Kesehatan Anak - Apa Itu Mulut Mangga? Yuk Kenalan Dulu!

 

Mulut Mangga
Mulut Mangga pada Anak Bungsuku di Hari Pertama.
Annisa Tang (c).

 Dua hari yang lalu saat aku dikejutkan dengan kondisi wajah anak bungsuku.

        Pagi hari yang cerah, aku dikejutkan dengan perubahan pada wajah anak bungsuku. Wajahnya jauh berbeda dengan sebelumnya, membuatku nyaris tak mengenalinya, sehingga aku mencari-cari apa yang membuatnya begitu berbeda jauh.

        Ternyata bibir atasnya yang jauh lebih tebal dan terlihat lebih menonjol ke depan dari sebelumnya. Seperti baru saja ada tawon yang menyengatnya sehingga mengalami pembengkakkan yang significant membuat shock therapy pada hari itu.

        Pada malam harinya, ia memang menjadi jauh lebih rewel. Aku berpikir bahwa mungkin saja saat itu giginya sedang sakit, karena susu yang aku buatkan di botol pun tak ada disentuhnya sama sekali.

        Biasanya, ia tidak mau meminum susu di botol ketika giginya sedang sakit, Nipple dot kan tidak selentur puting payudara.

        Namun pada malam itu, bukan hanya botol susu, tidurku pun ikut terganggu karena setiap jam ia merengek hanya untuk meminta 'nenen' padaku dimana baru sebentar mengisap sudah dilepasnya kembali karena seperti ada yang mengganggu di dalam mulutnya.

        Ketika pagi hari itu menyadari bengkak pada bibir si kecil, aku langsung berteriak mencari orang tuaku, kemudian memperlihatkan bibir yang biasanya terlihat mungil itu kini bengkak.

        Mamiku dengan ngotot mengatakan padaku bahwa anak bungsuku itu pasti sempat jatuh sehingga menghasilkan luka pada bibir dalamnya lalu semakin lama menjadi infeksi, sedangkan aku tak merasa bahwa ia sempat terjatuh.

        Akupun berbicara sesuai keyakinanku sendiri bahwa si kecil sedang mengalami sariawan sampai bibirnya bengkak, karena semalaman tidurnya sangat terganggu.

        Tapi menurut pendapat mamiku bahwa bengkak pada bibirnya itu pastilah karena sudah mengalami luka berhari-hari namun baru saja infeksi sehingga menyebabkan pembengkakkan.

        "Pasti dia sempat jatuh dan nggak ketahuan luka bibirnya. Kemudian lukanya bergesekkan terus dengan apa yang ia makan, makanya sekarang infeksi dan bengkak." Begitu beliau menerangkan kepadaku ketika pertama kali melihat bibir anak bungsuku itu.

        Setelah aku pasrah dan mengalah, merasa mungkin saja si kecil sempat jatuh dan luka tanpa kuketahui, pendapat beliau berubah lagi ketika memperhatikan bibir si bungsu dengan seksama.

        "Eh tapi dia ini sebenarnya luka nggak bibirnya?" Tanyanya kembali.

        Aku menggeleng. "Sepertinya nggak ada luka, makanya aku bilang kalau dia ini panas dalam."

        "Kalau sariawan itu kan luka juga. Sudah luka berhari-hari karena sariawan, infeksi, barulah bisa bengkak begini." Beliau masih dengan kepercayaannya bahwa anak bungsuku itu bukan sariawan.

        "Kemarin dia makan apa ya?" Akhirnya beliau bertanya sambil memikirkan jawabannya juga.

        "Oh iya, mangga!" Sahut kami, hampir bersamaan.

Wajah normal anakku
Wajah Anakku Sebelum Mulut Mangga.
Annisa Tang (c).
Mulut Mangga.


        Mencurigai anakku alergi setelah makan mangga, aku segera mencari informasi melalui mesin pencarian Google. Karena aku merasa mungkin saja si kecil ini memiliki alergi vitamin C, kebetulan ketika masih bayi dia sempat mengalami gatal setelah memakan jeruk namun tak pernah lagi ia alami meski memakan banyak jeruk.

        Ternyata bukan karena Vitamin C-nya, melainkan memang ada beberapa orang yang alergi ketika memakan mangga. Sebagai orang awam, dulu hanya mangga kueni yang kami pahami dapat menyebabkan gatal mulut akibat terlalu banyak getah.

        Bahkan aku sempat panik ketika membaca artikel bahwa mangga juga bisa terinfeksi Bakteri Salmonella yang bisa menyebabkan kematian pada seseorang jika mengkonsumsinya. Syukurlah ciri-ciri orang yang ikut terinfeksi bakteri tersebut tidak ada pada anakku, seperti diare dan BAB darah (naudzubillahi min dzalik).

        Satu-satunya efek yang dialami anakku seusai makan mangga adalah Mulut Mangga, yaitu bengkak pada bibir seusai makan mangga.

        Bukan hanya bibir, karena selang sehari setelah ia mengalami bengkak pada bibir atasnya, bagian bawah pada matanya juga sedikit bengkak.

        Duh, sebagai ibu, aku sedih sekali melihat kondisi anakku. Kan aku memberinya makan mangga justru karena berharap ia tumbuh sehat, pencernaan lancar, vitamin C terpenuhi, tetapi kok malah mencelakakannya.

        Pada hari itu, aku sengaja memilihkannya mangga yang termanis, dan memotongkan setiap daging mangga berwarna jingga itu untuk dia konsumsi, kebetulan ia menyukainya, sehingga aku hanya mencicipi seperempat bagian saja.

        Siapa sangka, ternyata mangga yang kaya manfaat, ternyata bisa menyebabkan alergi yang parah.

        Pada artikel yang aku baca sih, biasanya seseorang akan mengalami alergi jika memakan mangga mentah, tetapi mangga yang aku berikan pada anak bungsuku itu adalah mangga termanis yang kami beli saat itu. Kalau asam, sudah pasti diapun tak doyan.

        Tapi syukurnya tubuh anakku langsung memperlihatkan reaksi alerginya karena katanya artikel yang kubaca lagi nih, ada orang yang baru menunjukkan reaksi setelah dua harian, sehingga akan lebih susah mencari tahu penyebab bengkaknya.

Bengkak Pada Anak
Kondisi anakku hari ini (tadi pagi saat bangun tidur).
Annisa Tang (c).

Cara Mengatasinya.

        Efek dari kecanggihan teknologi, informasi mudah sekali didapatkan saat ini, sehingga aku langsung mengetahui penyebab dari bengkak pada mulut yang dialami oleh anakku adalah akibat makan Buah Mangga, sehingga yang pertama kali harus dilakukan adalah tidak membiarkannya konsumsi mangga lagi.

        Kalaupun kelak ingin agar alerginya terhadap mangga hilang, harus dilakukan secara perlahan, ya paling tidak jangan dalam waktu dekat usianya ini, apalagi dalam keadaan bengkak parah karena reaksi alergi.

        Yang jelas, aku masih trauma untuk memberikannya mangga, baik mangga potong ataupun jus.

        Kemudian yang harus dilakukan lagi adalah, mencari cara agar bengkaknya terasa sedikit lebih nyaman. Akupun mengompres bengkaknya dengan es batu, karena yang aku tahu es batu dapat mengontrol peradangan.

        Kemudian aku kan sempat membaca bahwa gel lidah buaya juga dapat bermanfaat untuk mengontrol peradangan karena menimbulkan efek dingin, sehingga aku sempat meminta orang tuaku untuk membelikannya ketika mereka pergi keluar rumah.

        Namun ternyata, kata apotekernya, gel lidah buaya merupakan obat luar yang tentunya bahaya jika tertelan oleh si kecil, sehingga biasanya orang dewasa yang menggunakannya, itupun bukan untuk bengkak pada bibir bagian dalam.

        Akhirnya aku kasih si kecil makan es krim dan lidah buaya jelly saja. Karena es krim kan dingin, selain itu rasanya yang enak dan teksturnya yang lembut juga bisa sedikit menghiburnya yang sedang susah untuk makan. Sedangkan lidah buaya jelly juga rasanya enak.

        Tentunya jangan terlalu banyak, karena es krim dan lidah buaya jelly yang rasanya sangat manis juga tidak terlalu baik untuk balita, hehehe.

        Pokoknya yang aku tekankan hanya rasa dingin yang melewati bibirnya tentu dapat mencegah peradangan lebih parah, dan lidah buaya yang ia makan dapat menghentikan peradangan dari dalam.

        Di samping itu, syukur juga sih aku selalu sedia obat China (dengan label Jamu) di rumah, kebetulan bermanfaat untuk menyembuhkan sariawan dan radang tenggorokan, jadi akupun rutin mengoleskan obat tersebut pada bibirnya yang bengkak.

        Namanya adalah Cheng Sie Lung Hau Feng Yao San. Bukan rekomendasiin, hanya sekedar share saja. Kebetulan aku keturunan Tiong Hoa, papaku Chinese, dan sejak aku kecil sudah kenal sama obat herbal ini.

        Mungkin nyebutnya jamu saja kali ya, karena memang labelnya adalah Jamu.

        Jamu ini memberikan efek dingin pada area yang dioles, serta aman jika tertelan, karena merupakan ramuan untuk luar dan dalam tubuh juga.

Cheng Sie Lung
Cheng Sie Lung, Obat China.
Annisa Tang (c).

          Baru hari ini aku memberanikan diri menuliskan ini dengan memperlihatkan kondisi anakku sekitar dua hari yang lalu. Itupun foto yang aku 'comot' di atas tersebut berasal dari ponsel mamiku karena aku sama sekali tak kepikiran untuk memotretnya ketika itu.
        Aku prihatin banget, bahkan aku sempat berpesan pada mamiku agar jangan sampai foto tersebut disebar di sosial medianya.
        Setelah kondisi anakku mulai membaik sekitar 60%, aku mulai memberanikan diri untuk membagikan pengalaman ini. Karena jujur, akupun baru tahu kalau ada anak alergi yang aneh seperti ini, yaitu Mulut Mangga. Jadi aku berharap informasi ini bisa bermanfaat bagi orang lain juga.
        Apalagi kakak-kakak sepupunya sempat mengoloki wajah anak bungsuku ini menyerupai wajah bebek.
        JiEmnya (mamiku) malah bilang, "Oh ada Mulut Mangga ya? Jadi mulutnya mirip mangga gitu ya?"
        Padahal hati maminya ini sudah kebat-kebit, eh malah diajak bercanda, hehehe. Tapi sekarang sudah agak legaan.
        Buat Mami-mami keceh lain yang mendadak bibir anaknya bengkak juga, telusuri deh, apa sebelumnya si kecil sempat makan Buah Mangga?
        Kalau iya, stop deh, jangan kasih mangga dulu, agar tidak semakin parah radangnya.

Setelah Mulut Mangga
Ini foto terbarunya, tepat aku foto sebelum tulisan ini dipublish.
Annisa Tang (c).

        Lega sekali melihatnya sudah kembali ceria, tidak rewel lagi seperti ketika pertama kali reaksi alerginya muncul.

        Sehat terus ya sayang. I love you ...

Alergi Anak
Anak Bungsuku.
Annisa Tang (c).



You Might Also Like

6 komentar

  1. Makasih sharingnya, Mom. Baru tau kalau ada alergi kayak gini. Udah gitu kok namanya mulut mangga. Duh, kasihan dedenya. Semoga sehat selalu ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama Mom, saya juga shock banget waktu tahu kalau ada alergi yang aneh begini.

      Delete
  2. Waaah baru taU loh mba ada alergi mangga gini . Anakku doyan banget, tapi semoga aja ga menunjukkan tanda2 alergi begini apalagi yg terkena salmonella. Ngeri bacanya :(. Mana sedang musim mangga lagi yaaa. Aku aja baru nyetok utk buah cemilan anak2. Tapi berharap mereka memang ga alergi sih.

    Syukurlah si adek cepet ketahuan yaaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa Mom, pas lagi musim mangga nih. Kebetulan saya orangnya alergian, tapi kalau mangga nggak alergi sih, eh malah anaknya alergi. Hiks, sedihhh. InsyaAllah kalau orang tuanya nggak punya riwayat alergi, anaknya nggak rentan alergi juga Mom.

      Delete
  3. wah ada ay yang alergi mangga, abru tahu, sayang ya padahal enak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget Mom, padahal mangga itu favorite bangettt ... hikss.

      Delete