

Kami yang dulunya suka pergi mencari hiburan berdua saja, khususnya hiburan untuk Aisyah, karena aku merupakan salah satu pemerhati dunia anak-anak sebenarnya, sangat khawatir kalau anakku kurang piknik, mendadak tidak pernah jalan sama sekali jika hanya berdua, kecuali diajak oleh JiPi-nya. JiPi adalah panggilan Aisyah terhadap kakeknya (papa kandungku).

Dahulu jika ada film kartun bagus  di bioskop dan menurut aku edukatif untuk Aisyah tonton, kami juga pergi berdua. Terakhir kami nonton di studio dekat rumah, film kartun Ferdinand, saat aku hamil adiknya.

Sejak sang adik lahir, dia memang lebih uring-uringan, dan sangat jelas ditunjukkan terhadapku. Kalau marah bisa reflek memukul. Saat kebetulan orang tuaku mengajak ke mall pun bisa kumat tantrum meminta dibelikan mainan atau barang apapun yang ia inginkan.


Aku tahu kau tengah bersedih, tapi kuharap ini tidak akan mempengaruhi kehidupanmu.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.


Tersentak dari lamunan, karena alarm ponselku kembali berteriak. Sudah pukul 7 ternyata, dengan terpaksa aku membangunkan Aisyah yang masih terlelap. Drama pun dimulai.

"Ini masih dingin!" Dia berteriak kesal.

Aku mematikan AC kamar dan melucuti pakaiannya, membuat ia semakin kesal karena tak berhasil menahan bajunya sendiri untuk tak terlepas dari tubuh.

Setelah sukses membuat dia tanpa busana, aku membuka pakaianku juga agar kami bersama-sama mandi dan segera siap untuk berangkat ke sekolah.

Adiknya pun ikut bangun sehingga aku harus berusaha menutup akses menuju kamar mandi agar si bayi merangkak ini tidak bisa ikut masuk ke dalam kamar mandi.

Aisyah terus mengomel ketika aku mengangkatnya ke dalam kamar mandi dan tanpa peduli mengguyur tubuhnya dengan air dari ujung kepala.

Seperti drama-drama yang sebelumnya. Begitu sampai ke sekolah, aku pun harus bersusah payah menggendongnya turun dari motor dan memaksanya jalan di koridor sekolah.


Selalu cantik di mataku.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.

Sesampainya di kelas, sebelum masuk ia berpesan, "Mami jangan pulang, Aisyah mau ditunggu!"


Ultimatum sudah turun, mau tidak mau dan suka tidak suka aku harus menurutinya, agar ia tidak tambah merasa disisihkan. Adiknya di rumah bersama JiEm. Syukurlah Aisyah masuk sekolah saat adiknya sudah bisa makan, jadi tidak begitu khawatir.


Mereka yang aku sayangi.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.

Kegemaranku mengutak-atik mesin penelusuran canggih yang menggunakan jaringan internet, membuatku  gelisah sekali kalau menunggu tanpa kuota, sehingga terpaksa mengaktifkannya terlebih dahulu.


Kartu selularku memang tidak berlangganan paket internet karena keseharianku yang lebih sering berada di rumah dengan wifi berlangganan untuk semua pengguna gadget di rumah.

Sebagai ibu rumah tangga, pencarianku melalui mesin tersebut adalah seputar resep masakan rumahan, dunia parenting, psikologi anak, resep mpASI bayi, serta harga-harga tiket keluar kota untuk berlibur. 

Setelah bosan mencari dan tidak menemukan yang cocok, maka berliburlah aku ke sosial media, dimana banyak juga terdapat hiburan di sana melalui komentar netizen yang tidak kalah kocaknya. Hiburan murah meriah dan anti galau. Apalagi komentar para netizen di bawah foto yang baru saja di-upload oleh akun gosip, wah meriah lucunya.

Sedang asyik menikmati dunia mayaku, mataku tertuju pada sebuah iklan yang mendadak lewat pada feed sosmed-ku. Traveloka Xperience judul promosinya.

Apa sih Traveloka Xperience itu?

Pertama aku dengar namanya sih kusimpulkan saja kalau itu adalah Pengalaman bersama Traveloka. Sudah rahasia umum kalau Traveloka adalah jembatan kita dalam menemukan tiket pesawat dan hotel yang sesuai budget.

Wah mungkin ada promo yang menarik, dalam pikiranku ketika melihat iklan tersebut. Tiket murah nih, hahahaaa, maklum 'emak-emak' paling suka sama segala sesuatu yang berbau diskon.

Setelah aku mempelajari lebih jauh, ternyata Traveloka Xperience adalah fasilitas terbaru dari Traveloka untuk menemukan liburan terdekat yang kita butuhkan seperti  pergi ke taman hiburan, bioskop, spa dan kecantikan, relaksasi, atraksi wisata, olahraga, dan tur wisata.

Ya seperti cara baru dan unik dalam menjalani kehidupan traveling dan lifestyle gitu.



Apa saja keunggulannya?

1. Membuat Hidup Terasa Lebih Mudah!

Wah jam masih menunjukkan pukul 8 pagi, masih ada waktu 3 jam lagi baru anakku pulang sekolah. Pikiranku langsung jalan, kebetulan setelah aku menjelajah Kota Balikpapan melalui Traveloka Xperience, bagian Spa dan Kecantikan, ternyata tempat relaksasi langgananku sewaktu masih lajang dulu masuk di dalamnya, yaitu The Healing Touch Nakamura Balikpapan Baru, dimana letaknya tidak begitu jauh dari sekolah Aisyah.

Tak menunggu lama, aku langsung melakukan reservasi untuk Mix Treatment 90 menit dimana harga yang seharusnya Rp.170.000,- menjadi hanya Rp.159.800,- saja.

Mudah sekali dilakukan, hanya melakukan pemesanan secara online, pilihan bayarnya pun beragam, antara lain:
- Kartu Kredit
- Bank Transfer
- ATM
- Alfamart
- Indomaret
- CIMB Click
- BCA Klikpay
- Mandiri Debet

Tak jauh berbeda dengan ketika kita melakukan pembelian e-ticket pesawat atau booking online akomodasi.


Ragam pilihan pembayaran yang sangat memudahkan.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.


2. Dialah Solusi Untuk Orang Yang Kau Sayang.

Seolah kecanduan, sambil menunggu ojek online yang kupesan menjemput, aku menjelajah di Traveloka Xperience lagi.

Terharu rasanya dengan berbagai kemudahan yang mendadak aku dapatkan ini, karena sudah sangat lama aku tidak membawa si sulung pergi ke playground, sekitar satu setengah tahun, sejak aku hamil 6 bulan dan saat ini adiknya sudah berusia 14 bulan. Wajar kalau Aisyah merasa tidak terbiasa atas segala perubahan ini.

Aku pun mulai mengatur jadual berliburku bersama anak-anakku. Setiap akhir pekan, aku sengaja membuat jadual untuk pergi ke playground yang berbeda-beda, baik ke Terraland yang tidak begitu jauh dari rumah, kemudian ke Cocoland yang berada di Pentacity (baik adventure maupun sky jumper-nya), lalu ada Amazone (kebetulan kedua lokasinya berada di Mall yang dekat rumah, satunya berada di Mall Balikpapan Baru sementara satunya lagi ada di Living Plaza). Murah meriah sih!

Semua e-ticket yang kupesan sudah di tangan, ketika aku mengintip e-mail yang kugunakan untuk melakukan pemesanan. Aku berharap ini menjadi hadiah yang terindah bagi Aisyah, yaitu pergi bersamaku lagi ke tempat hiburan, yang beda hanyalah kali ini kami tambah personil yaitu sang adik yang baru belajar jalan.


Salah satu wahana permainan yang ada di Cocoland Pentacity, bisa dipesan melalui Adventure Cocoland di Traveloka Xperience. Dan kami sudah melakukannya. Selamat bersenang-senang Aisyah!
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.


Salah satu permainan di Amazone Balikpapan Baru Mall. Cek segera Traveloka Xperience di kotamu!
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.

3. #XperienceSeru Untuk Kita semua.

Bukan hanya seru, tapi sangat seru!

Pada menu Traveloka Xperience tersebut, tentunya kamu akan menemukan kolom pencarian dimana kamu bisa mencari aktivitas seru apa saja yang bisa dilakukan di dalam kotamu.

Setelah itu, kamu akan dihadapkan oleh berbagai pilihan lagi, yaitu:

- Atraksi
Kalau di Traveloka Xperience Seru Kota Balikpapan terdapat promo untuk pergi bermain di Aqua Boom, waterpark terbaru dan terkeren saat ini di Balikpapan.
Aqua Boom - Balikpapan.
Sumber Foto: https://www.traveloka.com/id-id/activities/indonesia/product/aquaboom-waterpark-tickets-2001605799842?source=srch_result&si=77AVK4XIN

- Event
Kota Balikpapan masih minim event, tapi ketika kamu membuka kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, kamu akan menemukan banyak sekali event yang menarik.



- Tempat Bermain
Kolom ini diisi dengan aneka promo playground yang berbeda-beda dan pastinya seru untuk dinikmati bersama buah hati tercinta.


Terraland.
Sumber Foto: https://www.traveloka.com/id-id/activities/indonesia/product/terraland-balikpapan-card-top-up-2000856360723?source=srch_result&si=77AVK4XIN

- Spa & Kecantikan
Untuk layanan Spa dan Kecantikan di Traveloka Xperience Balikpapan sudah beragam loh! Ada Salon Christoper, The Healing Touch Nakamura, Kokuo Reflexiology, Klinik Kecantikan Miracle, Gloskin Aesthetic Clinic, Japonica Spa Grand Jatra Hotel, Yopie Salon, dan juga Dian Mustika Spa. 


Klinik Kecantikan Miracle.
Sumber Foto: https://www.traveloka.com/id-id/activities/indonesia/product/miracle-clinic-balikpapan-beauty-treatments-2001389145261?source=srch_result&si=77AVK4XIN


Suasana pijat di The Healing Touch Nakamura Balikpapan Baru. Lampu temaram menambah nyaman suasana relaksasi.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.


- Olahraga
Untuk Kota Balikpapan, saat ini ada dua layanan yang bekerjasama dengan Traveloka Xperience, seperti Japonica Fitness Center Grand Jatra Hotel, dan Lapangan Futsal Tamansari.



Japonica Fitness Center Grand Jatra Hotel Balikpapan.
Sumber Foto: https://www.traveloka.com/id-id/activities/indonesia/product/japonica-fitness-center-at-grand-jatra-hotel-balikpapan-2000759220067?source=srch_result&si=77AVK4XIN

- Kursus & Workshop

Belum ada layanan kursus di Balikpapan, tapi untuk wilayah Jakarta dan kota-kota besar lainnya, kamu akan menemukan kelas pelatihan khususnya untuk buah hati tercinta, misalnya Kids Pizza Making Class, KodeKido (kelas coding), KidzArt, dan sebagainya.


Kitchen Magic Mall Artha Gading.
Sumber Foto: https://www.traveloka.com/id-id/activities/indonesia/product/kitchen-magic-mall-artha-gading-tickets-2001906494077?source=srch_result&si=87AVK6N4I


ABC Cooking Studio Senayan City.
Sumber Foto: https://www.traveloka.com/id-id/activities/indonesia/product/abc-cooking-studio-senayan-city-2001376560887?source=srch_result&si=87AVK6N4I

- Tur
Untuk kamu warga Balikpapan atau wisatawan yang suka dengan tantangan, disini ada penawaran Tur 1 hari 'Wain River Jungle Trek And Mangrove Center' yang pastinya seru banget!


Bekantan di Kawasan Wain River Jungle And Mangrove Center.
Sumber Foto: https://www.traveloka.com/id-id/activities/indonesia/product/wain-river-jungle-trek-mangrove-center-1-day-tour-2000325914081?source=srch_result&si=77AVK4XIN

- Pelengkap Travel
Untuk pelengkap travel, #XperienceSeru Kota Balikpapan menyediakan layanan promo 'Blue Sky Executive Lounge Sepinggan Balikpapan'.


Blue Sky Lounge Sepinggan Balikpapan.
Sumber Foto: https://www.traveloka.com/id-id/activities/indonesia/product/blue-sky-executive-lounge-bpn-domestic-2000598872632?source=srch_result&si=37AVLEPRZ

Seru banget kan? Lakukan #XperienceSeru bersama Traveloka Xperience sekarang juga! Bawa semua orang yang kau sayang dalam keseruannya!


Bahagia itu harus 'rame-rame'!


Aku pun tak akan pernah melupakan senyuman orang-orang yang aku sayang.

Kamu yang tersenyum, tapi aku yang paling berbahagia atas itu.
Sumber Foto: Koleksi Pribadi.

Tujuan hidupku hanya satu, yaitu berusaha agar anak-anakku tumbuh dengan sehat dan bahagia. Traveloka Xperience telah berhasil mewujudkan mimpiku.





Comments

Popular Posts