Self Love - Lakukan Self Talk dan Life Must Go On

            

Self Love
Self Love.
Cintai dirimu karena orang lain tak akan melakukannya lebih dari dirimu sendiri.
Sumber Foto: Pribadi

            Semasa remaja, aku sering melihat diriku sendiri di cermin, lalu berkata di dalam hati, "Apa sih yang bisa dibanggakan dari diriku?"

            Karena di mataku, pantulan di cermin itu memperlihatkan remaja bertubuh tambun yang sama sekali tidak proporsional, berwajah bulat, betis besar, dan bertampang culun.

            Aku memang mengalami masa yang sulit saat baru beranjak besar dahulu, selalu menganggap bahwa dalam diriku ini tidak ada hal yang istimewa sama sekali, sehingga aku tidak pandai dalam bergaul dan selalu merasa gugup.

            Kalau ada yang tidak tahu apa itu krisis percaya diri, aku sangat tahu seperti apa itu. Tingkat minderku sangat tinggi, di atas rata-rata, sampai bahkan untuk mengobrol dengan kawanku pun suaraku nyaris tak keluar. 

            Orang tuaku cukup keras dan dominan dalam mendidikku, ya mungkin seperti kebanyakan orang tua jaman dahulu lah, meminta anak-anak agar selalu mendengarkan mereka, tetapi tidak pernah mau mendengarkan anak-anaknya.

            Mereka jarang memuji, malah keseringan membandingkan anak-anaknya dengan anak orang lain yang katanya jauh lebih membanggakan. Orang tua jaman dahulu juga pantang dilawan, kalau melawan ganjarannya pasti hajaran.

            Akhirnya tumbuhlah aku menjadi seseorang yang tidak mandiri dan krisis percaya diri di masa remaja. Ditambah pengalaman pahit yang keluarga kami alami saat tahun 1998 krisis moneter melanda, perusahaan papa ikut diterpa badainya dan gulung tikar.

            Sangat parah rasa minder yang aku alami saat sekolah dulu. Jika sopir pribadi papa telat menjemputku, aku bisa berpegangan pada pagar sekolah dengan tubuh gemetar. Oleh karenanya, aku tidak seperti anak-anak lain yang akan bersuka cita ketika jam sekolah dipotong karena para guru mengadakan rapat internal.

            Apalagi kalau telpon umum koin di sekolah sedang rusak atau aku sedang tak membawa koin untuk menelpon ke rumah.

            Mamiku adalah orang yang sangat percaya diri, oleh karenanya beliau sering merasa bingung sendiri kenapa tingkat kepercayaan diriku begitu rendah. Dulu pun aku sering merasa bingung juga dengan diriku yang tidak bisa seperti anak remaja lain, bergaul dengan bahagia.

            Setelah dewasa dan belajar ilmu parenting, barulah aku mengerti bahwa pola asuh yang diterapkan oleh orang tua dan lingkungannya sangat berpengaruh pada perkembangan karakter anak. 20% karakter anak dipengaruhi oleh gen dan 80% lagi berasal dari lingkungannya saat tumbuh dan berkembang.

            Ketika masa golden ages, di bawah usia 6 tahun, karakteristik anak masih bisa berusaha dibentuk, namun di atas usia 6 tahun karakter seorang anak sudah terbentuk dan susah untuk diubah.

            Sampai aku sudah masuk usia dewasa pun, pertanyaan yang paling susah aku jawab ketika interview kerja adalah "sebutkan 5 kelebihan yang ada pada dirimu". Kalau ditanya secara tertulis dan diberi kesempatan berpikir yang panjang, mungkin akan terjawab juga.

            Tapi ketika secara langsung wawancara dan pertanyaan itu datang tanpa aku duga sebelumnya, akan sangat susah bagiku untuk menjawabnya.

            Dulu ketika pacaran, aku cenderung 'bucin', ya karena aku tidak punya kepercayaan diri bahwa kekasihku akan tetap bersamaku jika aku tak merendah.

            Jadi kalau ngomongin 'self love', bisa dibilang aku sangat tidak mencintai diriku dahulu. Aku benci diriku yang tidak bisa bersikap seperti yang aku inginkan, dan aku benci diriku yang tidak bisa seberuntung teman-temanku.

            Bisa dibilang rasa cinta dalam diriku baru-baru ini saja tumbuh. Ketika aku menyadari bahwa aku ini seorang ibu, orang lain bisa saja tak mencintaiku tetapi anak-anakku pasti mencintaiku.

            Hal itu tentu saja tidak datang dengan sendirinya melainkan ada beberapa tahap juga yang aku lalui agar aku bisa lebih mencintai diriku sendiri.

            Jadi aku ingin berbagi beberapa tips di sini agar kita bisa lebih mencintai diri kita lagi.

  • Sightseeing 

Setiap pagi hari menghampiri, buka jendela kamarmu, tengok ke arah matahari jika ketika itu hari sedang cerah, lihatlah keindahan sinarnya yang membuat bumi begitu bercahaya.

Atau ketika hari sedang hujan, lihatlah percikannya yang indah membasahi permukaan bumi di luar kamarmu. Ada beberapa orang yang menganggap bahwa hujan itu romantis, ya di antaranya aku sendiri.

Ketika di pagi hari kamu masih bisa melihat mentari atau turunnya hujan, itu artinya kamu masih diberi kesempatan hidup untuk memperbaiki diri.

  • Breath

Jangan lupa untuk hirup nafas dalam-dalam dan merasakan kesegaran udara di pagi hari.

Bahkan nafas pertama yang kamu hirup diberikan langsung oleh Allah SWT.

Tiada hal di dunia ini yang lebih mencintaimu daripada Allah yang telah memberikanmu hidup.

Ketika kamu bernafas, maka kamu akan menyadari bahwa dirimu masih diberi nyawa untuk menjalani kehidupan dan menjadi individu yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Jadi tak ada alasan juga masa lalu dapat mempengaruhi hidupmu ke depannya.

  • Lucky Note

Tuliskan hal-hal beruntung yang kamu alami pada hari sebelumnya.

Bisa berupa sesuatu hal yang membuat kamu bahagia, karena sebuah kebahagiaan itupun merupakan keberuntungan bagi setiap orang.

Karena tak semua orang bisa merasakan kebahagiaan sepertimu, walau hal-hal yang kamu lewati sebenarnya bisa sama mereka lalui juga.

Seperti aku yang kadang suka menuliskannya di laman sosial mediaku, sekedar untuk menceritakan mengenai anak-anakku, mengungkapkan keberuntunganku karena memiliki mereka dengan tingkah uniknya masing-masing dan terus ada setiap harinya.

  • Magic Mirror

Cari deh cermin untuk mengatakan hal-hal baik tentang dirimu. Seperti ibu tiri Snow White yang selalu bertanya pada cermin, "Mirror o Mirror, who is the most beautiful in this world?"

Tapi kalau kamu tak perlu ya bertanya pada cermin, karena ketika kamu melihat pantulan dirimu di cermin, seharusnya kamu sudah memiliki jawabannya.

Misalnya kamu memiliki mata yang indah, kamu bisa bersyukur akan itu.

Atau kamu memiliki kondisi fisik yang lengkap, itu sudah lebih dari cukup untuk membuatmu lebih mensyukuri apa yang kamu miliki.

  • Self Talk

Saat bercermin, bicaralah pada diri sendiri, bukan pada cermin.

Sebutkan secara berulang kelebihan-kelebihan yang kamu miliki, dan kelebihan itu bukan hanya dalam hal fisik, melainkan sifat juga boleh.

Misalkan kamu memiliki hati yang baik, punya sifat jujur, dan penyayang.

Katakan saja setiap pagi sambil memandang dirimu di cermin, sekedar untuk mensugesti diri dan menyakinkan dirimu bahwa ternyata kamu memiliki banyak kelebihan yang seringkali tidak disadari.

            Nah, kalau sudah melakukan hal-hal yang aku sebutkan di atas, apa masih ada alasanmu untuk merasa tidak percaya diri?

            Semoga saja efektif di aku, efektif juga pada kalian ya?


You Might Also Like

2 komentar