Saatnya Merubah Kebiasaan Demi Kebaikan Bersama - Masa Pandemi

            

New Normal
Kebiasaan baru kita.
Sumber Foto: Pribadi

            Tak ada yang menduga kita akan sampai pada masa sekarang ini, dimana dulu kita bisa bergaul dengan bebas dan pergi kemanapun kita inginkan. Sementara untuk saat ini, bahkan bernafas saja, tak dapat kita lakukan dengan bebas.

            Sudah hampir dua tahun kita menjalani ini, pembatasan-pembatasan mulai dilakukan sejak 16 Maret 2020. Baik pembatasan mobilitas, maupun pembatasan dalam pergaulan.

            Sampai kemudian sebagian dari kita mulai jenuh dan tak patuh akan peraturan-peraturan yang dinilai cukup mengekang tersebut, sehingga kita mulai lalai akan protokol kesehatan, dan mengakibatkan drastisnya meningkat angka korban covid di negeri kita tercinta ini.

            Dimana sebelumnya kita hanya diwajibkan untuk menjalankan 3M (Menggunakan masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan), kini kita harus melaksanakan 5M (yaitu dua tambahannya adalah Menghindari kerumunan dan Membatasi mobilitas).

            Bahkan sejak munculnya corona varian baru, kita mulai diwajibkan untuk menggunakan masker dua lapis. Karena virus tipe ini bisa menularkan melalui udara, konon katanya.

            Seandainya saja kita bersabar dahulu, mungkin jumlah penderita semakin berkurang, bukannya bertambah. Namun, tiada guna menyesali, yang harus kita lakukan adalah terus melanjutkan hidup dengan menjalani kebiasaan baik, agar virus corona benci kepada kita.

            Aku adalah seseorang yang sangat simpel dan sangat tidak menyukai segala hal yang kuanggap bisa merepotkanku. Kemudian caraku untuk menghindar dari rasa stres adalah dengan mengunjungi mall atau bioskop.

            Akan tetapi, pandemi yang tak bersedia pergi dari tanah tempat kupijak ini, membuatku terpaksa harus membuat sedikit perubahan dari dalam diriku selain selalu mematuhi prokes 5M yang telah dicanangkan oleh pemerintah, yaitu antara lain:

  • Menerima paket sendiri

Kamarku yang berada di lantai atas, seringkali membuatku malas mengambil sendiri paketku yang diantar oleh kurir ekspedisi. Biasanya aku hanya berteriak dari depan pintu kamar, meminta seseorang yang berada di bawah untuk membantuku menerimakan paket.

Namun sekarang, aku memilih untuk menerima paketku sendiri, karena aku harus selalu memastikan bungkusan yang aku terima tersebut steril dengan menyemprotkan disinfektan atau hand sanitizer spray milikku sebelum keluargaku menyentuhnya.

  • Membatasi interaksi dengan orang lain

Kalau dulu, setiap malas masak, selalu pesan makanan secara online dan diantar oleh kurir atau ojek online, tapi kali ini seminim mungkin memesan makanan di luar.

Sebagian orang berkata untuk tidak terlalu takut dan mengkhawatirkan pandemi ini, tetapi bagiku kita harus khawatir agar kita bisa lebih berhati-hati dan patuh dengan protokol kesehatan, karena tidak menganggapnya remeh.

  • Mengganti pakaian dan mensterilkan barang-barang bawaan

Kadang kita terpaksa harus pergi keluar rumah untuk berbelanja atau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga ketika pulang ke rumah kita harus mewaspadai pakaian atau tas yang kita kenakan.

Pentingnya mengganti pakaian kita dan mensterilkannya, begitupun dengan barang-barang bawaan kita atau belanjaan agar keluarga kita terhindar dari infeksi virus.

  • Biasakan tidak sembarang menyentuh barang-barang di toko

Agar protokol kesehatan berjalan dengan baik, usahakan cukup melihat barang yang dipajang di toko sebelum memutuskan untuk mengambilnya.

Tidak asal menyentuh barang karena bisa jadi media penularan virus yang sedang mewabah saat ini.

  • Bawa selalu spray pensteril tangan dan barang

Di dalam tas, aku selalu membawa tisyu basah alkohol dan spray untuk mensterilkan tangan dan barang bawaanku.

Kalau masker lebih tidak aku bawa, karena menurut anjuran masker harus diganti selama 4 jam, sedangkan aku akan sangat mengusahakan untuk tidak keluar rumah selama itu.

            Lindungi diri kita, keluarga kita dan orang-orang yang kita cintai dengan mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan kebiasaan baru yang bermanfaat untuk hidup berjauhan dengan virus.




You Might Also Like

0 komentar