5 Permainan Tradisional Jawa Barat Yang Juga Dimainkan Anak Balikpapan

        Permainan Tradisional sudah nyaris tak dimainkan oleh anak-anak masa kini.

        Gadget bukan hanya menguasai dunia orang dewasa dengan memberikan beragam kemudahan dalam komunikasi, melainkan juga merenggut masa kanak-kanak yang seharusnya dijalankan dengan normal, kini terkurung dalam permainan-permainan virtual menarik yang ditawarkannya.

        Anak-anak menjadi pasif bergerak, kehidupan sosialisasi terhambat, jarang menyapa sinar mentari, tidur larut malam, dan sebagainya.
        Para bocah jaman dulu yang selalu terlihat bermain bersama anak seusianya di luar rumah untuk memainkan beragam permainan ketangkasan dan permainan tradisional, kini sudah jarang kita temui.

        Sebagai anak yang tumbuh remaja pada era 90an, aku menyayangkan sekali jika permainan tradisional musnah, hingga kelak namanya pun tak terdengung lagi.

        Jika tak dilestarikan, lama kelamaan sejarah akan musnah tergerus jaman.

        Pada tulisanku kali ini, aku ingin mengingatkan lagi pada para Mommy dan Daddy yang tentunya merupakan anak-anak tempo dulu, tentang permainan tradisional yang dulunya sering kita mainkan.

        Khususnya buat kalian yang berada di provinsi Jawa Barat dan Kalimantan Timur.

        Permainan Tradisional Jawa Barat berikut ini juga juga dimainkan oleh Anak-anak Balikpapan tempo dulu loh.

        Yuk kita cek dulu, 5 Permainan Tradional Jawa Barat yang juga dimainkan oleh Anak-anak Balikpapan.

1. Oray-orayan

Oray orayan
Sumber: dictio.id

Permainan Tradisional Jawa Barat yang satu ini juga sering dimainkan oleh anak-anak dari Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan. Hanya saja, Anak Balikpapan menyebutnya dengan Permainan Ular Naga.

Jika di Jawa Barat, lirik lagunya adalah "Oray orayan, luar leor mapay sawah, Entong ka sawah, Pareuna keur sedeng beukah. Oray orayan, luar leor mapay kebon, Entong ka kebon, di kebon loba nu ngangon. Mending ge ka leuwi, di leuwi loba nu mandi, saha anu mandi, anu mandina pandeuri. Oray orayan, oray naon? Oray Bungka. Bungka Naon? Bungka Laut. Laut Naon? Laut Dipa. Dipa naon? Dipandeuri riririri ... jleb!"

Nah kalau di Balikpapan, lagunya lebih sederhana, hanya saja cara mainnya sama, yaitu ada dua orang yang saling berhadapan dan berpegangan tangan, membentuk gapura yang bisa dilewati oleh pasukan ular naga.

Kedua orang yang membentuk gapura ini memiliki nama masing-masing seperti Bulan dan Bintang, dimana nama tersebut dirahasiakan keduanya dari pasukan ular naga.

Ular naga adalah peserta yang saling memegang pundak anak di depannya hingga memanjang menyerupai ular naga, bisa dimainkan beramai-ramai.

Saat ular naga melintas, berputar-putar, nyanyian akan mengiringi lintasan ular naga tersebut, yaitu "Ular naga panjangnya, bukan kepalang. Menjalar-jalar selalu kian kemari, umpan yang lezat bukanlah yang dicari, ini dianya yang terbelakang ... haapp".

Jadi kedua orang ini akan menangkap orang yang melintas tepat pada akhir lagu dan memintanya memilih bulan atau bintang dengan berbisik, kemudian ia akan berdiri di belakang orang yang namanya ia pilih.

2. Galah Asin

Galah Asin
Sumber: anakmandiri.org

Di Kota Balikpapan, permainan ini lebih dikenal dengan nama Gobak Sodor, dimana cara memainkannya adalah saling membentuk tim.

Masing-masing tim harus berjumlah ganjil antara 3 sampai 7 orang.

Permainan ini biasa dimainkan dilapangan, khususnya di tempat yang masih berupa tanah sehingga bisa menggambar garis-garis vertikal dan horizontal, dimana tim yang akan berjaga berdiri masing-masing menjaga 'gawang'nya, sejajar dengan garis yang telah dibuat.

Kemudian tim yang satunya harus dapat melewati penjagaan tim lawan hingga ke garis akhir.

Jika ada salah satu anggota tim yang terkena sentuhan tim lawan saja, maka permainan berakhir dan penjaganya berganti sama tim yang telah kalah tersebut.

3. Ucing Sumput

Ucing Sumput
Sumber: greatnesia.id

Permainan Tradisional ini sudah pasti ada di setiap daerah.

Jika kalian belum familiar dengan nama Ucing Sumput, pasti sebagian dari kalian sudah sangat akrab dengan sebutan Petak Umpet.

Anak Balikpapan Tempo Dulu juga sangat suka bermain Petak Umpet, dan biasanya yang berjaga (yang menutup mata) akan menghitung sampai 10 untuk memberi waktu pada anak-anak lainnya bersembunyi.

Kadang si penjaga tak mau kalah dengan menghitung secara cepat agar, teman-temannya tak sempat bersembunyi jauh. Bahkan anak Balikpapan seringkali menghitung seperti ini "TuWaGaPatMaNamJuPanLanLuh".

Sementara kawan yang bersembunyi akan berteriak "Belum babalum" saat mereka belum menemukan tempat persembunyian.

Kemudian ketika ia menemukan satu persatu kawannya, maka ia akan kembali menyentuh dinding tempatnya berjaga tersebut sambil berteriak "Tewa!"

4. Gugunungan

Asinan
Sumber: wowkeren.com

Anak Kalimantan menyebut permainan ini sebagai Asinan, sementara daerah lain ada juga yang menyebutkannya sebagai Engklek atau Dengklek.

Cara memainkannya adalah menggambar kotak-kotak yang ujungnya membentuk pesawat ataupun kubah masjid, dimana para pemainnya memiliki gaco berupa batu kerikil lepek atau pecahan keramik kecil yang bisa diletakkan di punggung tangan, kemudian tanpa melihat pada kotak-kotak yang telah dibuat, gaco tersebut dilemparkan oleh pemain hingga masuk ke salah satu kotak.

Kemudian para pemain harus melewati kotak dengan melompat menggunakan satu kaki, tapi tidak boleh menginjak kotak yang berisi gaco tersebut.

5. Paciwit Ciwit Lutung

Paciwit ciwit Lutung
Sumber: initasik.com

Permainan ini dilakukan secara berkempok sekitar 4 hingga 5 orang anak, dimana cara memainkannya adalah menumpuk tangan-tangan dengan cara menyubit punggung tangan teman yang di bawah telapak tangannya sambil bernyanyi.

Pada akhir lagu, tangan anak yang paling bawah pindah ke tangan yang paling atas.

Lirik lagunya adalah "Paciwit ciwit lutung, si lutung pindah ka luhur. Paciwit ciwit lutung, si lutung pindah ka luhur."

Nah, permainan ini lebih dikenal dengan nama Injit-injit Semut di Kota Balikpapan sehingga lagunya adalah "Injit-injit semut, siapa sakit naik ke atas. Injit-injit semut, siapa sakit naik ke atas."

        Buat kalian yang berada di Kota lain, tentu tahu juga dong dengan permainan-permainan tradisional seperti di atas. Hanya saja dengan nama yang berbeda tentunya.

        Komen ya, permainan tradisional seperti di atas itu, dikenal dengan nama apa di daerah kalian?

You Might Also Like

0 komentar